4 Pebalap Astra Honda Kibarkan Merah Putih di Seri Perdana ARRC 2019

Roda2makassar.com – Empat pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) berhasil mengibarkan bendera Merah Putih setelah menyelesaikan jalannya balapan di dua race seri perdana Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019 di Sepang International Circuit, Malaysia (9-10/3). Tiga podium diraih di kelas Asian Production 250 (AP250) dan satu podium di kelas Supersport 600 (SS600) diiringi pengibaran bendera kebanggaan bangsa, Merah Putih. Pada  balapan pertama (9/3), Lucky Hendriansya berhasil meraih podium pertama dan podium ketiga diisi oleh Irfan Ardiansyah pada kelas AP250. Sementara itu pada balapan kedua (10/3), Awhin Sanjaya berhasil meneruskan tren berkibarnya bendera Merah Putih oleh pebalap AHRT dengan menapaki podium ketiga di kelas AP250 dan Andi “Gilang” Farid Izdihar berhasil menapaki podium kedua di kelas SS600.

Para pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) ini mampu menunjukkan kemampuan bersaingnya yang mumpuni sejak sesi kualifikasi (9/3). Mengisi jajaran lima besar, Irfan Ardiansyah memulai jalannya balapan menempati posisi kedua dengan catatan waktu terbaik 2:24.888 pada sesi kualifikasi. Awhin Sanjaya yang memulai balapan pada posisi keempat memiliki catatan waktu terbaik 2:25.300, serta Lucky Hendriansya yang berada di posisi lima dengan catatan waktu terbaik 2:25.448.

Pada balapan pertama seri Sepang ARRC 2019 kelas AP250 yang digelar pada hari yang sama, ketiga pebalap AHRT melakukan start yang cukup mulus. Irfan langsung mengisi posisi pertama, namun saat memasuki tikungan pertama bannya mengalami slide sehingga harus tercecer di posisi lima. Lucky dan Awhin yang berada di grup depan pun langsung berusaha menyodok di posisi tiga besar.

Setelah melewati beberapa pebalap, Lucky berhasil menempati posisi pertama saat balap memasuki lap ke 3. Perjuangan Lucky dalam mempertahankan posisi semakin diuji, aksi overtake yang tak dapat dihindarkan. Perjuangannya pun berbuah manis, pada tikungan terakhir Lucky berhasil memanfaatkan momentum dengan menyalip pebalap saingannya. Pemuda asal Sidrap ini berhasil meraih podium pertama, sementara itu Irfan berhasil meraih podium ketiga dan Awhin harus puas mengisi posisi empat.

Balapan kedua kelas AP250 yang digelar pada hari minggu (10/3) berlangsung sengit. Saat balapan dimulai Lucky, Awhin, dan Irfan berusaha untuk berada di rombongan terdepan. Namun sayang untuk Irfan, ketika memasuki tikungan pertama, dirinya harus terjatuh dan tidak bisa melanjutkan jalannya balapan.

Lucky yang merangsak di posisi depan, dapat mempertahankan posisinya hingga lap keenam. Saat memasuki lap ke tujuh, dirinya melakukan kesalahan sehingga tercecer di posisi tiga. Perjuangan Lucky di posisi tiga besar terhenti, ketika dirinya terjatuh saat jalannya balapan memasuki lap terakhir.

Awhin yang saat lap terakhir berada di posisi empat, langsung menggantikan posisi Lucky yang terjatuh. Atas hasil tersebut, pemuda asal Bulukumba – Sulawesi Selatan ini berhasil finis di posisi ketiga dengan catatan waktu 19:44.845. Meskipun masih dibekap cidera bahu, perjuangan pantang menyerah dari Awhin patut diapresiasi pada seri pembuka ini.

“Saat balapan, start saya berjalan mulus. Tetapi, pada lap kedua, saya mulai tertinggal dari rombongan depan dan saya membalap sendirian di posisi keempat. Pada lap terakhir, Lucky yang ada di depan saya terjatuh dan saya bisa menyelesaikan balapan di posisi ketiga. Saya sangat senang dengan hasil ini karena kondisi fisik saya belum fit. Bahu saya masih terasa sangat sakit, dan saya harus pintar mengatur ritme balapan. Saya berterima kasih kepada keluarga, tim, dan masyarakat Indonesia yang selalu mendukung dan mendoakan saya,” ujar Awhin.

