Pecahkan Rekor, Dimas Ekky Kibarkan Merah Putih Race 1 CEV Moto2 Catalunya 2017

Siang reader sekalian.
Kabar yang sangat menggembirakan bagi dunia otomotif tanah air pemirsa, CEV Repsol yang merupakan salah satu jenjang karir terbaik menuju motoGP ini memang pantas untuk dinantikan beritanya, apalagi dengan adanya rider Indonesia yang ikut yaitu Dimas Ekky yang berlaga dikelas Moto2 dan Andi Gilang dikelas Moto3.

Dari ajang tersebut yang sudah memasuki seri 2 untuk kelas moto2, akhirnya Bendera Merah putih bisa berkibar dipodium melalui pebalap binaan Astra Honda Racing Team Dimas ekky yang pada sesi kualifikasi hari sebelumnya berhasil meraih posisi ke 3 dan start dibarisan terdepan race minggu kemarin.

Awal race 1 memang cukup menegangkan, Dimas harus merosot ke posisi 7 hingga 3 lap berikutnya baru bisa merengsek keposis 5, disini dimas Ekky harus bertahan cukup lama hingga lap ke 10 dan lap ke 12 baru bisa bertarung memperebutkan posisi ke 3 yang cukup sengit.

Namun dengan kerja keras, 2 lap terakhir Dimas Ekky bisa sedikit menjauh dari rombongan  dan berhasil mempertahankan posisi podium.

Hasil dari kerja keras AHRT serta support AHM akhirnya bisa berbuah manis, penjenjangan yang telah lama diinisiasi ini memang tidak akan membohongi hasil.

Selamat Dimas Ekky, Selamat AHRT, Selamat AHM.

Baca juga

Iklan

Andi Gilang dan Dimas Ekky Siap Hadapi Sulitnya Sirkuit Catalunya Minggu ini

Pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) Andi “Gilang” Farid Izdihar dan Dimas Ekky Pratama akan berjuang menaklukkan sulitnya sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol pada ajang balap CEV International Championship (17-18/6). Desain sirkuit Catalunya yang dirubah sejak tahun lalu memberikan tantangan tersendiri bagi dua pebalap Tanah Air ini dalam upayanya mengulangi raihan hasil terbaik yang ditorehkan pada seri pertama.

Andi Gilang dan Dimas Ekky akan kembali beraksi sebagai pebalap Indonesia satu-satunya di ajang balap Eropa yang melahirkan banyak pebalap papan atas dunia ini. Pengalaman berharga balapan di sirkuit Catalunya tahun lalu memberi bekal penting bagi perjuangan tahun ini. Raihan bagus saat latihan dan kualifikasi, serta problem teknis yang melanda sampai dengan terjatuh di lintasan mewarnai perjalanan mereka pada CEV International Championship yang diikutinya tahun lalu.

Andi Gilang

Musim lalu, Dimas Ekky yang bertarung di kelas CEV Moto2 European Championship terjatuh dan tidak bisa melanjutkan balap pertama. Meskipun demikian pada balap kedua, Dimas berhasil membangkitkan kembali semangatnya dan berhasil merebut posisi ke 8 pada balapan kedua CEV Moto2 European Championship.

“Saya bertekad menaklukkan sirkuit Catalunya pada CEV tahun ini. Pengalaman tahun lalu sangat membantu untuk memaksimalkan pemahaman saya akan karakter sirkuit ini. Saya sudah latihan keras selama jeda dari seri pertama kemarin di Albacete. Saya harap di sirkuit ini saya bisa mempersembahkan balapan yang membawa kebanggaan bagi bangsa,” ujar Dimas Ekky.

Hal yang sama juga dialami oleh Andi Gilang pada tahun lalu. Andi Gilang yang membawa nama Indonesia di kelas CEV Moto3 Junior World Championship sempat terjatuh namun tetap berhasil menyentuh garis finish di posisi ke 17 dengan kondisi badan sakit akibat terjatuh cukup serius di balap pertama. Pada gelaran yang sama tahun ini di sirkuit Le Mans lalu, Andi Gilang pun sempat terjatuh dan mengalami cedera tangan kiri sehingga tidak dapat melanjutkan jalannya balapan. Namun pebalap hasil tempaan Astra Honda Racing School ini menunjukkan kemajuan yang baik pada proses pemulihan cederanya.

Dimas Ekky

“Kondisi tangan saya sudah membaik. Saya yakin bisa maksimal di Catalunya nanti. Tidak ikut di seri kedua membuat saya harus bekerja lebih keras lagi untuk merebut poin lebih banyak. Saya mohon doanya sehingga saya bisa memberikan hasil terbaik,” ujar Andi Gilang.

