Kontes SMK 2018: Pembuktian Kualitas SMK Kelas Khusus Yamaha Setara dengan Yamaha Technical Academy

Roda2makassar.com – Yamaha Indonesia secara aktif dan konsisten mendukung perkembangan dunia pendidikan di Indonesia, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan melalui Program SMK Binaan Yamaha. Program tersebut juga merupakan CSR (Coorporate Social Responsibility) yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2003 hingga saat ini.

Program SMK Binaan Yamaha bertujuan mempersiapkan siswa dan siswi SMK siap pakai di dunia kerja dan kewirausahaan melalui standarisasi kurikulum Teknik & Bisnis Sepeda Motor sesuai dengan kurikulum Yamaha Technical Academy (YTA). Kurikulum ini tentunya selaras dengan perkembangan industri sepeda motor terkini sehingga mampu mengurangi kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia industri yang mengacu pada Standard Kompetensi Kerja Nasional Indonesia.

Yamaha juga mendonasikan mesin dan motor ke lebih dari 700 SMK Binaan Yamaha, dan  47 SMK diantaranya terpilih menjadi Kelas Khusus Yamaha yang mendapatkan support standarisasi Ruang Praktik, Peralatan Bengkel, dan Kurikulum Standar YTA.

Pada tanggal 5 Juli 2018, bertempat di Yamaha Flagshipshop Semarang, 47 SMK tersebut berkesempatan ambil bagian dalam ajang SMK Contest 2018 yang merupakan rangkaian acara ITGP (Indonesia Technician Grand Prix) 2018. Ajang ini jadi pembuktian “Link & Match” antara dunia pendidikan dan industri. Seperti slogan “SMK Bisa Hebat”, lulusan SMK bisa setara dengan lulusan YTA. Acara ini terasa istimewa karena bersamaan dengan perayaan ulang tahun Yamaha ke-63, 1 Juli kemarin.

“Program SMK Binaan Yamaha adalah bukti nyata kontribusi Yamaha Indonesia untuk Merah Putih Semakin di Depan dengan pelatihan teknologi otomotif Yamaha. pada kesempatan ini kami juga akan mengadakan peresmian Kurikulum SMK Kelas Khusus Yamaha terbaru Dengan kurikulum baru ini diharapkan SMK bisa mengikuti perkembangan industri sepeda motor terkini dan lulusannya siap bekerja di jaringan bengkel Yamaha maupun berwirausaha. Wirausaha bukan sekedar keterampilan, melainkan cara berpikir mencari jalan keluar beragam permasalahan. Hal ini perlu ditumbuhkembangkan sejak dini. ” M. Abidin, GM Aftersales Service & Motor Sport PT YIMM, menuturkan.

Dalam sambutan pembukaan SMK Kontes tersebut, Saryadi Guyatno, S.T., M.B.A., selaku Kepala Sub Direktorat Penyelarasan Kejuruan dan Kerja Sama Industri Direktorat Pembinaan SMK, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan “Lulusan SMK bukan hanya harus memiliki kompetensi teknik, tetapi juga harus didukung kewirausahaan, dan untuk itu diperlukan 4C, Creativity, Critical Thinking, Collaboration, Communication. Kontes SMK ini sebagai salah satu tolok ukur pencapaian kompetensi dalam mewujudkan Link and Match antara dunia Industri dan SMK”

Ada salah satu siswa SMK Kelas Khusus Yamaha yang ikut Kontes SMK pada tahun 2016 dan kemudian langsung bekerja sebagai teknisi. Tahun ini dia berhasil masuk menjadi finalis Indonesia Technician Grand Prix 2018. Hal ini merupakan pencapaian yang luar biasa. Ini adalah bukti nyata bahwa mekanik binaan Yamaha handal dan terpercaya.

Keberhasilan Yamaha ini adalah bukti bahwa lulusan SMK Kelas Khusus Yamaha sudah setara dengan lulusan Yamaha Technical Academy, dan siap bekerja di jaringan bengkel Yamaha maupun berwirausaha. Hal ini sejalan dengan jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) yang sekarang menjadi Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM). Mereka dituntut untuk semakin mandiri dengan membuka usaha sendiri.

Advertisements

AHM Gelar Kompetisi Teknik Sepeda Motor Honda 2017

Astra Honda Motor (AHM) menggelar kompetisi teknik sepeda motor bagi siswa SMK serta garda terdepan layanan purna jual yaitu para teknisi dan servisadvisorHonda melalui ajang Astra Honda Tehnical Skill Contest (AH-TSC) 2017. Melalui kompetisi ini, AHM berupaya menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang teknik sepeda motor untuk melayani masyarakat.

Gelaran AH-TSC 2017 menyasar generasi muda yang menjadi siswa SMK sebagai bagian upaya AHM berperan serta dalam menyiapkan tenaga kerja yang terampil, inovatif dan siap di dunia kerja yang semakin kompetitif di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Kompetisi untuk siswa SMK yang telah memasuki tahun ke-8 ini, diikuti sebanyak 23.272  orang peserta dari 652SMK yang mengiplementasikan Kurikulum Teknik Sepeda Motor (KTSM) Astra Honda. Proses seleksi berlangsung secara ketat di tingkat regional pada periode Maret-Juni 2017. Melalui ujian berbagai tahapan, terpilih sebanyak 36 siswa SMK terbaik dari seluruh Indonesia untuk menjalani kontes final di Jakarta. Final kompetisi dilaksanakan pada 1-2 Agustus 2017 di Astra Honda Training Center (AHTC), Jakarta. 