Supersports600

Pada balapan pertama kelas Supersport 600 (SS600), Andi Gilang yang start di posisi keenam berhasil menempati posisi keempat di lap awal. Memasuki akhir lap keempat saat dirinya sedang bersaing masuk di posisi tiga besar, Gilang terjatuh dan mengalami high side. Lalu Rheza Danica yang beru merasakan atmosfer balap di Sepang memulai jalannya balapan dari posisi ke 11. Rheza berhasil finis di urutan ke delapan.

Jalannya balap kedua berlangsung lebih sengit. Gilang langsung melaju di grup depan dengan menempati posisi keempat. Aksi salingovertake antar pebalap di grup depan kerap terjadi, namun Gilang dapat mengambil momentum dan mengisi posisi kedua. Jatuhnya Gilang di race pertama membuat dirinya lebih hati-hati dan berusaha untuk menjaga fokusnya dalam memperbaiki ritme. Gilang pun berhasil finis di posisi kedua dengan catatan waktu 21:59.138. Sementara itu, Rheza harus puas finis di posisi 10.

“Saya sangat senang bisa mendapatkan posisi kedua di podium. Saya melupakan semua yang terjadi kemarin dan berusaha mendapatkan kembali kepercayaan diri saya. Setelah sesi pemanasan pagi tadi, saya sudah berpikir bahwa balapan hari ini akan sulit karena saya belum fit 100 persen. Bahu dan jari saya masih terasa sakit. Saat memulai balapan, saya berusaha untuk konsentrasi dan menjaga kecepatan, serta terus berjuang. Akhirnya, saya bisa finis di posisi kedua, dan saya sangat senang. Terima kasih kepapa keluarga, tim, dan masyarakat Indonesia yang selalu mendukung dan mendoakan saya. Pada putaran berikutnya, saya akan datang dengan lebih kuat dan terus berjuang,” ujar Gilang.

Direktur Pemasaran AHM, Thomas Wijaya yang menyaksikan langsung jalannya balapan mengatakan prestasi yang didapatkan oleh pebalap AHRT pada seri pembuka di awal 2019 ini merupakan suatu kebanggaan. Pebalap-pebalap Astra Honda mampu menunjukkan performa yang luar biasa. Hasil juara pada dua tahun berturut turut pada kelas AP250 dan pengalaman pebalap di kelas SS600 menjadi motivasi tersendiri bagi mereka untuk mencetak prestasi lebih tinggi lagi.

“Hasil membanggakan yang diraih pebalap-pebalap kami tentu tidak terlepas dari kemampuan balap dan solidnya kerjasama tim. Sinergi antara keduanya dapat mewujudkan performa balap terbaik. Dukungan dari masyarakat juga menambah energi para pebalap binaan AHM dalam memberikan prestasi di berbagai ajang balap Internasional,” ujar Thomas.

Advertisements

ARRC 2019 Dimulai Hari ini, Pebalap Astra Honda Incar Gelar Juara Umum

Roda2makassar.com – Halo bossku, Pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) siap melakoni persaingan sengit di tahun 2019 pada kompetisi balap bergengsi, Asia Road Racing Championship (ARRC). Lima pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang turun di kelas Asia Production 250 (AP250) dan Supersports 600 (SS600) bertekad mempertahankan prestasi juara umum AP250 yang diraih selama dua tahun berturut-turut, serta mengukir prestasi lebih tinggi di kelas SS600.

Andi Gilang

Pada kelas AP250, Awhin Sanjaya bersama Irfan Ardiansyah serta Lucky Hendriansya yang tahun lalu berkompetisi di ajang Asia Talent Cup (ATC), akan berusaha mendominasi podium sepanjang gelaran ARRC untuk meraih juara umum di kelas AP250. Sementara itu pada kelas SS600, AHRT menurunkan Andi “Gilang” Farid Izdihar bersama dengan juara AP250 musim lalu, Rheza Danica Ahrens. Kedua pebalap ini akan berusaha menapaki podium juara ARRC kelas SS600.

Gelaran perdana ARRC akan dihelat di Sepang International Circuit, Malaysia (9-10/3). Sebelumnya, para pebalap ARRC menjalani tes pra musim yang berlangsung di Sepang International Circuit (5-6/3).

Irfan dan Lucky

Lucky yang merupakan jebolan Astra Honda Racing School tahun 2016 menunjukkan performa yang kompetitif pada tes pra musim. Performa total control dari Honda CBR250RR dan pengalaman melintas di sirkuit Sepang saat bersaing di ajang ATC menjadi bekal positif untuk pemuda asal Sidrap ini. Lucky pun konsisten dalam memperbaiki catatan waktu  terbaiknya pada tiap sesi, hingga saat sesi latihan keempat, Lucky dapat meraih posisi pertama dengan catatan waktu terbaik 2:26.283.

