Unik, Dulu Belajar Praktek nikah Saat SMA, Sekarang Nikah Beneran

Selamat pagi sobat sekalian.
Pagi ini dapat sebuah berita yang cukup unik untuk dishare kepada para pembaca sekalian, kisah sepasang muda-mudi yang akhirnya bersatu dalam ikatan yang resmi.

Uniknya, ternyata mereka sudah pernah menikah waktu SMA dulu tahun 2011, tepatnya dalam sebuah praktek mata pelajaran Fiqih yang memang memuat tentang tata cara beribadah seperti nikah dan lain lain.

image

Dan ternyata setelah 6 tahun, mereka berdua ditakdirkan beneran untuk menikah secara sah dan bukan praktek lagi.

Fadly dan Husnul, keduanya dulu adalah siswa MAN 2 Model Makassar yang kemudian saat kuliah pisah tempat namun akhirnya sekarang mereka diasatukan kembali. Unik kan.

Berikut kutipan Fadly yang R2M share dari laman facebooknya. Selamat mas bro, semoga langgeng.

Dulu, tahun 2011, sewaktu bersekolah di MAN 2 model Makassar,  terdapat mata pelajaran Fiqih dengan salah satu materinya adalah Nikah dalam Islam.  Materi terdiri dari teori dan praktek. Ketika tiba sesi praktek nikah, saya dan @chusechusnul diminta memerankan mempelai pria dan mempelai wanita.
Kini, tahun 2017, wanita yang bersama saya dalam praktek nikah di sekolah itu, akhirnya bersanding bersama dipelaminan sesungguhnya.

Perkara cinta adalah rahasia Tuhan, perkara usaha adalah rahasia kita bersama. Sebuah proses panjang yang tidak kutahu dimana akhirnya, kini menuai titik terangnya. Sebuah prosesi sakral nan agamis memberi pertanda sebuah penantian telah berakhir, dan perjuangan sebenarnya baru dimulai.
Hari itu, Sabtu, 6 Mei 2017, kusempurnakan sebagian agamaku. Kulabuhkan cintaku pada seorang wanita yang menerima kekurangan dan melengkapi kelebihan. Beriring kalimat yang di akhiri dengan kata “SAH”, linang air mata bahagia jatuh tak tertahankan. Alunan doa bahagia terucap, bersama ucapan selamat yang tak terhitung jumlahnya.

Saya percaya, hasil tidak akan pernah mengkhianati prosesnya. Beratarung dengan jarak, berdamai dengan masa lalu, bahkan beradu dengan kesetiaan adalah alur cerita yang memberikan pelajaran berharga. Silih berganti yang datang, namun tak satupun memberi titik terang. Berputar haluan dan kembali ke perduan, menjadi jalan yang tepat. Keputusan menikah muda, memang bukan perkara mudah. Tidak ada yang tahu kapan maut akan menghampiri, tidak ada yang tahu bagaimana kadar sebuah kebahagiaan. Menikah muda bukan hanya karena saya tahu ini kesempatan yang tepat, namun lebih dari itu. Beribadah, orang tua, dan berjuang bersama adalah asa yang coba saya bangun dari sebuah pernikahan.

Teruntuk ayah dan bunda tercinta, terima kasih atas segala didikan dan nasehat, hingga pribadi ini siap untuk mengarungi bahtera rumah tangga. Aku tahu, butuh perjuangan besar meyakinkan ka

lian untuk sebuah keputusan terbesar dalam hidup ini. Yakinlah, cinta ini akan setia pada kadar dan porsi yang selalu sama sejak aku terlahir di dunia ini, tidak akan terbagi, tidak akan terkhianati.

baca juga

Iklan