Roda2makassar.com – Dunia MotoGP tengah dihebohkan dengan rencana perpindahan Grand Prix Australia ke sirkuit jalan raya Adelaide mulai tahun 2027. Keputusan kontroversial ini memicu reaksi emosional dari para pembalap, salah satunya dari bintang VR46 Ducati, Fabio Di Giannantonio.
Pembalap asal Italia tersebut secara tegas menyatakan bahwa Phillip Island adalah salah satu sirkuit legendaris yang seharusnya tidak pernah disentuh atau diubah dari kalender balap utama dunia.
Alasan Emosional Di Giannantonio Pertahankan Phillip Island
Bagi Di Giannantonio, Phillip Island menyimpan kenangan emosional yang sangat mendalam. Ia bahkan mengaku merasa sangat sedih dan menangis setiap hari saat menyadari bahwa akhir pekan ini bisa menjadi balapan terakhir di sirkuit ikonik tersebut.
“Ini adalah trek terindah di dunia, dan kenyataan bahwa mereka menghapusnya sungguh memilukan. Saya berharap mereka mempertimbangkan semua ini… bagi saya, ini adalah trek yang seharusnya tidak mereka sentuh,” ujar Di Giannantonio kepada para wartawan.
Sirkuit Phillip Island memiliki tempat spesial dalam karier Di Giannantonio, di mana ia sukses mengamankan podium MotoGP pertamanya pada musim 2023 lalu—sebuah hasil krusial yang menyelamatkan karier balapnya di kelas premier. Ia bahkan menyamakan karakter trek cepat dan mengalir ini dengan sirkuit legendaris di Formula 1, Monte Carlo.
Kontroversi Kalender MotoGP dan Masa Depan Trek Klasik
Keputusan MotoGP untuk memindahkan GP Australia ke Adelaide didorong oleh faktor politis serta kerja sama dengan Pemerintah Australia Selatan dan Liberty Media. Meskipun sirkuit baru di dekat pusat populasi dianggap sebagai bentuk kemajuan komersial, langkah ini dikhawatirkan dapat mengorbankan nilai historis kejuaraan.
Banyak pihak, termasuk para pembalap, menilai bahwa sirkuit-sirkuit legendaris seperti Phillip Island, Jerez, Le Mans, dan Mugello seharusnya masuk dalam kategori trek yang tak tergantikan. Para penggemar balap kini dibuat khawatir jika keberhasilan eksperimen sirkuit jalan raya Adelaide justru akan menjadi preseden buruk bagi masa depan sirkuit klasik lainnya di masa depan.