“Saya memiliki cukup banyak pengalaman di Sepang, saat di ATC tahun lalu. Saya paham beberapa tikungan yang jadi nilai plus saya. Dengan persiapan fisik, juga kesiapan mental, saya bertekad bisa mendapat cerita manis di awal pengalaman saya di kelas AP250 ini,” ujar Lucky.

Pebalap binaan AHM lainnya, Awhin Sanjaya yang kembali dipercaya untuk turun di kelas AP 250 pada musim ini berusaha untuk mencari setting terbaiknya pada sesi pre test. Awhin berhasil menempati posisi keempat dan mencetak catatan waktu terbaik 2:28.421 pada pre test hari pertama.

“Persaingan dikelas AP250 tahun ini saya yakini akan berlangsung ketat. Saya sudah persiapkan fisik dan mental untuk menghadapinya. Saya fokus untuk memanfaatkan sesi latihan bebas agar menemukan setting yang tepat sehingga bisa menjadi modal yang bagus untuk hadapi balap dan merebut podium di putaran awal ini. Mohon doa dan dukungannya,” ujar Awhin.

Sementara itu, Irfan Ardiansyah yang musim ini turun di kelas AP 250 turut memberikan hasil positif pada sesi pre tes di hari kedua dengan terus memperoleh catatan waktu terbaik 2:27.423.

SS600

Reza Dhanica

Pada hasil tes pra musim ARRC, dua pebalap AHRT berhasil membuktikan kesiapannya. Andi Gilang yang telah memiliki pengalaman di kelas ini, terus memperbaiki catatan waktu terbaiknya dan konsisten mengisi posisi 5 besar dengan raihan catatan waktu terbaik 2:11.553. Sementara itu Rheza Danica yang melakukan penyesuaian dengan Honda CBR600RR, memerlukan proses untuk terus mendapatkan performa terbaiknya. Meski belum maksimal, Rheza dapat meraih catatan waktu terbaik 2:12.599.

“Ini pengalaman pertama saya di Sepang dan juga pertama kalinya balap di kelas supersport di ARRC. Saya sudah pelajari berbagai informasi yang berguna bagi saya, termasuk belajar dari balapn-balapan sebelumnya, serta berdiskusi intens dengan Gilang yang sudah memiliki pengalaman. Saya akan berusaha tampil kompetitif seperti saat di kelas AP250 tahun lalu,” ujar Rheza.

Kualifikasi dan balap pertama akan diadakan pada Sabtu, 9 Maret dan balap kedua pada Minggu, 10 Maret. Jalannya balapan dapat disaksikan oleh pecinta balap Tanah Air pada akun resmi ARRC di media sosial, Facebook.

Ajang balap ARRC 2018 sendiri akan diselenggarakan sebanyak 7 seri dimana masing-masing seri akan menghelat 2 kali balapan. Seri pertama akan diadakan di Malaysia (2-3/3), selanjutnya di Australia (27-28/4), Thailand (1-2/6), Jepang (29-30/6), Korea Selatan (10-11/10), Malaysia (21-22/9) dan terakhir di Thailand (30/11-1/12).

5 Pebalap motor Kelas Dunia Asal Sulsel Dijamu Gubernur Nurdin Abdullah, Siapa Saja Mereka?

Roda2makassar.com – Halo bossku semua, Hari kamis kemarin, 14 Februari 2019, ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Subhan Aksa mendapat undangan spesial dari Gubernur Terpilih Sulawesi Selatan Periode 2019-2024 yaitu Bapak Prof. Dr. Ir. Nurdin Abdullah di kantor Gubernur Jl. Urip Sumoharjo Makassar.

Nurdin Abdullah sendiri memang selama ini selalu mengamati dunia otomotif tanah air khususnya roda 2 dimana bibit-bibit berbakat tanah air banyak lahir dari provinsi Sulawesi Selatan dan tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Ketua IMI Sulsel Subhan Aksa akhirnya 5 pebalap asal Sulsel yang sudah mengharumkan nama Indonesia dikancah balap roda 2 dunia.

Kelima pebalap tersebut pasti sudah tidak asing lagi bagi para pecinta otomotif roda 2 terutama balap motor, adapun mereka ada yang pertama Andi Farid Izdihar atau sering disapa Andi Gilang asal Bulukumba, pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) yang sudah berkompetisi sampai ke level asia bahkan Eropa.

