Dimas Ekky Kembali Raih 5 Besar di CEV Moto2 seri Jerez

Para pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) tak pernah berputus asa dalam menghadapi 2 seri pamungkas balapan di benua Eropa pada ajang CEV International Championship. Di sirkuit Jerez, Spanyol (2/10), Dimas Ekky kembali mengulang prestasi terbaik yang dicetaknya pada CEV Moto2 European Championship seri Portimao, yaitu finish kelima. Di sirkuit yang sama, Andi Gilang terus berjuang menghadapi race pertama CEV Moto3 Junior World Championship dengan setup motor yang dirasa kurang sempurna dan berbuntut finish ke-25. Di race kedua, Andi mampu memperbaiki posisi dengan finish urutan 19.

Margono T, Andi Gilang dan koji Sugita

Margono T, Andi Gilang dan koji Sugita

Dimas Ekky memulai start dengan bagus pada CEV Moto2 European Championship. Pebalap Indonesia ini mampu melesat sempurna dan melewati 2 pebalap sekaligus dan langsung berada di posisi ketiga saat keluar tikungan pertama. Pebalap Astra Honda Racing Team ini menunjukkan kelasnya dan memberikan perlawan hebat di lap awal. Sayang, grip ban mulai berkurang dan ban terus spin karena kondisi aspal yang makin memanas. Dimas terus berjuang mempertahankan posisi keempat. Tapi, grip ban sudah tidak bisa kompromi dan motor susah dikendalikan, hingga akhirnya di tikungan terakhir lap terakhir Dimas terpaksa mengambil line balap melebar, sehingga dimasuki pebalap lain. Dimas hanya terpaut 0,2 detik dan finish urutan kelima, prestasi terbaik yang diraihnya di musim ini.

Mr. koji Sugita, Dimas Ekky, Margono T.

Mr. koji Sugita, Dimas Ekky, Margono T.

“Saya sangat senang dapat start dengan bagus dan melakukan lompatan dari posisi ke 5 menjadi 3. Saya coba bertahan di posisi 3, tapi Tetsuta (Nagashima) sangat cepat dan saya tidak bisa mengikutinya. Setelah 5 lap, saya mulai kehilangan grip pada roda belakang, tapi saya masih bisa bertarung di posisi 5 dan tetap berusaha meraih posisi 4. Di tikungan terakhir, saya mencoba bertahan tapi tidak bisa. Dengan hasil balap di seri ini, saya senang karena bisa belajar cara mengendalikan motor di kondisi yang sulit. Tim pun belajar banyak dari balapan race kedua ini,” ujar Dimas Ekky seusai balapan.

Sementara itu di kelas kejuraan CEV Moto3 Junior World Championship, Kondisi race pertama sangat tidak mengenakkan bagi Andi Gilang. Pebalap Indonesia ini kesulitan mengendalikan motornya sehingga tak bisa memberikan progress yang bagus selama balapan. Andi Gilang sudah berusaha maksimal, tapi tetap saja tidak bisa beranjak dari urutan 25. Kondisi race kedua lebih positif. Meski memulai start tidak sempurna, Andi bersaing ketat dengan 5 pebalap, beberapa kali Andi terlihat memimpin. Di lap terakhir, Andi mampu melewati 2 pebalap sekaligus dan finish ke-19.

“Race pertama sangat susah. Saat pagi, kondisi cuaca bagus, tapi saya belum merasa pas dengan beberapa sektor di lintasan, saya banyak kehilangan waktu di beberapa sektor hingga finish ke-25. Di race kedua, kami melakukan beberapa ubahan di motor berdasarkan data dari race pertama, hasilnya saya merasa cukup nyaman. Akhirnya finish ke-19 dan sisi positifnya, saya merasa lebih percaya diri setelah menghadapi race dua ini,” ujar Andi Gilang.

General Manager Marketing Planning and Analysis PT Astra Honda Motor (AHM) mengungkapkan kegigihan Dimas Ekky dan Andi Gilang bertarung dengan para pebalap dari berbagai benua di CEV International Championship merupakan bagian dari upaya kedua putra bangsa ini untuk mempersembahkan kebanggaan tertinggi bagi Indonesia melalui ajang balap bergengsi ini. Prestasi yang dicetak pada seri Jerez kali ini diharapkan akan semakin menguatkan kompetensi balap para pebalap binaan AHM untuk melangkah ke jenjang balap yang lebih tinggi.cev-dimas3

“Pertarungan kuat telah berhasil ditunjukkan pebalap Indonesia pada balapan di benua Eropa ini. Kami akan terus mendukung pencapaian prestasi tertinggi para putra bangsa binaan AHM untuk menyelesaikan seluruh seri CEV International Championship dengan pengalaman balap maupun prestasi terbaik yang bisa mereka capai,” ujar Indraputra.

Dengan hasil ini, Dimas Ekky tetap berada di ururtan 7 klasemen pebalap kelas Moto2 Kejuaraan Eropa dengan 66 poin. Sedangkan Andi Giland di urutan 27 dengan 4 poin. Seri pamungkas akan dihajat di Valencia, Spanyol, sebuah sirkuit berkelas dunia yang dihajat tanggal 20 November mendatang.

