15 Pebalap Belia Siap Timba Ilmu di Astra Honda Racing School

Roda2makassar.com – Sebanyak 15 pebalap belia dari berbagai daerah di Indonesia lolos seleksi dari 44 peserta yang mengikuti seleksi pembinaan balap Astra Honda Racing School (AHRS) 2019 pada Minggu (24/3/2019) di Sentul International Karting Circuit, Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan salah satu komitmen PT Astra Honda Motor (AHM) menciptakan bibit-bibit baru pebalap yang kelak akan membanggakan dan mengharumkan nama bangsa.

Sebelumnya, lebih dari 80 pebalap yang rata-rata berusia di bawah 14 tahun menunjukkan minat menimba ilmu balap bersama AHRS dengan melayangkan dokumen pendaftaran secara online. Kriteria untuk masuk seleksi di antaranya wajib mempunyai pengalaman balap, mengikuti kejuaraan, termasuk pertimbangan prestasi. Berdasarkan kriteria tersebut, 44 pebalap belia dinyatakan siap mengikuti seleksi skill dasar balap menggunakan Honda CBR150R standar racing school.

Proses seleksi mendapat pengawasan mantan pebalap berpengalaman yang kenyang gelar juara, yakni Muhammad Fadli Immamudin (instruktur AHRS) dan Hokky Krisdianto yang tahun ini juga dipercaya sebagai instruktur. Peserta seleksi wajib mengitari sirkuit karting Sentul beberapa kali selama 20 menit non-stop, yang terbagi menjadi lima grup.

Tidak semata-mata dilihat konsistensi catatan waktu dengan grafik baik, instruktur juga mengamati bagaimana para rider mampu melahap racing line dengan baik, teknik benar saat menikung, mengerem, overtake, bahkan riding position. Proses ini dilakukan kembali hingga diambil 30 besar, sampai terakhir 15 terbaik yang menjadi siswa resmi AHRS tahun 2019.

GM Marketing and Planning Analysis AHM A. Indraputra mengatakan 15 rider yang lolos seleksi sebagai siswa AHRS nanti diharapkan menjadi pebalap hebat di masa depan. Mereka adalah bibit-bibit muda potensial yang siap diasah untuk mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

”Melalui pembinaan balap berjenjang, AHM konsisten ingin terus berkontribusi di dunia olahraga balap, baik pada level nasional, regional, maupun ajang kelas dunia. AHRS adalah tahapan pertama dari proses penjenjangan tersebut, dan kami akan terus menyiapkan regenerasi pebalap yang siap bertarung dengan semangat mengibarkan Merah Putih di mana pun mereka berlaga,” ujar Indraputra.

Tahun ini, AHRS akan memanfaatkan tiga sirkuit untuk penggemblengan pebalap belia. Selain sirkuit Karting Sentul, Bogor, siswa dan instruktur AHRS juga menggunakan sirkuit Mijen di Semarang, dan Sirkuit Gery Mang, Subang. Tak hanya mendalami materi teknis di lintasan, siswa AHRS tahun ini juga mendapatkan banyak materi baru di dalam kelas. Di antaranya pengetahuan tentang regulasi balap, mekanikal, hingga public speaking.

Sepeda motor yang digunakan juga baru, yakni Honda NSF100 sebagai motor dengan spesifikasi balap untuk tahap dasar. Selanjutnya, menggunakan Honda NSF250R untuk level penjenjangan lebih tinggi, dan Honda CBR150R untuk mewakili sepeda motor produksi massal.

Honda NSF100 ini mampu memberikan feeling berkendara yang mirip dengan motor prototipe pada MotoGP. Beberapa pebalap top dunia pun memulai karir balap mereka lewat Honda NSF100, seperti Marc Marquez, Dani Pedrosa, Fabio Di Giannantonio, Kazuki Masaki, sampai Kaito Toba.

Cetak Pebalap Kelas Internasional

AHRS pertama kali dibuka pada 2010 silam dan terus terselenggara hingga tahun kesembilan. Wadah ini sukses melahirkan pebalap-pebalap andal langganan juara, seperti Andi ”Gilang” Farid Izdihar yang saat ini berlaga di ARRC Super Sports 600 dan CEV Moto2 European Championship, serta Gerry Salim sang juara umum ARRC 2017 kelas AP250 yang saat ini berlaga di ajang CEV yang sama dengan Gilang. Mereka adalah alumnus tahun pertama AHRS.