Andi Gilang podium 1

Pebalap kedua adalah Awhin Sanjaya asal Masamba Luwu Utara, pebalap yang sekampung dengan penyanyi dangdut Evi Masamba ini merupakan Junior dari Andi Gilang di Team AHRT, sudah melanglang buana dilevel Asia dan tahun kemarin berhasil finish di posisi 4 terbaik di Asia Road Race Champinship 2018 kelas AP 250.

Yang ketiga adalah Andi muhammad Fadly atau biasa dipanggil AM. Fadli, pebalap muda asal Wajo ini bernaung di tim Kawasaki Manual Tech dan bertarung bersama Awhin sanjaya di kelas AP. 250 ARRC, dia berhasil finish ke 5 dibawah Awhin pada klasemen akhir.

Siapa lagi, ini dia yang ke empat, Agung Fahrul Didu asal juga asal Wajo Sengkang, pebalap yang identik dengan Santri ini memang merupakan jebolan pesantren dan kembali ke dunia balap setelah beberapa tahun mondok, menggebrak langsung di seri Sentul ARRC kelas UB150 dengan jatah wild card dan langsung Podium 1 dirace 1 dan podium 2 dirace 2, kiprah yang sangat mengejutkan untuk seorang pebalap wild card.

Terakhir atau yang kelima adalah Lucky Hendriansah atau sering dipanggil Lucky Kaddi asal Sidrap, tahun kemarin turun balap diajang Asia Talent Cup, sebuah ajang yang dibuat oleh HRC untuk menjaring pebalap-pebalap hebat asia untuk diorbitkan nantinya oleh HRC sendiri, tahun ini Lucky Kaddi akan menggeber Honda CBR 250RR bersama tim AHRT di kelas AP250 ARRC 2019.

Kelimanya disambut dengan hangat dan penuh rasa sukur oleh bapak Nurdin Abdullah, selain itu Bapak Gubernur pun berencana akan membangun sirkuit di kawasan Sudiang Makassar untuk mengembangkan bakat-bakat putra sulsel.

Inilah Pasukan Tim Astra Honda Racing Team 2019, Siap Gaspoll

Roda2makassar.com – Halo bossku, PT Astra Honda Motor (AHM) melanjutkan komitmennya untuk mengharumkan nama Indonesia di dunia balap dengan mencetak pebalap kelas dunia melalui program pembinaan berjenjang yang terstruktur. Berlokasi di Bandung pada Sabtu (9/2), AHM mengumumkan komposisi tim balap Astra Honda Racing Team (AHRT) yang akan berjuang mengukir prestasi di berbagai kompetisi balap 2019.

Dengan mengusung semangat Satu Hati untuk Indonesia Juara, pembinaan balap berjenjang menjadi komitmen besar AHM yang diimplementasikan secara berkesinambungan sejak 2013, melalui tempaan fisik dan mental di berbagai kejuaraan balap nasional maupun internasional. Hingga kini, pembinaan tersebut telah berhasil melahirkan pebalap-pebalap berbakat yang mengukir prestasi maupun sejarah baru yang membanggakan bagi Indonesia di berbagai kejuaraan.

Direktur Marketing AHM Thomas Wijaya mengatakan pembinaan berjenjang dan terstruktur oleh perusahaan dimulai dari hulu berupa sekolah balap untuk pebalap usia dini bertalenta yang dilanjutkan ke kompetisi balap nasional hingga kelas balap bergengsi internasional di Eropa, CEV International Championship.

“Kami senang hingga saat ini dapat tetap mempertahankan dan memperkuat komitmen kami dalam mendampingi pebalap muda bertalenta memaksimalkan potensinya untuk mencapai mimpi di dunia balap. Dengan semangat Satu Hati untuk Indonesia Juara, kami ingin menginspirasi generasi muda untuk mencapai mimpi dan mempersembahkan kebanggaan bagi bangsa hingga kancah dunia,” ujar Thomas.

AHM memulai tahapan pembinaan berjenjang sejak usia dini di bawah 16 tahun melalui program Astra Honda Racing School (AHRS). Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini bagi pebalap berusia di bawah 14 tahun akan berlatih menggunakan motor balap Honda NSF100 yang sangat cocok digunakan untuk berlatih bagi pemula. Sementara itu, untuk pebalap di atas umur 14 tahun akan menggunakan Honda CBR250RR yang ketangguhan performanya telah berhasil mengantarkan putra bangsa menjadi Juara Asia dua tahun berturut-turut di kelas AP250 Asia Road Racing Championship (ARRC).

