Dua Pebalap Astra Honda Kibarkan Merah Putih di ATC Thailand 2019

Roda2makassar.com  Dua pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM) berhasil mempersembahkan podium pada dua balapan yang digelar pada Asia Talent Cup (ATC) 2019 seri keempat di Chang International Circuit, Buriram, Thailand (5-6/10). Bendera Merah Putih dikibarkan Herjun Atna Firdaus dari podium kedua pada balapan pertama dan Afridza Munandar dari podium ketiga pada balapan kedua.Jalannya balapan pada balapan pertama (5/10) cukup sulit bagi para pebalap muda binaan Astra Honda. Adanya insiden yang terjadi ketika jalannya balap dimulai membuat para pebalap harus berhati-hati.

Tantangan selama balapan berhasil ditaklukkan Herjun yang meraih podium perdananya di ajang balap ATC 2019 setelah mampu menyelesaikan balapan di urutan kedua. Adenanta Putra pada race pertama mempu finish di posisi ke-9, sedangkan Abdul Gofar Mutaqim, Hildan Kusuma, dan Arfidza pada balapan pertama mengalami insiden sehingga tidak dapat menyelesaikan jalannya balapan.

Pada balapan kedua (6/10), Afridza memulai jalannya balapan dengan performa yang baik dan langsung bersaing di grup terdepan. Bertarung sengit sepanjang jalannya balapan dengan pebalap lain untuk meraih podium, Afridza berhasil finish pada posisi ke-3.

 “Saya senang dapat menyelesaikan balapan yang cukup sulit dengan baik. Sepanjang balapan saya terus berjuang di grup terdepan dengan pebalap lainnya dengan jarak yang cukup rapat. Saya berupaya tetap konsentrasi dan fokus untuk mempersembahkan podium sekaligus menjaga peluang saya untuk menjadi juara di ajang ATC 2019,” ujar Afridza.

Sementara pebalap muda lainnya yaitu Adenanta Putra dan Herjun Atna Firdaus pada balapan kedua ini berhasil finish pada posisi ke-7 dan ke-11 setelah berupaya keras menyelesaikan balapan dengan baik. Sedangkan Abdul Gofar Mutaqim dan Hildan Kusuma mengalami nasib kurang beruntung karena terlibat insiden dengan pebalap lain sehingga tidak dapat menyelesaikan jalannya balapan.

“Hasil yang kurang menggembirakan bagi saya. Sepanjang jalannya balapan saya mampu bertarung di grup depan. Pada akhir balapan, beberapa kesalahan yang saya buat serta agresifnya pebalap lain membuat saya tertinggal rombongan dan harus puas finish di posisi 7. Di seri berikutnya, saya akan mencoba bangkit untuk bisa meraih hasil yang lebih baik dan menjaga peluang menjadi juara. Mohon doa dan dukungannya,” ujar Adenanta.

 “Balapan yang cukup sulit bagi saya. Ketika balapan dimulai saya langsung bersaing di grup kedua. Persaingan yang ketat membuat catatan waktu saya kurang baik. Pengalaman ini akan saya ambil sebagai bekal untuk menghadapi seri berikutnya. Semoga di seri berikutnya saya mampu kembali tampil maksimal dan meraih podium,” ujar Herjun.

Deputy General Manager Marketing Planing and Analysis Division AHM Andy Wijaya mengatakan pebalap muda binaan AHM telah menunjukan semangat positif dan mampu mengambil pelajaran dari setiap balapan yang telah dilalui pada musim ini.

 “Semangat juang tinggi dan pelajaran di setiap kesempatan selama balapan akan menjadi bekal mereka di ajang balap selanjutnya. Kami akan selalu mendukung mimpi mereka sejalan dengan semangat Satu Hati, khususnya di ajang kejuaraan balap sepeda motor,” ujar Andy.

Seri ATC 2019 selanjutnya akan digelar bersamaan dengan ajang balap MotoGP seri Motegi, Jepang pada 19 Oktober 2019.