AHRS juga mencetak pebalap berprestasi lainnya seperti Irfan Ardiansyah, Awhin Sanjaya, dan Lucky Hendriansya yang saat ini berlaga di ARRC kelas Asia Production 250 dan bergantian meraih podium. Paling melejit adalah Mario Suryo Aji yang saat ini mengikuti semusim balap penuh di ajang CEV Moto3 Junior World Championship.

Siswa AHRS 2019 Hasil Seleksi:

NO NAMA USIA ASAL
1 Chessy Meilandri 9 tahun Jawa Barat
2 Veda Ega Pratama 10 tahun DIY
3 M Alvin Alfahrizi 10 tahun DKI Jakarta
4 M Beje Tersing 10 tahun DKI Jakarta
5 M Diandra Trihardika 10 tahun DIY
6 Decksa Almer Alfarezel 10 tahun Jawa Barat
7 Reykat Yusuf Fadilah 11 tahun Jawa Barat
8 M Ilham Efendy 11 tahun Jawa Tengah
9 Agfa Danindra Kurniandi 11 tahun DIY
10 Jorhans Richard Joshua Mbeo 11 tahun NTT
11 Adiyatma Dinis Putra 12 tahun Sulawesi Tenggara
12 M Zuhro Aqilla Jandeta 12 tahun Sumatera Selatan
13 Fadillah Ardi Aditama 13 tahun Jawa Tengah

*dua sisanya sedang dalam seleksi tahap akhir

Advertisements

4 Pebalap Astra Honda Kibarkan Merah Putih di Seri Perdana ARRC 2019

Roda2makassar.com – Empat pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) berhasil mengibarkan bendera Merah Putih setelah menyelesaikan jalannya balapan di dua race seri perdana Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019 di Sepang International Circuit, Malaysia (9-10/3). Tiga podium diraih di kelas Asian Production 250 (AP250) dan satu podium di kelas Supersport 600 (SS600) diiringi pengibaran bendera kebanggaan bangsa, Merah Putih. Pada  balapan pertama (9/3), Lucky Hendriansya berhasil meraih podium pertama dan podium ketiga diisi oleh Irfan Ardiansyah pada kelas AP250. Sementara itu pada balapan kedua (10/3), Awhin Sanjaya berhasil meneruskan tren berkibarnya bendera Merah Putih oleh pebalap AHRT dengan menapaki podium ketiga di kelas AP250 dan Andi “Gilang” Farid Izdihar berhasil menapaki podium kedua di kelas SS600.

Para pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) ini mampu menunjukkan kemampuan bersaingnya yang mumpuni sejak sesi kualifikasi (9/3). Mengisi jajaran lima besar, Irfan Ardiansyah memulai jalannya balapan menempati posisi kedua dengan catatan waktu terbaik 2:24.888 pada sesi kualifikasi. Awhin Sanjaya yang memulai balapan pada posisi keempat memiliki catatan waktu terbaik 2:25.300, serta Lucky Hendriansya yang berada di posisi lima dengan catatan waktu terbaik 2:25.448.

Pada balapan pertama seri Sepang ARRC 2019 kelas AP250 yang digelar pada hari yang sama, ketiga pebalap AHRT melakukan start yang cukup mulus. Irfan langsung mengisi posisi pertama, namun saat memasuki tikungan pertama bannya mengalami slide sehingga harus tercecer di posisi lima. Lucky dan Awhin yang berada di grup depan pun langsung berusaha menyodok di posisi tiga besar.

Setelah melewati beberapa pebalap, Lucky berhasil menempati posisi pertama saat balap memasuki lap ke 3. Perjuangan Lucky dalam mempertahankan posisi semakin diuji, aksi overtake yang tak dapat dihindarkan. Perjuangannya pun berbuah manis, pada tikungan terakhir Lucky berhasil memanfaatkan momentum dengan menyalip pebalap saingannya. Pemuda asal Sidrap ini berhasil meraih podium pertama, sementara itu Irfan berhasil meraih podium ketiga dan Awhin harus puas mengisi posisi empat.