AHM juga turut memperkuat pembinaan dasar tersebut dengan melengkapi fasilitas dan mendukung proses pembelajaran bagi para siswa AHRS, seperti transportasi, akomodasi dan kebutuhan balap di sirkuit. Tahun ini juga terdapat program baru untuk pebalap AHRS di bawah umur 14 tahun, mereka akan mendapatkan pelatihan intensif eksklusif. Mereka akan dilatih layaknya pebalap profesional, dimulai dari latihan fisik di pagi hari, dilanjutkan dengan pembelajaran materi, kursus public speaking dan ditutup dengan mini race pada sore harinya.

Menuju kancah balap nasional, AHM menggelar pesta balap one make race nasional bertajuk Honda Dream Cup di berbagai kota sebagai wadah pecinta balap Tanah Air. Berbagai dukungan untuk tim balap yang terjun pada Kerjunas sport Indospeed Race Series dan Motoprix juga dilakukan.
Tingkat Asia

Setelah melewati jenjang nasional, AHM mempersiapkan pebalapnya untuk berlaga di balapan level Asia sebagai bagian memperkuat strategi penjenjangan balap dengan mengusung 12 pebalap binaan untuk bertanding di kancah Asia tahun ini. Sebanyak 5 pebalap sukses lolos seleksi akhir di tahun lalu untuk berlaga di Asia Talent Cup (ATC) musim 2019 yang dipromotori oleh Dorna Sports yang juga penyelenggara kejuaraan balap dunia, MotoGP. Para pebalap yang akan bergabung di ATC adalah Mohammad Adenanta Putra, Afridza Syach Munandar, Herjun Adna Firdaus, Muhammad Hildhan Kusuma dan Abdul Gofar Mutaqim.
Para pebalap muda berbakat Indonesia, Herlian Dandi dan Azryan Dheyo Wahyumaniadi, juga diberi kesempatan oleh AHM untuk menambah jam terbang sekaligus mengasah kemampuan mereka di Thailand Talent Cup (TTC). Pada ajang balap di mana AHRT berhasil menjadi juara umum di tahun 2018 ini, para pebalap muda tersebut akan merasakan atmosfer balap menggunakan motor Honda NSF250R.

Strategi penjenjangan balap di level Asia semakin diperkuat dengan keikutsertaan AHRT di ARRC 2019. Pada event bergengsi ini AHM kembali mengandalkan Andi “Gilang” Farid Izdihar untuk berlaga di kelas Supersports 600cc. Menemani Andi Gilang, Rheza Danica Ahrens yang sebelumnya berhasil mengharumkan nama bangsa dengan meraih Juara Asia di kelas Asia Production 250cc (AP250) tahun 2018, akan berlaga juga di kelas ini.

Sementara itu, pada kelas AP250, AHM mengikutsertakan Awhin Sanjaya, Irfan Ardiansyah dan Lucky Hendriansya yang tahun lalu berlaga di ATC. Ketiganya bertekad untuk mempertahankan gelar Juara Asia yang selama dua tahun berturut-turut dipegang oleh AHRT dengan tetap mengandalkan motor berperforma tinggi Honda CBR250RR.

Selain ajang balapan road race, AHM juga menerjunkan pebalapnya ke kompetisi ketahanan di Suzuka untuk menguji performa, ketahanan fisik dan mental, konsistensi dan kestabilan pebalap binaannya. Pada ajang ketahanan Suzuka 4 Hours Endurance, dua pebalap muda Irfan Ardiansyah dan Awhin Sanjaya akan berjuang gigih mengibarkan merah putih di Sirkuit Suzuka yang nyaris didapatkan tahun lalu.
Pada jenjang uji ketahanan yang lebih tinggi, Suzuka 8 Hours Endurance World Championship, Andi Gilang berkesempatan untuk membuktikan ketangguhannya di ajang yang sangat bergengsi ini. Andi akan menghadapi para pebalap tangguh dunia selama 8 jam di lintasan balap dengan dinaungi tim Honda Asia Dream Racing.
Balapan Eropa

Menuju jenjang yang lebih tinggi, AHM juga telah mempersiapkan pebalapnya untuk bertarung di CEV International Championship. Ajang balap bergengsi di Eropa ini merupakan gelaran balap terdekat dengan Grand Prix yang menjadi mimpi tertinggi para pebalap dunia. Kesempatan besar ini diberikan pada Mario Suryo Aji yang akan berlaga di CEV Moto3 Junior World Championship. Pebalap muda asal Magetan bergelar “Super Mario” ini akan menjajal sirkuit Eropa untuk pertama kalinya di usia 15 tahun.