Advertisements

Astra Motor Gelar Selebrasi Juara PSM, Sekaligus Launching Honda Livery PSM

Roda2Makassar.com – Astra Motor Makassar sebagai Main Dealer sepeda motor Honda untuk wilayah SulSelBarTra dan Ambon menggelar acara selebrasi juara Piala Indonesia yang diraih PSM Makassar bertempat di Portico Pinishi Point Mall pada Jumat (30/08. Acara ini dihadiri oleh Manajemen Astra Motor Makassar, Manajemen PSM Makassar, serta seluruh pemain PSM Makassar.

Rangkaian acara dimulai dengan konvoi menggunakan motor PCX bersama pemain PSM menuju ke Mall Pipo. Pada acara ini juga bertepatan dengan peluncuran Honda Livery PSM, yaitu sepeda motor dengan desain dan livery khas PSM. Tahun ini Astra Motor kembali hadirkan edisi spesial motor Honda yang di desain khusus dengan modifikasi livery PSM Makassar sebagai bukti dukungan penuh kami untuk PSM Makassar. Tahun ini Honda meluncurkan 5 motor dengan desain livery PSM Makassar, berbeda dengan tahun lalu yang hanya 3 motor. Lima motor tersebut yaitu : Beat eSP CW, Scoopy, Vario 150, CB 150, PCX 150.

Kepala wilayah Astra Motor Makassar Thamsir Sutrisno mengatakan Selebrasi juara hari ini kami adakan sebagai bentuk dukungan penuh terhadap PSM, Astra Motor turut berbahagia karena bisa andil bagian menemani perjalanan PSM hingga akhirnya dapat meraih trofi Piala Indonesia tahun ini. Gelar juara ini semakin menegaskan bahwa Honda dan Astra Motor Makassar serta PSM Makassar memiliki satu benang merah yang sama, yakni sama-sama Jagoannya Makassar.

“Kami berharap dengan adanya edisi spesial ini. PSM dan Honda selalu menjadi kebanggaan masyarakat Makassar, dan menjadi bagian sejarah penting kota ini. Ewako!”, ujar Thamsir Sutrisno.

Honda livery PSM Special Edition ini hadir dengan harga OTR Makassar Untuk BeAT eSP CW PSM SE Rp.18.145.000,-, untuk All New Scoppy PSM SE Rp. 21.150.000,-. Sedangkan All New PCX PSM 150 PSM SE dijual dengan harga Rp.31.470.000,- untuk tipe CBS dan Rp34.470.000,- untuk tipe ABS. Vario 150 PSM dibanderol dengan harga Rp. 26.025.000,- , dan untuk CB 150 R PSM di kisaran Rp29 juta s/d Rp 30.950.000,- .

Turut hadir CEO PSM Munafri Syariffudin, Pak Api sapaannya mengatakan bahwa gelar ini tidak lepas dari pihak-pihak yang mendukung tim PSM termasuk Honda. Honda telah men support kami dari tahun lalu, untuk itu kami ucapkan terima kasih.

“Bersama Honda kami akan raih gelar-gelar berikutnya, Piala Indonesia sudah diraih, InsyaAllah berikutnya gelar piala liga akan kita raih bersama. Saya juga ingatkan , jangan ngaku cinta PSM kalo bukan Honda motornya. Honda Jagoanku, PSM Juaraku!”, ujar Pak Api.

Agenda pada moment selebrasi juara PSM ini juga diwarnai dengan peresmian “PCX Parking Area”. Astra Motor membuat Parking Area yang ditujukan khusus untuk pengguna PCX yang berkunjung ke Mall Pipo.

Manager Marketing Astra Motor Makassar untuk wilayah SulSel dan Sulbar mengatakan dengan adanya parkiran khusus PCX ini, pengguna PCX tidak repot mencari tempat parkiran.

“Gagasan “PCX Parking Area” ini juga karena tingginya antusiasme masyarakat Makassar terhadap produk Honda PCX.Melalui “PCX Parking Area” ini, merupakan salah satu bentuk apresiasi kami terhadap konsumen setia PCX”, pungkasnya.