Balapan kedua kelas AP250 yang digelar pada hari minggu (10/3) berlangsung sengit. Saat balapan dimulai Lucky, Awhin, dan Irfan berusaha untuk berada di rombongan terdepan. Namun sayang untuk Irfan, ketika memasuki tikungan pertama, dirinya harus terjatuh dan tidak bisa melanjutkan jalannya balapan.

Lucky yang merangsak di posisi depan, dapat mempertahankan posisinya hingga lap keenam. Saat memasuki lap ke tujuh, dirinya melakukan kesalahan sehingga tercecer di posisi tiga. Perjuangan Lucky di posisi tiga besar terhenti, ketika dirinya terjatuh saat jalannya balapan memasuki lap terakhir.

Awhin yang saat lap terakhir berada di posisi empat, langsung menggantikan posisi Lucky yang terjatuh. Atas hasil tersebut, pemuda asal Bulukumba – Sulawesi Selatan ini berhasil finis di posisi ketiga dengan catatan waktu 19:44.845. Meskipun masih dibekap cidera bahu, perjuangan pantang menyerah dari Awhin patut diapresiasi pada seri pembuka ini.

“Saat balapan, start saya berjalan mulus. Tetapi, pada lap kedua, saya mulai tertinggal dari rombongan depan dan saya membalap sendirian di posisi keempat. Pada lap terakhir, Lucky yang ada di depan saya terjatuh dan saya bisa menyelesaikan balapan di posisi ketiga. Saya sangat senang dengan hasil ini karena kondisi fisik saya belum fit. Bahu saya masih terasa sangat sakit, dan saya harus pintar mengatur ritme balapan. Saya berterima kasih kepada keluarga, tim, dan masyarakat Indonesia yang selalu mendukung dan mendoakan saya,” ujar Awhin.

Supersports600

Pada balapan pertama kelas Supersport 600 (SS600), Andi Gilang yang start di posisi keenam berhasil menempati posisi keempat di lap awal. Memasuki akhir lap keempat saat dirinya sedang bersaing masuk di posisi tiga besar, Gilang terjatuh dan mengalami high side. Lalu Rheza Danica yang beru merasakan atmosfer balap di Sepang memulai jalannya balapan dari posisi ke 11. Rheza berhasil finis di urutan ke delapan.

Jalannya balap kedua berlangsung lebih sengit. Gilang langsung melaju di grup depan dengan menempati posisi keempat. Aksi salingovertake antar pebalap di grup depan kerap terjadi, namun Gilang dapat mengambil momentum dan mengisi posisi kedua. Jatuhnya Gilang di race pertama membuat dirinya lebih hati-hati dan berusaha untuk menjaga fokusnya dalam memperbaiki ritme. Gilang pun berhasil finis di posisi kedua dengan catatan waktu 21:59.138. Sementara itu, Rheza harus puas finis di posisi 10.

“Saya sangat senang bisa mendapatkan posisi kedua di podium. Saya melupakan semua yang terjadi kemarin dan berusaha mendapatkan kembali kepercayaan diri saya. Setelah sesi pemanasan pagi tadi, saya sudah berpikir bahwa balapan hari ini akan sulit karena saya belum fit 100 persen. Bahu dan jari saya masih terasa sakit. Saat memulai balapan, saya berusaha untuk konsentrasi dan menjaga kecepatan, serta terus berjuang. Akhirnya, saya bisa finis di posisi kedua, dan saya sangat senang. Terima kasih kepapa keluarga, tim, dan masyarakat Indonesia yang selalu mendukung dan mendoakan saya. Pada putaran berikutnya, saya akan datang dengan lebih kuat dan terus berjuang,” ujar Gilang.

Direktur Pemasaran AHM, Thomas Wijaya yang menyaksikan langsung jalannya balapan mengatakan prestasi yang didapatkan oleh pebalap AHRT pada seri pembuka di awal 2019 ini merupakan suatu kebanggaan. Pebalap-pebalap Astra Honda mampu menunjukkan performa yang luar biasa. Hasil juara pada dua tahun berturut turut pada kelas AP250 dan pengalaman pebalap di kelas SS600 menjadi motivasi tersendiri bagi mereka untuk mencetak prestasi lebih tinggi lagi.