Sementara itu, Gerry Salim yang sebelumnya bertanding di Moto3, kali ini bertanding ke ajang CEV Moto2 European Championship. Berbekal kompetensi dan pengalamannya membalap motor di sirkuit Eropa, arek Suroboyo ini akan berjuang gigih untuk mencetak prestasi membanggakan untuk Indonesia. Pada balapan ini Gerry akan didampingi oleh Andi Gilang yang juga akan berlaga selama 4 seri di kejuaraan ini.

Untuk meningkatkan skill dan fokus berlatih agar dapat memberikan hasil yang terbaik untuk Indonesia, baik Gerry dan Mario akan menetap sementara di benua Eropa. Hal ini agar mereka terbiasa mendalami medan balap di Eropa. Selain itu, Mario juga akan balapan di Red Bull MotoGP Rookies Cup untuk mengasah kemampuannya di berbagai sirkuit MotoGP.

Rheza Danica Genggam Gelar Juara Asia ARRC AP250 di Putaran Sentul

Roda2makassar.com – Balapan Asia Road Racing Championship (ARRC) seri kelima menjadi momen bersejarah bagi Rheza Danica Ahrens. Disaksikan langsung oleh para penggemar balap Tanah Air, Rheza berhasil mengunci gelar Juara Asia setelah meraih double podium di dua balapan kelas AP250 di Sentul International Circuit hari Minggu (14/10). Kebanggaan pecinta balap semakin sempurna seiring keberhasilan Andi Gilang meraih double podium tertinggi di kelas Supersport 600cc.

Pada balapan pertama ARRC Sentul, Rheza dan Andi berhasil menorehkan prestasi luar biasa dengan memuncaki podium di dua kelas AP250 dan Supersport 600cc. Di kelas AP250 drama saling menyalip terjadi. Rheza dan Awhin Sanjaya seolah tak terbendung melaju meninggalkan barisan belakangnya dan saling mengejar untuk posisi pertama. Rheza akhirnya muncul sebagai juara pertama disusul dengan Awhin di posisi kedua. Sayangnya Mario Suryo Aji tidak dapat menyelesaikan balapan dikarenakan terjatuh.

Andi Gilang podium 1

Di kelas supersport 600cc, Andi yang mendapat pole position memanfaatkan keadaan dengan melesat ke depan bersama pebalap pesaingnya meninggalkan grup di belakang. Aksi saling menyalip yang menegangkan mengiringi Andi sepanjang balapan. Menjelang tikungan akhir, Andi berhasil merebut posisi terdepan dan menang dengan jeda waktu yang sangat tipis dengan pebalap di belakangnya. Sementara itu, Irfan Ardiansyah yang memulai balapan dari posisi 7 dan sempat merosot ke posisi 10 dapat menyelesaikan balapan di posisi ke-4.

Balapan kedua

Meneruskan kesuksesan gemilang di balapan pertama kelas AP250, Rheza dan Awhin kembali membuktikan kehebatan performa Honda CBR250RR yang tak terbendung di Sirkuit Sentul. Rheza mengalami start yang kurang baik sehingga pebalap asal Yogyakarta ini harus rela disalip pebalap di belakangnya. Sebaliknya Awhin mengalami start yang mulus sehingga dapat melaju di depan. Akan tetapi, dengan perlahan Rheza dapat menguasai kembali jalannya balap dan bergabung dengan dua rekan setimnya di barisan terdepan. Sayang sekali di lap 8 Mario terjatuh sehingga meninggalkan dua rekannya bertarung memperebutkan podium pertama. Drama saling menyalip kembali terjadi di lap terakhir, Rheza berhasil mengambil celah dari Awhin menjelang tikungan terakhir. Menjelang garis finish, Awhin berhasil merebut posisi pertama di trek lurus dan menyentuh garis finish di depan Rheza.

“Saya sangat beryukur hingga berhasil mendapatkan gelar Juara Asia. Saya juga berterima kasih kepada tim yang telah memberikan settingan motor terbaik, juga orang tua dan para pecinta balap Tanah Air yang telah datang dan memberikan dukungan. Mereka semua memberi tambahansupport moral untuk saya. Alhamdulillah bisa memberikan hasil yang membanggakan untuk Indonesia,” ujar Rheza.

Pada musim 2018 ini, Rheza Danica telah meraih 8 kemenangan dari 10 balapan yang sudah berjalan.