Seri Perdana Thailand Talent Cup 2019, Pebalap Astra Honda Raih Podium Tertinggi

Roda2makassar.com – Pebalap muda binaan Astra Honda Motor (AHM) Azryan Dheyo Wahyumaniadi berhasil meraih podium tertinggi pada race kedua seri perdana ajang balap Thailand Talent Cup (TTC) yang dihelat di Thailand Circuit, Nakom Phatom (21/4). Pebalap muda ini juga meraih podium kedua pada race pertama (20/4).

Ajang balap TTC seri pertama dihelat sebanyak dua kali. Dheyo yang merupakan pebalap muda alumni Astra Honda Racing School (AHRS) memulai start dari posisi ke-4. Pada race pertama, Dheyo langsung bersaing di grup terdepan bersama pebalap lainnya. Di tengah jalannya balapan, Dheyo berhasil menyalip pebalap asal Filipina dan masuk ke posisi ke-2 hingga garis finish.

Pada race kedua, pebalap muda berusia 13 tahun ini pun mampu mempertahankan posisi dan bersaing di grup terdepan bersama pebalap asal Thailand. Mendekati lap akhir pebalap asal Thailand tersebut terjatuh dan mengantarkan Dheyo finish pada posisi pertama dengan waktu tercepat 1:26,394.

“Saya sangat senang dapat menyelesaikan balap dengan baik. Saya berupaya tampil maksimal dan bersaing di grup terdepan sejak balap dimulai. Alhamdulilah saya dapat finish di podium pertama. Terima kasih atas doa dan dukungannya,” ujar Dheyo.

Sementara pebalap muda binaan AHM lainnya yaitu Herlian Dandi memulai start dari posisi ke-10, bersaing ketat dengan pebalap muda lainnya. Pebalap asal Tangerang, Banten ini mampu finish di posisi ke-7 pada race pertama dan posisi ke-11 pada race kedua.

GM Marketing Planning and Analysis AHM Agustinus Indraputra mengatakan keikutsertaan alumni AHRS di ajang balap Thailand Talen Cup diharapkan dapat menjadi bekal bagi para pebalap muda di Tanah Air untuk terus berkarya dan meraih mimpi di ajang balap Internasional.

“Dengan semangat Satu Hati, kami akan terus mendukung penampilan bagus pebalap muda Tanah Air di awal musim ini hingga akhir musim,” ujar Indraputra.

Ajang balap Thailand Talent Cup 2019 diselenggarakan sebanyak tujuh seri dan diikuti oleh pebalap muda dengan rentang usia 12 hingga 22 tahun yang berasal dari Thailand, Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan India.

15 Pebalap Belia Siap Timba Ilmu di Astra Honda Racing School

Roda2makassar.com – Sebanyak 15 pebalap belia dari berbagai daerah di Indonesia lolos seleksi dari 44 peserta yang mengikuti seleksi pembinaan balap Astra Honda Racing School (AHRS) 2019 pada Minggu (24/3/2019) di Sentul International Karting Circuit, Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan salah satu komitmen PT Astra Honda Motor (AHM) menciptakan bibit-bibit baru pebalap yang kelak akan membanggakan dan mengharumkan nama bangsa.

Sebelumnya, lebih dari 80 pebalap yang rata-rata berusia di bawah 14 tahun menunjukkan minat menimba ilmu balap bersama AHRS dengan melayangkan dokumen pendaftaran secara online. Kriteria untuk masuk seleksi di antaranya wajib mempunyai pengalaman balap, mengikuti kejuaraan, termasuk pertimbangan prestasi. Berdasarkan kriteria tersebut, 44 pebalap belia dinyatakan siap mengikuti seleksi skill dasar balap menggunakan Honda CBR150R standar racing school.