General Manager Marketing Planning & Analysis Division PT Astra Honda Motor (AHM) Agustinus Indraputra menatap optimis ajang balap tertinggi yang diikuti oleh pebalap AHRT di ajang CEV International Championship dan yakin usaha keras mereka akan membuahkan hasil.

“Kesiapan mental, semangat juang, serta performa balap mereka terus menunjukkan kemajuan. Pengalaman buruk di lintasan balap pun tidak membuat mereka patah semangat dan menjadikannya menjadi titik balik pembelajaran untuk seri-seri berikutnya. Melihat hal ini, kami optimis para pebalap Astra Honda Racing Team ini mampu melanjutkan upayanya memberikan kebanggaan untuk bangsa dan membuktikan pebalap Indonesia tidak bisa lagi dipandang sebelah mata,” ujar Indraputra.

Gelaran CEV Moto2 European Championship dan CEV Moto3 Junior World Championship akan diadakan pada akhir pekan ini (17-18/6) di Catalunya, Barcelona.

Berikut jadwal balap CEV International Championship seri Catalunya, Barcelona :

Sabtu, 17 Juni 2017

CEV Moto2 European Championship

Kualifikasi 1         : 16.35 WIB

Kualifikasi 2         : 18:50 WIB

CEV Moto3 Junior World Championship

Kualifikasi 1         : 15.35 WIB

Kualifikasi 2         : 19.40 WIB

Minggu, 18 Juni 2017

CEV Moto2 European Championship

Race 1                   : 17.00 WIB

Race 2                   : 20.00 WIB

CEV Moto3 Junior World Championship

Race 1                   : 16.00 WIB

Race 2                   : 19.00 WIB

Baca juga

CEV Moto2 Albacete, Start Posisi 3, Dimas Ekky Finish ke 6

Sore pembaca sekalian.
Pada kelas moto3 CEV Repsol seri Albcete 30 April 2017 kemarin, dimana Andi Gilang bisa meraih posisi 5 besar, di kelas moto2 yang 1 tingkat diatasnya ada pebalap AHRT lain yang bertarung dengan para pebalap dunia lainnya. Siapa lagi kalau bukan Dimas Ekky Pratama yang turun dengan menggunakan sasis Kalex.

Mr. koji Sugita, Dimas Ekky, Margono T.

Start dari posisi 3 atau front row, Dimas Ekky pada lap-lap awal bisa bersaing di barisan depan namun pada lap ke 11, dia harus turun ke posisi ke 6 setelah dilewati oleh Steven Odendaal dari Rusia, yang kemudian posisi ini bertahan sampai race selesai.

Seri pertama ini mengantarkan wakil asia lainnya yaitu Hafizh Syahrin yang bernaung dibawah tim Petronas Raceline Malaysia menjadi juara pertama disusul oleh pebalap Spanyol Hector Garzo dan Augusto Fernandes di posisi 2 dan 3.

Berikut hasil lengkap seri pertama FIM CEV Repsol Albacete Spanyol 2017.

Dimas Ekky dan Andi Gilang Targetkan Start Dari Baris Terdepan di Seri Perdana CEV

Dua pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT), Dimas Ekky Pratama dan Andi Farid Izdihar atau Andi Gilang, bertekad memulai seri perdana CEV International Championship 2017 dari baris terdepan di sirkuit Albacete, Spanyol (29-30/5). Untuk mewujudkan tekadnya ini, dua pebalap muda ini semakin giat memperkuat persiapan fisik dan pematangan skill balap.

Gelaran CEV International Championship menjadi momen penting bagi pebalap Indonesia binaan PT Astra Honda Motor (AHM) seiring dengan tekad kuat Dimas Ekky Pratama yang akan bertarung di kelas Moto2 CEV European Championship dan Andi Gilang di kelas Moto3 CEV Junior World Championship. Keduanya bertekad mempersembahkan podium perdana bagi Indonesia dengan memulai start dari baris terdepan.

Pertempuran pebalap-pebalap terbaik dari negara-negara lintas benua akan dimulai di sirkuit Albacete, Spanyol yang merupakan sirkuit terpendek yang digunakan sepanjang gelaran CEV International Championship. Kendati jaraknya hanya 3.550 meter, sirkuit ini menghadirkan tantangan kombinasi tikungan cepat dan lambat yang tidak mudah.