Kesuksesan yang sama juga diraih oleh Andi di balapan kedua kelas Supersport600. Pebalap asal Bulukumba, Sulawesi Selatan ini kembali dapat memuncaki podium. Berbeda dengan balapan pertama, jeda yang diberikan Andi dengan pebalap di belakangnya cukup besar. Memulai balapan dengan mulus, Andi mendapatkan kesulitan untuk memimpin balapan sehingga memutuskan untuk mengikuti pebalap di depannya dan membuat jarak dengan pebalap di belakang. Pada pertengahan balap, keduanya saling salip hingga akhirnya Andi berhasil memimpin di posisi terdepan pada lap ke-10 hingga menyentuh garis finish. Sementara rekan satu timnya, Irfan Ardiansyah merampungkan balapan di posisi ke-5.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada AHRT yang telah memberikan kesempatan untuk saya mendapatkan double podium di Sentul. Balapan ini menjadi sangat penting bagi saya. Tidak hanya mendapatkan podium pertama untuk pertama kalinya, tetapi juga bisa mendapatkannya di balapan pertama dan kedua. Di balapan kedua kali ini saya menunggu di awal balapan untuk merebut celah dari pebalap di depan saya, celah ini akhirnya saya dapatkan di lap 10 dimana saya memaksakan motor untuk melaju ke depan dan terus mempertahankannya hingga akhir balap,” ujar Andi.

Direktur Marketing PT Astra Honda Motor (AHM) Thomas Wijaya yang menyaksikan langsung jalannya balapan mengungkapkan kegembiraannya atas pencapaian optimal yang diraih para pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT).

“Kami sangat bangga dengan pencapaian yang sangat gemilang para pebalap Astra Honda yang diraih langsung di depan pecinta balap di Tanah Air. Pada akhirnya pembinaan yang tepat dan latihan yang konsisten membawa hasil optimal. Dengan semangat Satu Hati Indonesia Juara kami akan selalu mendampingi para pebalap muda berbakat Indonesia untuk mencapai mimpinya,” ujar Thomas.

Balapan ARRC 2018 menyisakan satu seri lagi yang akan dihelat di Chang International Circuit, Buriram, Thailand pada 1-2 Desember 2018.

Pebalap Astra Honda Siap Bawa Indonesia Berjaya di ARRC 2018

Roda2makassar.com – Pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) akan memulai ketatnya kompetisi balap musim 2018 pada laga perdana balap bergengsi Asia Road Racing Championship (ARRC) di Buriram International Circuit (2-3/3). Sebanyak 5 pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) di dua kelas kompetisi, yaitu Asia Production 250 (AP250) dan Supersport 600 (SS600) bertekad membawa Indonesia berjaya di kejuaraan balap tertinggi Asia ini.

Pada pembinaan di kelas AP250, Rheza Danica Ahrens bersama Awhin Sanjaya dan pendatang baru didikan Astra Honda Racing School, Mario Suryo Aji, berpotensi mengulang sejarah gemilang AHRT di tengah persaingan ketat balapan musim ini. Selain itu di kelas SS600, AHRT diperkuat dengan bergabungnya Andi “Gilang” Farid Izdihar menemani Irfan Ardiansyah. Kelima pebalap ini memulai musim balap dengan mengikuti sesi tes pra musim di Chang International Circuit, Buriram, Thailand (27-28/2).

Di kelas AP250, Mario yang merupakan didikan dari Astra Honda Racing School berjuang keras beradaptasi dan tampil kompetitif pada musim balap perdananya turun di kelas ini. Meskipun pada awal tes pra musim perlu banyak penyesuaian, tidak perlu waktu lama bagi Mario dan Honda CBR250RR tunggangannya untuk menembus posisi 4 besar. Bahkan pada sesi latihan terakhir, Mario berhasil terus memperbaiki catatan waktunya dan menjadi pebalap ketiga tercepat dengan catatan waktu terbaik 1:53.733.

“Saya melakukan sejumlah set-up untuk suspensi dan setting lainnya dalam dua hari tes kemarin. Dilihat dari hasil capain waktu yang cukup konsisten, saya optimis dan akan berjuang maksimal di debut awal saya ini. Dukungan dari mekanik dan juga performa Honda CBR250RR membuat saya lebih percaya diri menghadapi musim ini,” ujar Mario.