Pelaksanaan uji kompetensi para siswa SMK dilakukan secara tertulis maupun praktek. Pada sesi ujian tertulis, para peserta diuji pengetahuan terkait teknologi sepeda motor Honda. Pada sesi ujian praktek, para peserta dinilai keterampilannya terkait mesin, rangka, dan kelistrikan sepeda motor Honda. Selain itu, para siswa SMK juga ditantang kemahirannya dalam menggunakan Honda special tools dan perawatan sepeda motor yang meliputi pemeriksaan, pengukuran, serta penggantian parts.

General Manager Technical Service Division AHM Wedijanto Widarso mengatakan perusahaan ingin memperkuat perannya di bidang teknik sepeda motor melalui kompetisi untuk siswa SMK ini. Kompetisi ini diharapkan dapat membantu pemerintah menyiapkan generasi muda yang siap bersaing dengan perkembangan teknologi mesin sepeda motor di Indonesia.

“Kami ingin kompetisi ini dapat memberi kesempatan kepada siswa SMK untuk meraih mimpi serta cita-cita mereka di bidang teknik sepeda motor,” ujar Wedijanto.

Ketua Program Pendidikan Satu Hati Ahmad Muhibbuddin menambahkan kontes teknik bagi siswa SMK ini merupakan bagian dari pendekatan komprehensif yang disiapkan AHM dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di industri roda dua melalui implementasi Kurikulum Teknik Sepeda Motor (KTSM) Astra Honda di SMK binaan.

Selain menguji keterampilan siswa SMK lewat kontes ini, AHM juga menyiapkan standardisasi bengkel tempat praktik siswa, mefasilitasi praktek kerja industri di bengkel resmi Honda, melatih dan mensertifikasi keahlian guru pengajar, hingga memberikan donasi motor dan peralatan perbengkelan.

“Kami memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kualitas SMK binaan dan outputnya. Karena itu, dari hulu ke hilir kami berusaha menjaga proses peningkatan kualitas pendidikan vokasi ini agar dapat melahirkan tenaga terampil yang berkualitas dan berdaya saing,” ujar Muhibbuddin yang juga sebagai Deputy Head of Corporate Communication AHM.

Tiga siswa SMK terbaik dalam AH-TSC 2017 mendapat apresiasi dari AHM yaitu beasiswa penuh untuk menempuh pendidikan di Politeknik Manufaktur Astra dan  uang tunai sebesar Rp 8.000.000,- untuk Juara I,  uang tunai sebesar Rp 5.000.000,- untuk juara II, dan uang tunai sebesar Rp 3.000.000,- untuk Juara III. AHM juga memberikan apresiasi uang tunai sebesar Rp 1.000.000,-  kepada seluruh siswa SMK yang berhasil lolos seleksi AH-TSC 2017 hingga tingkat nasional.  Seluruh finalis siswa SMK ini juga berkesempatan mengikuti ujian saringan masuk Politeknik Manufaktur Astra secara gratis.

Teknisi dan Service Advisor Honda

Selain menguji kompetisi teknik para siswa SMK, AHM bekerja sama dengan jaringan main dealer Honda turut menggelar AH-TSC 2017 bagi para teknisi dan servis advisor Honda. Kompetisi ini merupakan tahap final dari dua rangkaian kegiatan seleksi yang telah dilaksanakan di masing-masing daerah pada periode Januari – Juni 2017.

AH-TSC 2017 untuk para teknisi dan servis advisor Honda telah memasuki tahun penyelenggaraan yang ke-24. Setiap tahunnya, materi kompetisi ini selalu diperbaharui guna memastikan layanan purna jual terbaik para garda terdepan bengkel resmi Astra Honda Authorized Service Station (AHASS) untuk konsumen Honda sesuai perkembangan teknologi sepeda motor Honda.

AH-TSC 2017 untuk para teknisi dan servis advisor Honda diadakan dalam 2 kategori peserta, yaitu kategori AHASS Non Main Dealer Service Center (Non MDSC) atau perorangan serta kategori AHASS Main Dealer Service Center (MDSC) atau kategori berkelompok, dimana untuk kategori AHASS MDSC diselenggarakan setiap 2 tahun sekali.

Pada ketegori AHASS Non MDSC, tahap seleksi di tingkat regional dikuti 14.037 teknisi dan 1.581 servis advisor. Setelah melewati tahap rangkaian pertama, tersaring jumlah peserta yang terdiri dari 27 teknisi dan 27 servis advisor untuk bersaing pada tingkat nasional. Sedangkan pada kategori AHASS MDSC, tersaring sebanyak 54 peserta yang terdiri dari 27 kelompok, dimana setiap kelompok terdiri dari 1 orang teknisi dan 1 orang servis advisor.