“Hasil membanggakan yang diraih pebalap-pebalap kami tentu tidak terlepas dari kemampuan balap dan solidnya kerjasama tim. Sinergi antara keduanya dapat mewujudkan performa balap terbaik. Dukungan dari masyarakat juga menambah energi para pebalap binaan AHM dalam memberikan prestasi di berbagai ajang balap Internasional,” ujar Thomas.

Inilah Pasukan Tim Astra Honda Racing Team 2019, Siap Gaspoll

Roda2makassar.com – Halo bossku, PT Astra Honda Motor (AHM) melanjutkan komitmennya untuk mengharumkan nama Indonesia di dunia balap dengan mencetak pebalap kelas dunia melalui program pembinaan berjenjang yang terstruktur. Berlokasi di Bandung pada Sabtu (9/2), AHM mengumumkan komposisi tim balap Astra Honda Racing Team (AHRT) yang akan berjuang mengukir prestasi di berbagai kompetisi balap 2019.

Dengan mengusung semangat Satu Hati untuk Indonesia Juara, pembinaan balap berjenjang menjadi komitmen besar AHM yang diimplementasikan secara berkesinambungan sejak 2013, melalui tempaan fisik dan mental di berbagai kejuaraan balap nasional maupun internasional. Hingga kini, pembinaan tersebut telah berhasil melahirkan pebalap-pebalap berbakat yang mengukir prestasi maupun sejarah baru yang membanggakan bagi Indonesia di berbagai kejuaraan.

Direktur Marketing AHM Thomas Wijaya mengatakan pembinaan berjenjang dan terstruktur oleh perusahaan dimulai dari hulu berupa sekolah balap untuk pebalap usia dini bertalenta yang dilanjutkan ke kompetisi balap nasional hingga kelas balap bergengsi internasional di Eropa, CEV International Championship.

“Kami senang hingga saat ini dapat tetap mempertahankan dan memperkuat komitmen kami dalam mendampingi pebalap muda bertalenta memaksimalkan potensinya untuk mencapai mimpi di dunia balap. Dengan semangat Satu Hati untuk Indonesia Juara, kami ingin menginspirasi generasi muda untuk mencapai mimpi dan mempersembahkan kebanggaan bagi bangsa hingga kancah dunia,” ujar Thomas.

AHM memulai tahapan pembinaan berjenjang sejak usia dini di bawah 16 tahun melalui program Astra Honda Racing School (AHRS). Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini bagi pebalap berusia di bawah 14 tahun akan berlatih menggunakan motor balap Honda NSF100 yang sangat cocok digunakan untuk berlatih bagi pemula. Sementara itu, untuk pebalap di atas umur 14 tahun akan menggunakan Honda CBR250RR yang ketangguhan performanya telah berhasil mengantarkan putra bangsa menjadi Juara Asia dua tahun berturut-turut di kelas AP250 Asia Road Racing Championship (ARRC).

AHM juga turut memperkuat pembinaan dasar tersebut dengan melengkapi fasilitas dan mendukung proses pembelajaran bagi para siswa AHRS, seperti transportasi, akomodasi dan kebutuhan balap di sirkuit. Tahun ini juga terdapat program baru untuk pebalap AHRS di bawah umur 14 tahun, mereka akan mendapatkan pelatihan intensif eksklusif. Mereka akan dilatih layaknya pebalap profesional, dimulai dari latihan fisik di pagi hari, dilanjutkan dengan pembelajaran materi, kursus public speaking dan ditutup dengan mini race pada sore harinya.

Menuju kancah balap nasional, AHM menggelar pesta balap one make race nasional bertajuk Honda Dream Cup di berbagai kota sebagai wadah pecinta balap Tanah Air. Berbagai dukungan untuk tim balap yang terjun pada Kerjunas sport Indospeed Race Series dan Motoprix juga dilakukan.
Tingkat Asia