Proses seleksi mendapat pengawasan mantan pebalap berpengalaman yang kenyang gelar juara, yakni Muhammad Fadli Immamudin (instruktur AHRS) dan Hokky Krisdianto yang tahun ini juga dipercaya sebagai instruktur. Peserta seleksi wajib mengitari sirkuit karting Sentul beberapa kali selama 20 menit non-stop, yang terbagi menjadi lima grup.

Tidak semata-mata dilihat konsistensi catatan waktu dengan grafik baik, instruktur juga mengamati bagaimana para rider mampu melahap racing line dengan baik, teknik benar saat menikung, mengerem, overtake, bahkan riding position. Proses ini dilakukan kembali hingga diambil 30 besar, sampai terakhir 15 terbaik yang menjadi siswa resmi AHRS tahun 2019.

GM Marketing and Planning Analysis AHM A. Indraputra mengatakan 15 rider yang lolos seleksi sebagai siswa AHRS nanti diharapkan menjadi pebalap hebat di masa depan. Mereka adalah bibit-bibit muda potensial yang siap diasah untuk mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

”Melalui pembinaan balap berjenjang, AHM konsisten ingin terus berkontribusi di dunia olahraga balap, baik pada level nasional, regional, maupun ajang kelas dunia. AHRS adalah tahapan pertama dari proses penjenjangan tersebut, dan kami akan terus menyiapkan regenerasi pebalap yang siap bertarung dengan semangat mengibarkan Merah Putih di mana pun mereka berlaga,” ujar Indraputra.

Tahun ini, AHRS akan memanfaatkan tiga sirkuit untuk penggemblengan pebalap belia. Selain sirkuit Karting Sentul, Bogor, siswa dan instruktur AHRS juga menggunakan sirkuit Mijen di Semarang, dan Sirkuit Gery Mang, Subang. Tak hanya mendalami materi teknis di lintasan, siswa AHRS tahun ini juga mendapatkan banyak materi baru di dalam kelas. Di antaranya pengetahuan tentang regulasi balap, mekanikal, hingga public speaking.

Sepeda motor yang digunakan juga baru, yakni Honda NSF100 sebagai motor dengan spesifikasi balap untuk tahap dasar. Selanjutnya, menggunakan Honda NSF250R untuk level penjenjangan lebih tinggi, dan Honda CBR150R untuk mewakili sepeda motor produksi massal.

Honda NSF100 ini mampu memberikan feeling berkendara yang mirip dengan motor prototipe pada MotoGP. Beberapa pebalap top dunia pun memulai karir balap mereka lewat Honda NSF100, seperti Marc Marquez, Dani Pedrosa, Fabio Di Giannantonio, Kazuki Masaki, sampai Kaito Toba.

Cetak Pebalap Kelas Internasional

AHRS pertama kali dibuka pada 2010 silam dan terus terselenggara hingga tahun kesembilan. Wadah ini sukses melahirkan pebalap-pebalap andal langganan juara, seperti Andi ”Gilang” Farid Izdihar yang saat ini berlaga di ARRC Super Sports 600 dan CEV Moto2 European Championship, serta Gerry Salim sang juara umum ARRC 2017 kelas AP250 yang saat ini berlaga di ajang CEV yang sama dengan Gilang. Mereka adalah alumnus tahun pertama AHRS.

AHRS juga mencetak pebalap berprestasi lainnya seperti Irfan Ardiansyah, Awhin Sanjaya, dan Lucky Hendriansya yang saat ini berlaga di ARRC kelas Asia Production 250 dan bergantian meraih podium. Paling melejit adalah Mario Suryo Aji yang saat ini mengikuti semusim balap penuh di ajang CEV Moto3 Junior World Championship.