Pebalap lainnya, Rheza Danica juga konsisten dalam memanaskan persaingan di grup terdepan. Hari pertama latihan Rheza berhasil memacu Honda CBR250RR dan terus berada di posisi tiga besar dengan catatan waktu terbaik 1:53.779. Meski pada saat terakhir Rheza belum mampu memperbaiki catatan waktu yang diperolehnya di hari pertama, namun Rheza tetap menunjukkan semangat juang yang tinggi untuk selalu bertarung dengan segala kemampuannya dengan mencoba berbagai data set up motor baru.

“Saya senang sekali kembali diberi kepercayaan ini oleh AHRT di musim ini. Saya akan berusaha mengoptimalkan hasil tes pra musim ini dan tetap berusaha konsisten bertarung di posisi terdepan sepanjang musim balap. Saya bertekad tahun ini dapat meraih podium lebih banyak lagi ,” ujar Rheza.

Sementara itu, Awhin juga memperlihatkan kesiapan dirinya yang mampu mengancam pebalap top Asia lainnya dengan hasil positif di hari kedua tes dengan peningkatan waktu terbaik menjadi 1:54.121.

Ketiga pebalap tersebut akan berusaha membuktikan kembali ketangguhan Honda CBR250RR yang sukses mendominasi podium di musim kompetisi tahun lalu di tengah persaingan yang semakin ketat dengan pebalap-pebalap negara lain.

“Bagi pencinta balap, persaingan antar produk sepeda motor seperti di kelas 250cc selalu bisa menghibur dan menegangkan untuk disaksikan. Kami harap semangat Satu Hati dan aksi para pebalap AHRT di atas Honda CBR250RR bisa dinikmati dan menjadi inspirasi pecinta balap di Tanah Air terutama kebanggaan saat para pebalap AHRT bisa menapaki podium dan menjadikan Indonesia sebagai juara,” ujar  General Manager Marketing Planning & Analysis Division AHM Agustinus Indraputra.

Supersport600

Pada kelas Supersport 600, duet Andi Gilang dan Irfan Ardiansyah akan menjadi salah satu kekuatan Indonesia di kasta tertinggi kelas Asia ini.  Pengalaman Andi Gilang berkompetisi di berbagai kejuaraan Asia dan Eropa juga turut menjadi bekal kuat dalam menyemarakkan perebutan posisi terdepan di kelas SS600. Kedua pebalap ini akan berusaha mengejar tujuannya untuk menapaki podium juara ARRC.

Hasil tes resmi juga turut membuktikan kesiapan kedua pebalap AHRT tersebut yang akan mampu bertarung di perebutan posisi terdepan kelas SS600. Andi Gilang menjalani proses penyesuaian yang tidak mudah untuk mendapatkan gaya balap terbaiknya bersama Honda CBR600RR. Meski belum mendapatkan hasil yang maksimal, namun Andi berhasil membuat catatan waktu terbaik di 1:40.203. Sedangkan Irfan mencatatkan waktu terbaik di 1:40.871.

“Saya merasa sangat positif di kesempatan 2 hari tes pra musim ini untuk merasakan CBR600RR. Beberapa set up sudah dicoba saat tes dan arahnya sudah positif. Saya cukup percaya diri untuk bisa mendapat yang lebih baik lagi saat balap nanti,” ujar Gilang.

Pada seri perdana ini, kelima pebalap akan menghadapi Buriram International Circuit yang pada tahun ini resmi menjadi salah satu sirkuit yang akan dipakai untuk kejuaraan balap tertinggi MotoGP. Para pebalap akan melakoni dua kali balapan di sirkuit yang mempunyai panjang 4.554 m dengan total 12 tikungan dan lintasan lurus sepanjang 1.000 m tersebut.

Kualifikasi dan balap pertama akan diadakan pada Sabtu, 3 Maret dan balap kedua pada Minggu, 4 Maret. Jalannya balapan dapat disaksikan oleh pecinta balap Tanah Air pada akun resmi ARRC di media sosial, Facebook.

“Melihat kesiapan dan semangat para pebalap AHRT, kami optimis tahun ini akan mampu mempertahankan bahkan menambah kejayaan Indonesia di lintasan balap Asia. Kami mohon doa dan dukungan dari pecinta balap Tanah Air sehinga mampu meraih hal tersebut,” tutup Indraputra.

Ajang balap ARRC 2018 sendiri akan diselenggarakan sebanyak 6 seri dimana masing-masing seri akan menghelat 2 kali balapan. Seri pertama akan diadakan di Thailand (2-3/3), selanjutnya di Australia (19-22/4), Jepang (1-3/6), India (3-5/8), Indonesia (12-14/10) dan final di Thailand (1-2/12).