Setelah melewati jenjang nasional, AHM mempersiapkan pebalapnya untuk berlaga di balapan level Asia sebagai bagian memperkuat strategi penjenjangan balap dengan mengusung 12 pebalap binaan untuk bertanding di kancah Asia tahun ini. Sebanyak 5 pebalap sukses lolos seleksi akhir di tahun lalu untuk berlaga di Asia Talent Cup (ATC) musim 2019 yang dipromotori oleh Dorna Sports yang juga penyelenggara kejuaraan balap dunia, MotoGP. Para pebalap yang akan bergabung di ATC adalah Mohammad Adenanta Putra, Afridza Syach Munandar, Herjun Adna Firdaus, Muhammad Hildhan Kusuma dan Abdul Gofar Mutaqim.
Para pebalap muda berbakat Indonesia, Herlian Dandi dan Azryan Dheyo Wahyumaniadi, juga diberi kesempatan oleh AHM untuk menambah jam terbang sekaligus mengasah kemampuan mereka di Thailand Talent Cup (TTC). Pada ajang balap di mana AHRT berhasil menjadi juara umum di tahun 2018 ini, para pebalap muda tersebut akan merasakan atmosfer balap menggunakan motor Honda NSF250R.

Strategi penjenjangan balap di level Asia semakin diperkuat dengan keikutsertaan AHRT di ARRC 2019. Pada event bergengsi ini AHM kembali mengandalkan Andi “Gilang” Farid Izdihar untuk berlaga di kelas Supersports 600cc. Menemani Andi Gilang, Rheza Danica Ahrens yang sebelumnya berhasil mengharumkan nama bangsa dengan meraih Juara Asia di kelas Asia Production 250cc (AP250) tahun 2018, akan berlaga juga di kelas ini.

Sementara itu, pada kelas AP250, AHM mengikutsertakan Awhin Sanjaya, Irfan Ardiansyah dan Lucky Hendriansya yang tahun lalu berlaga di ATC. Ketiganya bertekad untuk mempertahankan gelar Juara Asia yang selama dua tahun berturut-turut dipegang oleh AHRT dengan tetap mengandalkan motor berperforma tinggi Honda CBR250RR.

Selain ajang balapan road race, AHM juga menerjunkan pebalapnya ke kompetisi ketahanan di Suzuka untuk menguji performa, ketahanan fisik dan mental, konsistensi dan kestabilan pebalap binaannya. Pada ajang ketahanan Suzuka 4 Hours Endurance, dua pebalap muda Irfan Ardiansyah dan Awhin Sanjaya akan berjuang gigih mengibarkan merah putih di Sirkuit Suzuka yang nyaris didapatkan tahun lalu.
Pada jenjang uji ketahanan yang lebih tinggi, Suzuka 8 Hours Endurance World Championship, Andi Gilang berkesempatan untuk membuktikan ketangguhannya di ajang yang sangat bergengsi ini. Andi akan menghadapi para pebalap tangguh dunia selama 8 jam di lintasan balap dengan dinaungi tim Honda Asia Dream Racing.
Balapan Eropa

Menuju jenjang yang lebih tinggi, AHM juga telah mempersiapkan pebalapnya untuk bertarung di CEV International Championship. Ajang balap bergengsi di Eropa ini merupakan gelaran balap terdekat dengan Grand Prix yang menjadi mimpi tertinggi para pebalap dunia. Kesempatan besar ini diberikan pada Mario Suryo Aji yang akan berlaga di CEV Moto3 Junior World Championship. Pebalap muda asal Magetan bergelar “Super Mario” ini akan menjajal sirkuit Eropa untuk pertama kalinya di usia 15 tahun.

Sementara itu, Gerry Salim yang sebelumnya bertanding di Moto3, kali ini bertanding ke ajang CEV Moto2 European Championship. Berbekal kompetensi dan pengalamannya membalap motor di sirkuit Eropa, arek Suroboyo ini akan berjuang gigih untuk mencetak prestasi membanggakan untuk Indonesia. Pada balapan ini Gerry akan didampingi oleh Andi Gilang yang juga akan berlaga selama 4 seri di kejuaraan ini.

Untuk meningkatkan skill dan fokus berlatih agar dapat memberikan hasil yang terbaik untuk Indonesia, baik Gerry dan Mario akan menetap sementara di benua Eropa. Hal ini agar mereka terbiasa mendalami medan balap di Eropa. Selain itu, Mario juga akan balapan di Red Bull MotoGP Rookies Cup untuk mengasah kemampuannya di berbagai sirkuit MotoGP.