Siswa AHRS 2019 Hasil Seleksi:

NO NAMA USIA ASAL
1 Chessy Meilandri 9 tahun Jawa Barat
2 Veda Ega Pratama 10 tahun DIY
3 M Alvin Alfahrizi 10 tahun DKI Jakarta
4 M Beje Tersing 10 tahun DKI Jakarta
5 M Diandra Trihardika 10 tahun DIY
6 Decksa Almer Alfarezel 10 tahun Jawa Barat
7 Reykat Yusuf Fadilah 11 tahun Jawa Barat
8 M Ilham Efendy 11 tahun Jawa Tengah
9 Agfa Danindra Kurniandi 11 tahun DIY
10 Jorhans Richard Joshua Mbeo 11 tahun NTT
11 Adiyatma Dinis Putra 12 tahun Sulawesi Tenggara
12 M Zuhro Aqilla Jandeta 12 tahun Sumatera Selatan
13 Fadillah Ardi Aditama 13 tahun Jawa Tengah

*dua sisanya sedang dalam seleksi tahap akhir

4 Pebalap Astra Honda Kibarkan Merah Putih di Seri Perdana ARRC 2019

Roda2makassar.com – Empat pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) berhasil mengibarkan bendera Merah Putih setelah menyelesaikan jalannya balapan di dua race seri perdana Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019 di Sepang International Circuit, Malaysia (9-10/3). Tiga podium diraih di kelas Asian Production 250 (AP250) dan satu podium di kelas Supersport 600 (SS600) diiringi pengibaran bendera kebanggaan bangsa, Merah Putih. Pada  balapan pertama (9/3), Lucky Hendriansya berhasil meraih podium pertama dan podium ketiga diisi oleh Irfan Ardiansyah pada kelas AP250. Sementara itu pada balapan kedua (10/3), Awhin Sanjaya berhasil meneruskan tren berkibarnya bendera Merah Putih oleh pebalap AHRT dengan menapaki podium ketiga di kelas AP250 dan Andi “Gilang” Farid Izdihar berhasil menapaki podium kedua di kelas SS600.

Para pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) ini mampu menunjukkan kemampuan bersaingnya yang mumpuni sejak sesi kualifikasi (9/3). Mengisi jajaran lima besar, Irfan Ardiansyah memulai jalannya balapan menempati posisi kedua dengan catatan waktu terbaik 2:24.888 pada sesi kualifikasi. Awhin Sanjaya yang memulai balapan pada posisi keempat memiliki catatan waktu terbaik 2:25.300, serta Lucky Hendriansya yang berada di posisi lima dengan catatan waktu terbaik 2:25.448.

Pada balapan pertama seri Sepang ARRC 2019 kelas AP250 yang digelar pada hari yang sama, ketiga pebalap AHRT melakukan start yang cukup mulus. Irfan langsung mengisi posisi pertama, namun saat memasuki tikungan pertama bannya mengalami slide sehingga harus tercecer di posisi lima. Lucky dan Awhin yang berada di grup depan pun langsung berusaha menyodok di posisi tiga besar.

Setelah melewati beberapa pebalap, Lucky berhasil menempati posisi pertama saat balap memasuki lap ke 3. Perjuangan Lucky dalam mempertahankan posisi semakin diuji, aksi overtake yang tak dapat dihindarkan. Perjuangannya pun berbuah manis, pada tikungan terakhir Lucky berhasil memanfaatkan momentum dengan menyalip pebalap saingannya. Pemuda asal Sidrap ini berhasil meraih podium pertama, sementara itu Irfan berhasil meraih podium ketiga dan Awhin harus puas mengisi posisi empat.

Balapan kedua kelas AP250 yang digelar pada hari minggu (10/3) berlangsung sengit. Saat balapan dimulai Lucky, Awhin, dan Irfan berusaha untuk berada di rombongan terdepan. Namun sayang untuk Irfan, ketika memasuki tikungan pertama, dirinya harus terjatuh dan tidak bisa melanjutkan jalannya balapan.

Lucky yang merangsak di posisi depan, dapat mempertahankan posisinya hingga lap keenam. Saat memasuki lap ke tujuh, dirinya melakukan kesalahan sehingga tercecer di posisi tiga. Perjuangan Lucky di posisi tiga besar terhenti, ketika dirinya terjatuh saat jalannya balapan memasuki lap terakhir.