Menghadapi seri perdana tersebut, Dimas Ekky dan Andi Gilang mempelajari secara detail setiap tantangan di lintasan dan tikungan yang akan dihadapi saat balapan di sirkuit Albacete, Spanyol. Beragam latihan khusus dijalani baik di dalam sirkuit maupun di trek khusus untuk memperkuat performa dan ketahanan fisik, pengendalian motor di berbagai kondisi sirkuit, serta skill balap menghadapi ketatnya persaingan dengan pebalap negara lain yang didominasi pebalap Eropa.

“Saya bersemangat sekali untuk menaklukkan sirkuit Albacete pada gelaran perdana CEV International Championship tahun ini. Berbekal pengalaman tahun lalu di mana saya dapat finish keenam di sirkuit ini dan beragam latihan intens yang saya jalani tahun ini di Eropa, saya optimis dapat mencetak prestasi lebih baik lagi minggu ini,” ujar Dimas Ekky.

“Saya bertekad mengulang kesuksesan balapan di sirkuit ini dengan start dari posisi kedua. Tentunya tetap tak mudah mengingat kompetisi di kelas CEV Moto3 Junior World Championship sangat ketat. Perbedaan sepersekian detik sangat berpengaruh pada posisi setiap pebalap. Saya akan berusaha sekuat tenaga mempersembahkan debut balapan yang membanggakan untuk Indonesia di benua Eropa ini,” ujar Andi Gilang.

General Manager Marketing Planning and Analysis Division AHM Agustinus Indraputra mengatakan kedua pebalap Indonesia binaannya saat ini tengah menjalani program pelatihan fisik dan teknis secara intens di Eropa untuk memaksimalkan performa dan ketahanan balapnya. Dukungan AHM untuk mengantarkan prestasi pebalap Indonesia akan terus ditingkatkan seiring peningkatan kompetensi para pebalap Tanah Air.

“Dimas Ekky dan Andi Gilang merupakan dua pebalap terbaik Indonesia yang siap mengharumkan nama bangsa di benua Eropa. Kami berharap dukungan berupa latihan secara intens di Eropa menjelang balapan dapat semakin memaksimalkan performa mereka menghadapi seri perdana CEV International Championship,” ujar Indraputra.

Margono T, Andi Gilang dan koji Sugita

Dimas Ekky dan Andi Gilang merupakan pembalap berpengalaman dalam ajang balap CEV International Championship. Tahun lalu, Dimas Ekky start dari posisi ke-8 kelas CEV Moto2 European Championship dan berhasil finish pada posisi ke-6 dengan catatan waktu 31.28:611 detik.  Sementara Andi Gilang berhasil memulai balapan dari posisi kedua CEV Moto3 Junior World Championship. Namun sayang pada lap ke-14, pebalap asal Bulukumba, Sulawesi Selatan ini harus mengakhiri balapan karena terjatuh. Melalui program pelatihan intensif yang dilakukan tahun ini, dua pebalap Indonesia ini akan tampil maksimal dan meningkatkan prestasi balapnya di sirkuit Albacete, Spanyol.

Gelaran seri perdana CEV International Championship Moto2 European Championship dan Moto3 Junior World Championship akan dilehat pada tanggal 30 April 2017 mulai pukul 17:45 WIB  di sirkuit Circuito de Albacete, Spanyol.

Dimas Ekky dan Andi Gilang Siap Kibarkan Merah Putih di Balap Eropa

Pebalap Indonesia yang tergabung dalam Astra Honda Racing Team (AHRT), Dimas Ekky Pratama dan Andi Farid Izdihar atau yang biasanya dikenal sebagai Andi Gilang, melanjutkan kiprahnya menghadapi musim kompetisi berkelas dunia untuk berlaga bersama puluhan pebalap terbaik lintas benua dalam ajang balap CEV International Championship 2017. Keduanya bertekad meraih podium dan mengibarkan bendera Merah Putih kebanggaan bangsa untuk pertama kalinya di sirkuit benua Eropa.

Dimas Ekky

Dua pebalap yang diturunkan PT Astra Honda Motor (AHM) ini merupakan satu-satunya pebalap Indonesia di setiap kelas yang diikuti. Dimas Ekky Pratama akan bertarung di kelas CEV Moto2 European Championship sementara Andi Gilang bersiap menghadapi ketatnya persaingan di kelas CEV Moto3 Junior World Championship. CEV International Championship menjadi ajang balap penting bagi keduanya sebelum bisa bertanding di ajang balap tertinggi MotoGP yang telah mencetak pebalap kelas dunia seperti Marc Marquez.

