Lorenzo resmi ke Ducati, rotasi pembalap bakal banyak berubah

Siang mas daeng.
Akhirnya simpang siur kontrak antara Ducati dengan Jorge Lorenzo berakhir sudah, kedua pabrikan sudah sama-sama mengumumkan hal ini, ducati sudah resmi meminang dengan durasi 2 tahun yaitu 2017-2018 dan Yamaha juga sudah memberikan ucapan terima kasih atas jasa JL selama bersama mereka.jorge-lorenzo-ducati-motogp-cDengan 3 kali juara dunia, Lorenzo sudah merasa cukup untuk beralih tunggangan, apalagi dengan gaji yang fantastis hingga mencapai 148 milyar rupiah. woww…

Nah, efek lain yang muncul dari kepindahan Lorenzo sendiri adalah kandidat penggantinya, jika tetap rider motogp saat ini dan pastinya akan seperti itu, efek dinamo akan muncul, tim lain kehilangan, tim lainya akan mencari pengganti. Berikut analisa R2M tentang Rotasi rider di atas motor tercepat di dunia ini.

Yang, pertama adalah kandidat pengganti Lorenzo, Yamaha sebenarnya punya 2 rider bidikan untuk M1, yang pertama adalah Maverick Vinales yang sekarang sedang naik daun di Suzuki, dan kandidat kedua adalah Alex Rins di moto2, Jika Vinales jadi masuk, maka Alex Rins akan mengisi 1 kursi di Tech3 yang di tinggal Bradl Smith. Di tech3 ini Alex rins akan dititip untuk digembleng dengan ancang-ancang menggantikan VR di 2019 mendatang. Kecuali Yamaha gagal mendatangkan Vinales, maka kemungkinan Alex Rins akan langsung masuk Factory.

Vinales masuk ke Yamaha, otomatis jok Suzuki akan kosong dan kandidatnya adalah Andrea Ianone yang kemungkinan besar akan di lepas oleh Ducati sendiri akibat kedatangan Lorenzo, disini Suzuki tidak punya banyak pilihan rider, kecuali merekrut pembalap baru dari Moto2, tapi kemungkinan kecil.vinalesGosip lain yang berhembus adalah kandidat teman setim Bradl Smith yang telah diikat oleh pabrikan baru KTM musim depan, nama yang mencuat adalah Dani Pedrosa, apakah akan menjadi kenyataan? kita tunggu sampai pertengahan musim kepastiannya.

Advertisements

Akhirnya Ianone mendapatkan Sanksi

Sore daeng bro sekalian. Race penuh drama kemarin ternyata masih belum berakhir, insiden antara kedua joki Ducati, Andrea Ianone dan Andrea Dovizioso telah menghasilkan suatu keputusan dari race direction.

Dalam insiden ini, race direction menjelaskan bahwa Ianone benar telah memaksakan diri untuk mendahului pembalap lain sehingga menyebabkan kontak dan berakibat negatif bagi pembalap lain. Adapun sanksinya adalah penurunan Grid Saat start di race mendatang sebanyak 3 tingkat dan mendapatkan 1 point penalti. 1 poin penalti ini bukan pengurangan point klasemen namun nanti akan diakumulasi untuk mendapatkan sanksi yang lebih berat.ianoneAdapun rekan setimnya, Dovizioso sangat kecewa dengan insiden ini dan merasa kecewa juga dengan tindakan ianone “Kami sudah berkerja keras selama dua tahun untuk menciptakan motor sebaik ini dan kehilangan poin dengan cara seperti ini benar-benar tak bisa diterima,” tutur Dovi.

Mudah mudahan bisa jadi pelajaran buat Ianone yang memang sangat bersemangat di tahun ini.