Awhin yang saat lap terakhir berada di posisi empat, langsung menggantikan posisi Lucky yang terjatuh. Atas hasil tersebut, pemuda asal Bulukumba – Sulawesi Selatan ini berhasil finis di posisi ketiga dengan catatan waktu 19:44.845. Meskipun masih dibekap cidera bahu, perjuangan pantang menyerah dari Awhin patut diapresiasi pada seri pembuka ini.

“Saat balapan, start saya berjalan mulus. Tetapi, pada lap kedua, saya mulai tertinggal dari rombongan depan dan saya membalap sendirian di posisi keempat. Pada lap terakhir, Lucky yang ada di depan saya terjatuh dan saya bisa menyelesaikan balapan di posisi ketiga. Saya sangat senang dengan hasil ini karena kondisi fisik saya belum fit. Bahu saya masih terasa sangat sakit, dan saya harus pintar mengatur ritme balapan. Saya berterima kasih kepada keluarga, tim, dan masyarakat Indonesia yang selalu mendukung dan mendoakan saya,” ujar Awhin.

Supersports600

Pada balapan pertama kelas Supersport 600 (SS600), Andi Gilang yang start di posisi keenam berhasil menempati posisi keempat di lap awal. Memasuki akhir lap keempat saat dirinya sedang bersaing masuk di posisi tiga besar, Gilang terjatuh dan mengalami high side. Lalu Rheza Danica yang beru merasakan atmosfer balap di Sepang memulai jalannya balapan dari posisi ke 11. Rheza berhasil finis di urutan ke delapan.

Jalannya balap kedua berlangsung lebih sengit. Gilang langsung melaju di grup depan dengan menempati posisi keempat. Aksi salingovertake antar pebalap di grup depan kerap terjadi, namun Gilang dapat mengambil momentum dan mengisi posisi kedua. Jatuhnya Gilang di race pertama membuat dirinya lebih hati-hati dan berusaha untuk menjaga fokusnya dalam memperbaiki ritme. Gilang pun berhasil finis di posisi kedua dengan catatan waktu 21:59.138. Sementara itu, Rheza harus puas finis di posisi 10.

“Saya sangat senang bisa mendapatkan posisi kedua di podium. Saya melupakan semua yang terjadi kemarin dan berusaha mendapatkan kembali kepercayaan diri saya. Setelah sesi pemanasan pagi tadi, saya sudah berpikir bahwa balapan hari ini akan sulit karena saya belum fit 100 persen. Bahu dan jari saya masih terasa sakit. Saat memulai balapan, saya berusaha untuk konsentrasi dan menjaga kecepatan, serta terus berjuang. Akhirnya, saya bisa finis di posisi kedua, dan saya sangat senang. Terima kasih kepapa keluarga, tim, dan masyarakat Indonesia yang selalu mendukung dan mendoakan saya. Pada putaran berikutnya, saya akan datang dengan lebih kuat dan terus berjuang,” ujar Gilang.

Direktur Pemasaran AHM, Thomas Wijaya yang menyaksikan langsung jalannya balapan mengatakan prestasi yang didapatkan oleh pebalap AHRT pada seri pembuka di awal 2019 ini merupakan suatu kebanggaan. Pebalap-pebalap Astra Honda mampu menunjukkan performa yang luar biasa. Hasil juara pada dua tahun berturut turut pada kelas AP250 dan pengalaman pebalap di kelas SS600 menjadi motivasi tersendiri bagi mereka untuk mencetak prestasi lebih tinggi lagi.

“Hasil membanggakan yang diraih pebalap-pebalap kami tentu tidak terlepas dari kemampuan balap dan solidnya kerjasama tim. Sinergi antara keduanya dapat mewujudkan performa balap terbaik. Dukungan dari masyarakat juga menambah energi para pebalap binaan AHM dalam memberikan prestasi di berbagai ajang balap Internasional,” ujar Thomas.