Untuk bisa berlaga di musim ini melawan pebalap-pebalap tangguh Eropa dan negara-negara lain, Dimas Ekky dan Andi Gilang menempa diri selama 5 bulan di Barcelona, Spanyol. Keduanya menjalani serangkaian program latihan fisik dan teknik balap secara intens menyesuaikan kebiasaan para pebalap internasional. Program latihan fisik difokuskan untuk meningkatkan endurance, keseimbangan dan menjaga kebugaran selama kompetisi. Sedangkan untuk memperdalam teknik balap, Dimas Ekky dan Andi Gilang akan berlatih secara intens di lintasan sirkuit Eropa yang digunakan untuk kompetisi CEV International Championship maupun kejuaraan balap MotoGP. Pencetak pebalap tangguh MotoGP, Alberto Puig, juga turun langsung untuk mendampingi Andi Gilang dalam CEV Moto3 Junior World Championship agar dapat mencetak prestasi membanggakan. Alberto Puig merupakan mantan pembalap GP500 yang turut berperan mencetak pebalap-pebalap MotoGP, seperti Dani Pedrosa.

Andi Gilang

General Manager Marketing Planning & Analysis Division AHM Agustinus Indraputra menyatakan komitmen kuatnya dalam mendukung prestasi anak bangsa di dunia balap hingga ke ajang balap tertinggi MotoGP. Saat ini, dua pebalap binaannya Dimas Ekky dan Andi Gilang telah menapaki jenjang balap tertinggi yang pernah diikuti pebalap Indonesia, yaitu CEV International Championship. Harapannya, seluruh masyarakat Indonesia dapat segera melihat langsung aksi pebalap Indonesia bersama pebalap-pebalap terbaik dunia dalam ajang balap tertinggi, MotoGP.

“Kami akan memastikan perjuangan putra bangsa melaju di arena balap MotoGP tidak hanya berhenti sekedar mimpi. Kami akan terus dukung prestasi-prestasi pebalap berbakat Tanah Air untuk menjadi kebanggaan bangsa di berbagai ajang balap internasional melalui program penjenjangan balap AHM yang secara konsisten digelar. Dimas Ekky dan Andi Gilang telah berhasil menaklukkan berbagai tahapan penjenjangan balap tersebut dan tinggal selangkah lagi menuju MotoGP. Kami harap perjuangan keduanya berlanjut dengan prestasi membanggakan di CEV International Championship tahun ini,” ujar Indraputra.

Berbekal pengalaman membalap di CEV International Championship tahun lalu, Dimas Ekky dan Andi Gilang bertekad meningkatkan prestasi balapnya. Di kelas CEV Moto2 European Championship tahun lalu, Dimas Ekky berhasil melipatgandakan prestasinya dibanding tahun sebelumnya dengan finish 5 besar di dua seri yaitu di sirkuit Jerez, Spanyol dan Portimao, Portugal. Bersaing dengan pebalap yang didominasi berasal dari negara Eropa, tahun lalu Dimas Ekky mampu menempati posisi 7 besar kelasemen akhir dengan poin 66.

“Saya belajar banyak dari pengalaman dua tahun di CEV Moto2 European Championship. Tahun ini fokus saya memperbaiki semua kekurangan pada balapan sebelumnya dengan memperkuat pemahaman terkait karakter sirkuit dan kekuatan fisik menghadapi tangguhnya lawan-lawan balap saya yang tentunya juga akan semakin meningkat skill balapnya tahun ini. Mohon dukungan seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Dimas Ekky.

Pebalap muda Andi Gilang pun telah berhasil menunjukan potensinya pada keikutsertaan pertamanya di CEV Moto3 Junior World Championship tahun lalu. Saat balapan di sirkuit Albacete, Spanyol, Gilang mampu mencatat waktu kedua tercepat saat kualifikasi dan memulai start dari barisan terdepan. Sayang sekali, Gilang terjatuh di lap terakhir saat berjuang di barisan depan dan membuatnya kehilangan poin yang sudah di depan mata. Tidak patah semangat, Gilang pun akhirnya mampu mendapatkan poin pertamanya di sirkuit Portimao, Portugal dengan menyelesaikan balap pada posisi ke 12.

“Saya tak akan lupa semangat dan kebanggaan luar biasa saat bisa mulai balapan dari baris terdepan di posisi kedua. Sayang saat itu saya tidak bisa finish. Namun momen itu menjadi pemacu semangat tertinggi saya untuk mengulangnya kembali tahun ini dan tentunya dapat finish di podium. Saya ingin mempersembahkan bendera Merah Putih pertama kalinya untuk Indonesia. Saya akan berjuang lebih keras lagi di musim balap tahun ini,”ujar Andi Gilang.