Materi uji bagi para peserta teknisi serta servis advisor terdiri dari uji tertulis dan praktik. Teknisi diuji analisa sistem kelistrikan, rangka, mesin dan PGM-FI serta penggunaan Honda spesial tools. Sedangkan materi untuk servis advisor diperluas dengan uji pengetahuan produk dan teknologi sepeda motor Honda, serta dinilai dari sisi praktek melayani konsumen. Materi ujian ini diberikan untuk memastikan konsumen mendapat pelayanan terbaik dari servis advisor Honda yang menjadi konsultan teknis di AHASS.

Teknisi dan servis advisor terbaik di kategori AHASS Non MDSC dalam kompetisi AH-TSC 2017 tingkat nasional berhak mendapatkan satu unit sepeda motor. Sedangkan pada kategori AHASS MDSC, peserta terbaik berhak membawa pulang uang tunai Rp 10.000.000,-. Teknisi dan servis advisor terbaik AH-TSC 2017 berkesempatan untuk mewakili Indonesia dalam ajang Asia Oceania Technical Contest 2018.

“Tahun ini kami membuka kesempatan bagi pemenang di seluruh kategori untuk turut serta berkompetisi sebagai perwakilan Indonesia dalam kompetisi teknik Asia Oceania Technical Contest yang akan diselenggarakan pada tahun depan,” tutup Wedi.

Baca juga

AHM Lanjutkan Penguatan Pendidikan Vokasi Industri, Kini Miliki 647 SMK Binaan

PT Astra Honda Motor (AHM) melanjutkan penguatan pendidikan vokasi industri melalui kerjasama dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbasis kompetensi sesuai kebutuhan industri. Kerjasama pembinaan SMK kali ini membidik SMK wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta.

Berbekal pembinaan AHM terhadap 647 SMK di 30 Provinsi melalui implementasi program Kurikulum Teknik Sepeda Motor (KTSM) Astra Honda, Kemenperin menggandeng AHM untuk bersama-sama meningkatkan sumber daya manusia terampil melalui pendidikan kejuruan dan vokasi yang kuat di Tanah Air. Sejak tahun lalu, AHM bersama Kemenperin mengembangkan SMK Pilot Project di berbagai provinsi, yaitu DKI Jakarta, Banten, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, dan kini memasuki provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. 

Direktur Engineering, Production, and Procurement AHM David Budiono (kiri) secara simbolis menyerahkan bantuan berupa sepeda motor dan special tools kepada perwakilan 15 SMK yang melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Industri dan SMK dalam acara Peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah

Bentuk kepercayaan pemerintah kepada AHM ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara AHM sebagai pelaku industri dengan 15 SMK wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Penandatanganan ini dilakukan dalam rangkaian acara Peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri Kementerian Perindustrian di Semarang, Jawa Tengah (21/04) yang disaksikan langsung oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Dalam acara ini AHM juga memberikan bantuan berupa 1 (satu) unit sepeda motor dan special tools kepada 15 SMK yang akan menjadi sekolah Mitra binaan AHM. Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan oleh Direktur Engineering, Production, and Procurement AHM David Budiono kepada salah satu SMK perwakilan yang baru saja menjadi sekolah binaan AHM.

Ketua Program Pendidikan Satu Hati AHM Ahmad Muhibbuddin mengatakan pengembangan SMK berbasis kompetensi oleh Kemenperin bersama industri dan Kementerian terkait ini merupakan kelanjutan dari implementasi Instruksi Presiden (Inpres) No. 9 Tahun 2016 mengenai Revitalisasi SMK yang sebelumnya sudah dimulai oleh Kemenperin pada tahun lalu.  

“Kami berkomitmen untuk memperkuat pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia melalui penerapan Kurikulum TSM Astra Honda di SMK yang tahun ini sudah memasuki tahun ketujuh. Kami yakin jika dikelola dengan baik, SMK akan mampu melahirkan generasi muda terampil yang dibutuhkan industri.”

Saat ini, implementasi KTSM Astra Honda sudah dijalankan di 647 SMK yang tersebar di 30 Provinsi di Indonesia. Sebagai upaya mendorong kompetensi SMK binaannya, AHM juga mengembangkan konsep  SMK sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang berwenang mengukur dan memvalidasi kompetensi siswa sebelum mereka memasuki dunia industri. Saat ini tercatat ada 56 SMK yang telah menjadi SMK TUK KTSM Astra Honda.

Dalam mengimplementasikan KTSM Astra Honda di wilayah Provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, AHM berkerjasama dengan Main Dealer Honda Jawa Tengah Astra Motor Semarang dan Main Dealer Honda Yogyakarta Astra Motor Yogyakarta. Saat ini total SMK Binaan Honda di Jawa Tengah sudah mencapai 82 SMK yang tersebar dsi 34 Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah. Sementara itu, untuk wilayah DI Yogyakarta total SMK Binaan Honda mencapai 14 SMK yang sudah tersebar di seluruh Kabupaten dan Kota di DI Yogyakarta.