Inilah Pasukan Tim Astra Honda Racing Team 2019, Siap Gaspoll

Roda2makassar.com – Halo bossku, PT Astra Honda Motor (AHM) melanjutkan komitmennya untuk mengharumkan nama Indonesia di dunia balap dengan mencetak pebalap kelas dunia melalui program pembinaan berjenjang yang terstruktur. Berlokasi di Bandung pada Sabtu (9/2), AHM mengumumkan komposisi tim balap Astra Honda Racing Team (AHRT) yang akan berjuang mengukir prestasi di berbagai kompetisi balap 2019.

Dengan mengusung semangat Satu Hati untuk Indonesia Juara, pembinaan balap berjenjang menjadi komitmen besar AHM yang diimplementasikan secara berkesinambungan sejak 2013, melalui tempaan fisik dan mental di berbagai kejuaraan balap nasional maupun internasional. Hingga kini, pembinaan tersebut telah berhasil melahirkan pebalap-pebalap berbakat yang mengukir prestasi maupun sejarah baru yang membanggakan bagi Indonesia di berbagai kejuaraan.

Direktur Marketing AHM Thomas Wijaya mengatakan pembinaan berjenjang dan terstruktur oleh perusahaan dimulai dari hulu berupa sekolah balap untuk pebalap usia dini bertalenta yang dilanjutkan ke kompetisi balap nasional hingga kelas balap bergengsi internasional di Eropa, CEV International Championship.

“Kami senang hingga saat ini dapat tetap mempertahankan dan memperkuat komitmen kami dalam mendampingi pebalap muda bertalenta memaksimalkan potensinya untuk mencapai mimpi di dunia balap. Dengan semangat Satu Hati untuk Indonesia Juara, kami ingin menginspirasi generasi muda untuk mencapai mimpi dan mempersembahkan kebanggaan bagi bangsa hingga kancah dunia,” ujar Thomas.

AHM memulai tahapan pembinaan berjenjang sejak usia dini di bawah 16 tahun melalui program Astra Honda Racing School (AHRS). Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini bagi pebalap berusia di bawah 14 tahun akan berlatih menggunakan motor balap Honda NSF100 yang sangat cocok digunakan untuk berlatih bagi pemula. Sementara itu, untuk pebalap di atas umur 14 tahun akan menggunakan Honda CBR250RR yang ketangguhan performanya telah berhasil mengantarkan putra bangsa menjadi Juara Asia dua tahun berturut-turut di kelas AP250 Asia Road Racing Championship (ARRC).

AHM juga turut memperkuat pembinaan dasar tersebut dengan melengkapi fasilitas dan mendukung proses pembelajaran bagi para siswa AHRS, seperti transportasi, akomodasi dan kebutuhan balap di sirkuit. Tahun ini juga terdapat program baru untuk pebalap AHRS di bawah umur 14 tahun, mereka akan mendapatkan pelatihan intensif eksklusif. Mereka akan dilatih layaknya pebalap profesional, dimulai dari latihan fisik di pagi hari, dilanjutkan dengan pembelajaran materi, kursus public speaking dan ditutup dengan mini race pada sore harinya.

Menuju kancah balap nasional, AHM menggelar pesta balap one make race nasional bertajuk Honda Dream Cup di berbagai kota sebagai wadah pecinta balap Tanah Air. Berbagai dukungan untuk tim balap yang terjun pada Kerjunas sport Indospeed Race Series dan Motoprix juga dilakukan.
Tingkat Asia