Astra Honda Safety Riding Instructor Competition 2017, Perwakilan Makassar Juara 2, MPM Surabaya Mendominasi

Pagi reader sekalian.
Pagelaran tahunan dari Astra Honda Motor yang bertajuk Astra Honda Safety Riding Instructor Competition atau yang disingkat AH-SRIC telah dilaksanakan kemarin mulai tanggal 15 hingga 17 Mei 2017 dan pada tahun ini Surabaya melalui main dealer Mitra Pinasthika Mustika (MPM) sebagai tuan rumah.

Dalam ajang ini, ada 6 kategori yang dipertandingkan antara lain Instruktur Sport, Instruktur Matic, Instruktur big bike dan Advisor community Matic, Advisor community Sport, Advisor Dealer dan Grup Main Dealer.

Alhamdulillah salah 1 perwakilan dari Makassar berhasil meraih juara 2 yaitu pada Advisor Community Sport bernama Indra Rahman yang mewakili Astra Honda Makassar.

  • Instruktur Sport :
    1. Fendrik Alam Pribadi – MPM
    2. Noval Yunaidi – Astra Motor Benhkulu
    3. Yosepth Klaudius LisiasD. – Astra Motor Denpasar
  • Instruktur Matic :
    1. HenySetyningsih – WMS
    2. Natalia Wahyu C. – MPM
    3. Novara Dita – CDN Aceh
  • Instruktur Big Bike :
    1. Reza Novendri – CDN Aceh
    2. Isa Giant Imandra – Astra Motor Semarang
    3. Ibnu fachrizal – Astra Motor Balikpapa
  • Advisor Community Matic :
    1. Irna Julianda – CDN Aceh
    2. Irma Wardani – WMS
    3. Isniar putri Kartika – MPM
  • Advisor Community Sport :
    1. Sochibul Karim – MPM
    2. Indra Rahman – Astra Motor Makassar
    3. Nur Hadi – Astra Motor Pontianak
  • Advisor Dealer :
    1. Rio Irawan – CDN Aceh
    2. Andi Suganda – Astra Motor Bengkulu
    3. Dhandy – Astra Motor Pontianak
  • Group Main Dealer :
    1. MPM
    2. Astra Motor Yogyakarta
    3. Astra Motor Denpasar

Mudah-mudahan tahun kedepannya wakil dari Makassar bisa lebih berjaya lagi.

Baca juga

AHM Akan Hadirkan 14 Pemenang HMC 2016 di Kustomfest Yogyakarta 8-9 Oktober 2016

PT Astra Honda Motor (AHM) melanjutkan dukungan bagi para modifikator berbakat Tanah Air dengan memastikan 14 motor modifikasi pemenang Honda Modif Contest 2016 menjadi bagian dari ajang modifikasi bergengsi di Tanah Air, yaitu Kustomfest 2016. Keikutsertaan ini merupakan upaya perusahaan mendukung perwujudan mimpi para modifikator untuk menunjukkan karya terbaiknya di berbagai ajang modifikasi.hmc-6

 Kustomfest merupakan ajang modifikasi kendaraan yang diikuti para modifikator dari mancanegara, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Jepang, Australia, hingga Amerika Serikat dan Jerman. Tahun ini, Kustomfest 2016 yang diselenggarakan di Yogyakarta (8-9/10) turut diramaikan jajaran motor modifikasi hasil karya modifikator HMC 2016. Kualitas hasil modifikasi para pemenang setiap kelas HMC dinilai layak dihadirkan sejajar dengan para peserta di gelaran Kustomfest 2016 tanpa melalui tahap seleksi scrutineering.

 14 motor modifikasi HMC yang mengikuti Kustomfest 2016 merupakan hasil karya pemenang HMC 2016 pada kelas Matic Stock/Bolt On, Scoopy Stock/Bolt On, Matic Advance, Sport Fairing, Sport Naked, Matic Racing Style, Cub and Sport Racing Style, Airbrush Graphic, Airbrush Realist/Cartoon, Stikers and Decals, serta Free For all), dan 3 kelas untuk motor tahun produksi di bawah 2006 (Choppy Cub, Cafe Racer & Bratstyle dan Free For All).hmc-7

 GM Marketing Planning and Analysis Division AHM Agustinus Indraputra mengatakan dukungan AHM untuk para pemenang HMC merupakan bentuk apresiasi kepada kreativitas para modifikator Tanah Air. Dengan semangat Satu HATI, AHM ingin membantu para modifikator muda agar dapat merealisasikan mimpinya sebagai modifikator handal dimana karyanya dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

 “Kami melihat Kustomfest sebagai salah satu ajang modifikasi yang bergengsi di Indonesia. Dengan memberikan dukungan kepada para pemenang HMC 2016, kami ingin para modifikator tersebut lebih dekat dalam menggapai mimpi mereka.”