Advertisements

Bertarung dengan Pebalap MotoGP, Dimas Ekky Tempati Posisi 8 Besar Suzuka 8 Hours Endurance World Championship

Suzuka, Jepang – Pebalap Indonesia, Dimas Ekky Pratama, menunjukkan skill balap kelas dunia setelah berhasil menempati posisi 8 besar  di Suzuka 8 Hours Endurance World Championsip di sirkuit Suzuka, Jepang. Pertarungan ketat ditunjukkan Dimas Ekky di jajaran terdepan bersama pebalap MotoGP seperti Pol Espargaro dan Nicky Hayden.dimas1

Di bawah tim Satu HATI Honda Team Asia, Dimas berlaga bersama dengan rekan satu timnya dari Malaysia, Md Zaqhwan Zaidi di sirkuit Suzuka, Jepang (31/7). Sebelumnya, tim Satu HATI Honda Team Asia rencananya diperkuat oleh pebalap Rattapong Wilairot dari Thailand, namun kecelakaan menimpa Rattapong saat latihan bebas (28/7). Hal ini mengharuskan Dimas Ekky berjuang lebih keras lagi dengan hanya berduet bersama Zaqhwan Zaidi menaklukkan balapan yang sengit selama 8 jam secara bergantian.

Satu HATI Honda Team Asia berkompetisi dengan 68 tim balap internasional yang diperkuat para pebalap berprestasi tingkat dunia. Selain diikuti pebalap MotoGP seperti Pol Espargaro dan Nicky Hayden, Suzuka 8 Hours Endurance World Championship tahun ini juga diikuti pebalap World Superbike seperti Alex Lowes, M. Van Der Mark, Leon Haslam, serta pebalap-pebalap papan atas dari berbagai negara.

Berdasarkan hasil kualifikasi pada Jumat (29/7), Dimas Ekky menjadi pebalap pertama tim Satu HATI Honda Team Asia yang start dari posisi ke-11. Begitu balapan dimulai, Dimas menunjukkan semangat juangnya. Dia terus memacu motornya bergantian dengan rekan setimnya. Secara bertahap Posisinya terus naik hingga sempat menempati posisi 7 pada lap ke-22.  dimas2

Dimas Ekky secara konsisten terus menjaga kestabilan performa balapnya. Bahkan, pebalap kebanggaan Indonesia ini sempat menorehkan rekor posisi 5 besar ketika balapan telah berlangsung sekitar 2,37 jam. Dimas Ekky menyusul pebalap-pebalap di depannya dengan kecepatan hingga 278,9 km/jam dan menempatkan dirinya membalap di barisan terdepan bersama pebalap papan atas MotoGP dan World Superbike.

Balapan terus berlangsung dengan menegangkan dan diwarnai aksi susul menyusul antar pebalap, termasuk Dimas Ekky dan rekan setimnya yang mendapat perlawanan sengit dari para pebalap di posisi 10 besar. Suzuka 8 Hours Endurance World Championship 2016 berakhir setelah balapan berlangsung selama 8 jam 218 lap. Satu HATI Honda Team Asia mengakhiri balapan Suzuka 8 Hours Endurance World Championship 2016 di posisi 8.

Marketing Director PT Astra Honda Motor (AHM) Margono Tanuwijaya yang turut hadir menyaksikan performa pebalap binaannya mengungkapkan hasil yang dicapai Dimas Ekky melebihi ekspektasi perusahaan, mengingat dia harus bertarung dengan para pebalap kelas dunia yang turun di MotoGP maupun World Superbike.

“Pada awalnya kami hanya menargetkan posisi 10 besar. Untuk itu, strategi kami adalah menyiapkan Dimas Ekky sebagai bagian dari tim balap yang tidak hanya tangguh secara performa, namun juga memiliki kondisi mental maupun fisik yang kuat sehingga konsistensi dan kestabilan performa balapnya terus terjaga. Semoga prestasi ini menjadi bekal kuat bagi Dimas Ekky melangkah ke jenjang balap yang lebih tinggi hingga ke MotoGP,” ujar Margono sesaat setelah balapan selesai berlangsung.dimas3

Dalam Suzuka 8 Hours Endurance World Championship 2016, Dimas Ekky dan rekan setimnya mengendarai Honda CBR1000RR yang disiapkan langsung oleh Honda Motor Co. dengan dukungan teknis  dari Honda Racing Corporation (HRC).

“Senang sekali dengan hasil balapan hari ini. Kerjasama tim yang kuat serta rekan setim yang saling mendukung menjadi kunci kesuksesan kali ini. Meskipun sempat terjatuh saat latihan, saya berusaha tampil maksimal sepanjang balapan. Saya puas dapat masuk 8 besar dan menjadi tim balap Honda terbaik tahun ini,” ujar Dimas Ekky.

Merah Putih di 4 Hours Endurance Race

Sehari sebelumnya, pebalap Indonesia lainnya binaan AHM, Irfan Ardiansyah dan Rheza Danica Ahrens, berhasil memberikan kebanggaan tertinggi untuk Indonesia setelah mengibarkan bendera Merah Putih dari podium pertama kejuaraan ketahanan balap Suzuka 4 Hours Endurance Race. Di bawah naungan tim balap Astra Honda Racing Team, kedua pebalap yang baru pertama kali bertanding di kejuaraan balap ini menuntaskan 100 lap balapan selama 4 jam dengan mengendarai Honda CBR600RR.

“Melalui dua kejuaraan balap ini, kita sama-sama saksikan bersama performa balap para pebalap Indonesia mampu bersaing dan bahkan unggul di antara pebalap papan atas negara lain.  AHM akan terus menemani pebalap tanah air dengan pembinaan balap berjenjang terstruktur agar bisa menjadi salah satu pebalap MotoGP.”