Setelah melewati jenjang nasional, AHM mempersiapkan pebalapnya untuk berlaga di balapan level Asia sebagai bagian memperkuat strategi penjenjangan balap dengan mengusung 12 pebalap binaan untuk bertanding di kancah Asia tahun ini. Sebanyak 5 pebalap sukses lolos seleksi akhir di tahun lalu untuk berlaga di Asia Talent Cup (ATC) musim 2019 yang dipromotori oleh Dorna Sports yang juga penyelenggara kejuaraan balap dunia, MotoGP. Para pebalap yang akan bergabung di ATC adalah Mohammad Adenanta Putra, Afridza Syach Munandar, Herjun Adna Firdaus, Muhammad Hildhan Kusuma dan Abdul Gofar Mutaqim.
Para pebalap muda berbakat Indonesia, Herlian Dandi dan Azryan Dheyo Wahyumaniadi, juga diberi kesempatan oleh AHM untuk menambah jam terbang sekaligus mengasah kemampuan mereka di Thailand Talent Cup (TTC). Pada ajang balap di mana AHRT berhasil menjadi juara umum di tahun 2018 ini, para pebalap muda tersebut akan merasakan atmosfer balap menggunakan motor Honda NSF250R.

Strategi penjenjangan balap di level Asia semakin diperkuat dengan keikutsertaan AHRT di ARRC 2019. Pada event bergengsi ini AHM kembali mengandalkan Andi “Gilang” Farid Izdihar untuk berlaga di kelas Supersports 600cc. Menemani Andi Gilang, Rheza Danica Ahrens yang sebelumnya berhasil mengharumkan nama bangsa dengan meraih Juara Asia di kelas Asia Production 250cc (AP250) tahun 2018, akan berlaga juga di kelas ini.

Sementara itu, pada kelas AP250, AHM mengikutsertakan Awhin Sanjaya, Irfan Ardiansyah dan Lucky Hendriansya yang tahun lalu berlaga di ATC. Ketiganya bertekad untuk mempertahankan gelar Juara Asia yang selama dua tahun berturut-turut dipegang oleh AHRT dengan tetap mengandalkan motor berperforma tinggi Honda CBR250RR.

Selain ajang balapan road race, AHM juga menerjunkan pebalapnya ke kompetisi ketahanan di Suzuka untuk menguji performa, ketahanan fisik dan mental, konsistensi dan kestabilan pebalap binaannya. Pada ajang ketahanan Suzuka 4 Hours Endurance, dua pebalap muda Irfan Ardiansyah dan Awhin Sanjaya akan berjuang gigih mengibarkan merah putih di Sirkuit Suzuka yang nyaris didapatkan tahun lalu.
Pada jenjang uji ketahanan yang lebih tinggi, Suzuka 8 Hours Endurance World Championship, Andi Gilang berkesempatan untuk membuktikan ketangguhannya di ajang yang sangat bergengsi ini. Andi akan menghadapi para pebalap tangguh dunia selama 8 jam di lintasan balap dengan dinaungi tim Honda Asia Dream Racing.
Balapan Eropa

Menuju jenjang yang lebih tinggi, AHM juga telah mempersiapkan pebalapnya untuk bertarung di CEV International Championship. Ajang balap bergengsi di Eropa ini merupakan gelaran balap terdekat dengan Grand Prix yang menjadi mimpi tertinggi para pebalap dunia. Kesempatan besar ini diberikan pada Mario Suryo Aji yang akan berlaga di CEV Moto3 Junior World Championship. Pebalap muda asal Magetan bergelar “Super Mario” ini akan menjajal sirkuit Eropa untuk pertama kalinya di usia 15 tahun.

Sementara itu, Gerry Salim yang sebelumnya bertanding di Moto3, kali ini bertanding ke ajang CEV Moto2 European Championship. Berbekal kompetensi dan pengalamannya membalap motor di sirkuit Eropa, arek Suroboyo ini akan berjuang gigih untuk mencetak prestasi membanggakan untuk Indonesia. Pada balapan ini Gerry akan didampingi oleh Andi Gilang yang juga akan berlaga selama 4 seri di kejuaraan ini.

Untuk meningkatkan skill dan fokus berlatih agar dapat memberikan hasil yang terbaik untuk Indonesia, baik Gerry dan Mario akan menetap sementara di benua Eropa. Hal ini agar mereka terbiasa mendalami medan balap di Eropa. Selain itu, Mario juga akan balapan di Red Bull MotoGP Rookies Cup untuk mengasah kemampuannya di berbagai sirkuit MotoGP.