 Selain memberikan dukungan kepada para pemenang HMC, AHM juga memberikan kesempatan spesial kepada para modifikator motor Honda di Kustomfest melalui kelas Honda The Battle of Dream. Kelas ini khusus dihadirkan pada Kustomfest untuk para modifikator motor Honda unjuk hasil karya terbaiknya. Keseriusan AHM pada kelas ini pun diwujudkan melalui pemilihan juri berkelas internasional seperti Yaniv Evan dari Powerplant Motorcycles yang dipercaya sebagai salah satu juri Honda The Battle of Dream.hmc-4

 Dalam mendukung kreativitas para modifikator Tanah Air, AHM mewujudkannya dalam berbagai tahap dan kesempatan berharga kepada para modifikator motor Honda untuk terus menghasilkan karya modifikasi terbaik. Hal ini dimulai melalui HMC sebagai wadah kreativitas para modifikator Honda terbesar di Tanah Air. Proses seleksi pun dilakukan dari tahap regional hingga nasional. Tahap selanjutnya, AHM pun mendukung para modifikator berbakat HMC menyandingkan hasil karyanya bersama para modifikator mancanegara pada Kustomfest tahun ini. Dukungan untuk para modifikator diperkuat dengan menyediakan unit motor yang akan dimodifikasi para pemenang HMC dengan bimbingan juri HMC pada program Honda Dream Ride Project.

 “Kami berharap upaya terintegrasi yang dilakukan AHM untuk para modifikator berbakat Tanah Air dapat berkontribusi memajukan industri kreatif yang membanggakan bangsa di dunia modifikasi internasional,” tutup Indraputra.

 Bagi pecinta motor Honda, Kustomfest 2016 menjadi istimewa seiring dengan kehadiran tiga booth Honda yang menghadirkan berbagai pilihan motor Honda. Booth HMC Arena dibuka untuk memajang 14 motor modifikasi pemenang HMC 2016 serta secara khusus memajang 2 unit modifikasi All New Honda CBR250RR yang siap memikat pengunjung. Para pengunjung juga dapat mendatangi booth Honda yang memajang jajaran big bike Honda serta All New Honda CBR250RR yang dapat langsung dipesan melalui inden online motor sport tersebut. Bagi pengunjung yang ingin mencoba motor Honda seperti All New Honda BeAT eSP, All New Honda Supra GTR150, serta All New Honda CB150R, mereka dapat mengunjungi booth test ride Honda yang berada di area outdoor.

Kebanggaan Makassar Latihan Keras di Astra Honda Racing Team

Dua pebalap Indonesia yang bertarung di Eropa butuh persiapan matang untuk menjadi lebih kuat dan bisa bersaing dengan pebalap-pebalap lainnya di kelas mereka. Andi Gilang, pebalap Moto3 Junior World Championship dan Dimas Ekky pebalap Moto2 Kejuaraan Eropa telah menjalani latihan fisik yang benar-benar berbeda untuk mendapatkan kebugarannya, mereka tahu betul bahwa training itu menjadi bagian terpenting untuk meningkatkan stamina dan membuatnya bisa menandingi lawan.andi-gilang1

Pealtihan penuh membantu para rider untuk mengatur kebugaran mereka dan fokus memperkuat otot yang diperlukan bagi seorang pebalap motor. Seorang pebalap wajib mengembangkan kuatan isometric untuk bisa menguasai motor dan mengontrolnya ketika akselerasi, pengereman dan berbelok. Keseimbangan diperlukan bagi seorang pebalap untuk mengontrol motor dengan posisi badannya, mengontrol reaksi mesin yang cepat sekali berubah, padahal hanya didukung dengan 2 roda. Satu hal lagi yang krusial adalah melatih ketahanan. Para pebalap harus mampu melewati balapan yang sangat panjang dengan gerakan yang berulang-ulang dan harus bisa menyentuh garis finish. Dengan pelatihan yang benar, membantu melindungi otot mereka dari capek atau cedera, dan bekerja efisien selama melewati balapan yang panjang atau pengulangan gerakan badan di balapan.

