Marc Marquez Silverstone 2026: Mengapa Gagal Bersaing di GP Inggris?
Roda2makassar.com – Pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, harus puas menyelesaikan balapan MotoGP Silverstone 2026 di posisi ketujuh. Hasil buruk ini membuat defisit poin Marquez di klasemen sementara membengkak menjadi 40 poin di belakang Jorge Martin.
Datang ke Inggris dengan modal dua kemenangan beruntun di Sachsenring dan hanya tertinggal 18 poin, Marquez justru meraih hasil terburuknya sejak kembali dari operasi bahu pada bulan Mei lalu.
Masalah Ban dan Daya Tahan Fisik Jadi Kendala Utama
Sepanjang akhir pekan di Silverstone, motor Aprilia tampil sangat mendominasi. Sementara itu, Marquez mengalami degradasi ban belakang yang parah saat Sprint Race hingga harus melorot ke posisi kesembilan.
Pada balapan utama hari Minggu, meski Marquez dan para rival beralih menggunakan ban belakang tipe medium, ia tetap gagal menembus persaingan podium utama.
Sempat berada di posisi keempat pada awal balapan, Marquez perlahan disalip oleh adiknya sendiri, Alex Marquez, serta Pedro Acosta. Menjelang lap terakhir, Fabio di Giannantonio turut melewati juara dunia delapan kali tersebut.
Marquez akhirnya finis 9,6 detik di belakang sang pemenang balapan, Raul Fernandez dari Trackhouse Aprilia.
Marc Marquez: “Kesalahan Ada pada Diri Saya Sendiri”
Seusai balapan, Marquez tidak mencari alasan atas kegagalannya di seri MotoGP Silverstone 2026 ini. Ia secara jujur menyebut performa pribadilah yang menjadi faktor penentu.
“Motor bekerja dengan baik, ban juga bekerja dengan baik. Hanya saja hari ini saya tidak menemukan cara untuk bisa lebih baik, dan posisi ketujuh adalah hasil yang memang sudah diprediksi di atas kertas,” ujar Marc Marquez.
Ketika ditanya apa masalah utamanya dibandingkan pembalap Ducati lainnya, ia menjawab lugas: “Diri saya sendiri.”
Marquez mengakui bahwa kondisi fisik dan daya tahan bahunya masih perlu ditingkatkan, terutama saat menjalani durasi balapan yang panjang (endurance).
Fokus Menikmati Balapan dan Menatap GP Aragon
Meski jarak poinnya dengan Jorge Martin semakin menjauh, Marquez menegaskan bahwa ia tidak terlalu cemas. Ia memilih tetap realistis dan menyesuaikan gaya membalapnya dengan kondisi tubuh saat ini.
“Target saya adalah menikmati balapan di atas motor. Menambah gelar juara dunia lagi tidak akan mengubah masa depan hidup saya. Saya akan bertarung ketika merasa dalam kondisi baik. Jika tidak, saya hanya ingin tetap bertahan di atas motor,” tambah Marquez.
Kini, fokus Marc Marquez langsung tertuju pada seri berikutnya di Sirkuit MotorLand Aragon—salah satu lintasan favoritnya di mana ia berhasil meraih kemenangan ganda pada musim lalu.

