Roda2makassar.com – Perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin memanas setelah Grand Prix Indonesia di Sirkuit Mandalika. Persaingan ketat kini mengerucut pada Marc Marquez dan Jorge Martin, di mana selisih poin di antara keduanya sangat tipis menjelang lima seri terakhir musim ini.
Melihat sisa kalender balap, adik sekaligus rekan sesama pembalap, Alex Marquez, memberikan penilaian blak-blakan mengenai peluang sang kakak dalam perburuan mahkota juara dunia tahun ini.
Lolos dari Tekanan di Mandalika, Tantangan Baru Menanti
Marc Marquez saat ini tertinggal hanya dua poin saja dari Jorge Martin di klasemen sementara. Meski Sirkuit Mandalika dikenal bukan trek yang bersahabat bagi karakteristik motor Ducati maupun gaya balap Marquez, sang juara dunia delapan kali ini mampu meminimalkan kerugian lewat kemenangan di sesi sprint race dan finis keenam pada balapan utama.
“Dia menyelamatkannya, tanpa ragu,” ujar Alex Marquez mengenai performa kakaknya di Indonesia, seperti dilansir dari Crash.net.
“Saya tidak akan menyebutnya kemenangan besar, tetapi dia berhasil lolos dari sirkuit yang sulit baginya dengan hasil imbang yang krusial.”
Tiga Sirkuit Penentu: Australia, Qatar, dan Portimao
Memasuki lima putaran terakhir musim 2026, persaingan diprediksi akan semakin sengit. Alex Marquez memperingatkan bahwa Marc Marquez harus mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya di tiga sirkuit kunci di mana pabrikan Aprilia diprediksi bakal tampil sangat kuat.
Dari sisa balapan yang ada, Australia (Phillip Island), Qatar (Lusail), dan Portugal (Portimao) akan menjadi arena ujian berat. Terlebih lagi, Portimao menjadi satu-satunya sirkuit dari sisa kalender yang belum pernah dimenangi oleh Marc Marquez sepanjang kariernya di kelas primer.
“Perebutan gelar juara akan sangat terbuka, meskipun sekarang kita memasuki sirkuit seperti Australia, Qatar, dan Portimao, di mana Aprilia dapat tampil sangat baik,” ungkap Alex. “Marc harus mengeluarkan trik-trik andalannya itu.”
Ancaman Team Orders dari Kubu Aprilia
Selain persaingan teknis di atas lintasan, isu mengenai team orders (perintah tim) mulai mencuat di paddock MotoGP. Dengan Jorge Martin memimpin klasemen dan rekan setimnya, Marco Bezzecchi, masih secara matematis berada dalam persaingan (meski tertinggal 46 poin), Aprilia berpotensi menggunakan strategi tim untuk mengamankan gelar.
Menanggapi hal tersebut, Alex Marquez meyakini bahwa kubu Ducati cepat atau lambat juga akan mempertimbangkan opsi serupa jika situasinya mendesak, meskipun saat ini fokus utama mereka masih membiarkan para pembalap bertarung secara bebas di setiap akhir pekan.
“Jelas sekali bahwa Aprilia memiliki gagasan yang cukup jelas… Saya pikir waktu itu akan tiba bagi Ducati untuk melakukan hal yang sama, tetapi masih terlalu dini,” pungkasnya.
Bagaimana kelanjutan duel sengit antara Marc Marquez dan Jorge Martin di sisa musim 2026 ini? Ikuti terus perkembangan berita dan analisis balap terbaru hanya di blog ini!