Andi Gilang: “Ketika saya tidak di sirkuit Saya bekerja melatih fisik”andi-gilang2

Andi Gilang meninggalkan rumah dan keluarganya di Makassar untuk tinggal di Jakarta, Ibukota Indonesia, ini dilakukan untuk mendekati fasilitas kebugaran untuk mendapatkan performa fisik yang optimal. “Saya tinggal sendiri di Jakarta tapi sebagain besar watku saya tidak di rumah, tapi di tempat training. Kami menghabiskan banyak waktu di sirkuit ketika saya menjalani latihan di Sentul. Biasanya, mulai jam 9 pagi sampai 5 sore, dan kami melakukannya 2 sampai 3 kali dalam seminggu. Ketika saya tidak di sirkuit, saya bekerja melatih fisik”. Inilah gaya hidup seorang Andi Gilang, dan tentu saja dia sangat menyukai latihan keras di Sentul dengan motornya, tempat dimana Astra Honda Racing Team mempersiapkannya untuk menghadapi kompetisi.

Meskipun dia tahu pentingnya latihannnya fisik, toh Andi tidak merasa nyaman dengan latihan fisik di gym dan lebih senang dengan olahraga di luar ruangan. “Kalau tidak sedang bersepeda gunung, saya memilih berlari atau menggunakan sepeda balap. Saat bersepeda saya bisa menghabiskan waktu dua sampai 3 jam di atas sepeda. Hal ini membantu saya lebih bugar dan menjelajahi tempat-tempat di Jakarta yang belum saya ketahui. Saya selalu mencona tempat-tempat yang baru,” ujar Andi Gilang.

Dimas Ekky: “Kamu harus menemukan latihan yang tepat untuk menghindari cedera”

Andi Gilang, pebalap debutan musim ini di Moto3 Junior World Championship, dan Dimas Ekky memasuki tahun keduanya di Moto2 Kejuaraan Eropa, mengkombinasikan beberapa latihan yang berbeda untuk menghadapai balapan. Selain training di atas motor di Sentul International sirkuit untuk meningkatkan skill berkendaranya dengan Astra Honda Racing Team, juga ditambahi dengan training yang lebih komplet dan dengan dispilin yang tinggi. Lari, bersepeda, berenang dan banyak lagi olahraga lainnya untuk mempersiapkan fisiknya menghadapi tantangan di FIM CEV. Latihan di pusat kebugaran menjadi tempat penting untuk persiapan pelatihannya. “Saya banyak berlatih di gym dengan dibantu trainer pribadi. Kamu harus menemukan pelatihan yang tepat untuk menghindari cedera, dan dia banyak membantu saya. Saya melakukannya pagi dan siang hari dalam beberapa hari,” kata Dimas Ekky. Pebalap berusia 23 tahun ini tahu betul pentingnya pelatihan yang benar untuk meraih tujuan.cev dimas

Dimas Ekky sudah menemukan cara untuk dapat lebih menikmati pelatihan fisiknya. “Saya melatih ketahanan dengan berlari jarak jauh. Saya bergabung dengan sebuah klub lari di Jakarta dan sejak itu saya seirng mengikuti kejuaraan berlari. Saya sudah mengikuti lomba lari 5, 10 dan 20 kilometer dan saya sudah menyelesaikan lomba lari marathon dan triathlon. Dengan mereka saya tidak hanya latihan, tapi juga mendapatkan kesenangan”. Dimas Ekky mengaku bakal mengikuti kompetisi tersebut untuk melatih ketahanan, hanya saja saat ini dia fokus di kejuaraan Moto2 Eropa.

Andi Gilang dan Dimas Ekky terus melatih fisik untuk mengejar mimpinya di dunia balap motor dan meraih juara dunia di masa mendatang. Para pebalap Astra Honda Racing Team ini sudah menemukan langkah yang tepat dan dengan kerja kerasnya, sudah mendekatkan diri ke mimpinya. Saat ini, mereka masih harus bertarung untuk meningkatkan prestasinya di Moto3 Junior Wolrd Championship dan di Moto2 Kejuaraan Eropa.