CEV International Championship akan digelar sebanyak 7 seri untuk CEV Moto2 European Championship dan 8 seri untuk CEV Moto3 Junior World Championship yang akan diadakan pada Albacete (30/4), Le Mans (20/5) untuk kelas Moto3, Barcelona (18/6), Valencia (9/7), Estoril (23/7), Jerez (17/9), Aragon (8/10) dan Valencia (19/11).

Baca juga

Kebanggaan Makassar Latihan Keras di Astra Honda Racing Team

Dua pebalap Indonesia yang bertarung di Eropa butuh persiapan matang untuk menjadi lebih kuat dan bisa bersaing dengan pebalap-pebalap lainnya di kelas mereka. Andi Gilang, pebalap Moto3 Junior World Championship dan Dimas Ekky pebalap Moto2 Kejuaraan Eropa telah menjalani latihan fisik yang benar-benar berbeda untuk mendapatkan kebugarannya, mereka tahu betul bahwa training itu menjadi bagian terpenting untuk meningkatkan stamina dan membuatnya bisa menandingi lawan.andi-gilang1

Pealtihan penuh membantu para rider untuk mengatur kebugaran mereka dan fokus memperkuat otot yang diperlukan bagi seorang pebalap motor. Seorang pebalap wajib mengembangkan kuatan isometric untuk bisa menguasai motor dan mengontrolnya ketika akselerasi, pengereman dan berbelok. Keseimbangan diperlukan bagi seorang pebalap untuk mengontrol motor dengan posisi badannya, mengontrol reaksi mesin yang cepat sekali berubah, padahal hanya didukung dengan 2 roda. Satu hal lagi yang krusial adalah melatih ketahanan. Para pebalap harus mampu melewati balapan yang sangat panjang dengan gerakan yang berulang-ulang dan harus bisa menyentuh garis finish. Dengan pelatihan yang benar, membantu melindungi otot mereka dari capek atau cedera, dan bekerja efisien selama melewati balapan yang panjang atau pengulangan gerakan badan di balapan.

Andi Gilang: “Ketika saya tidak di sirkuit Saya bekerja melatih fisik”andi-gilang2

Andi Gilang meninggalkan rumah dan keluarganya di Makassar untuk tinggal di Jakarta, Ibukota Indonesia, ini dilakukan untuk mendekati fasilitas kebugaran untuk mendapatkan performa fisik yang optimal. “Saya tinggal sendiri di Jakarta tapi sebagain besar watku saya tidak di rumah, tapi di tempat training. Kami menghabiskan banyak waktu di sirkuit ketika saya menjalani latihan di Sentul. Biasanya, mulai jam 9 pagi sampai 5 sore, dan kami melakukannya 2 sampai 3 kali dalam seminggu. Ketika saya tidak di sirkuit, saya bekerja melatih fisik”. Inilah gaya hidup seorang Andi Gilang, dan tentu saja dia sangat menyukai latihan keras di Sentul dengan motornya, tempat dimana Astra Honda Racing Team mempersiapkannya untuk menghadapi kompetisi.

Meskipun dia tahu pentingnya latihannnya fisik, toh Andi tidak merasa nyaman dengan latihan fisik di gym dan lebih senang dengan olahraga di luar ruangan. “Kalau tidak sedang bersepeda gunung, saya memilih berlari atau menggunakan sepeda balap. Saat bersepeda saya bisa menghabiskan waktu dua sampai 3 jam di atas sepeda. Hal ini membantu saya lebih bugar dan menjelajahi tempat-tempat di Jakarta yang belum saya ketahui. Saya selalu mencona tempat-tempat yang baru,” ujar Andi Gilang.

Dimas Ekky: “Kamu harus menemukan latihan yang tepat untuk menghindari cedera”

Andi Gilang, pebalap debutan musim ini di Moto3 Junior World Championship, dan Dimas Ekky memasuki tahun keduanya di Moto2 Kejuaraan Eropa, mengkombinasikan beberapa latihan yang berbeda untuk menghadapai balapan. Selain training di atas motor di Sentul International sirkuit untuk meningkatkan skill berkendaranya dengan Astra Honda Racing Team, juga ditambahi dengan training yang lebih komplet dan dengan dispilin yang tinggi. Lari, bersepeda, berenang dan banyak lagi olahraga lainnya untuk mempersiapkan fisiknya menghadapi tantangan di FIM CEV. Latihan di pusat kebugaran menjadi tempat penting untuk persiapan pelatihannya. “Saya banyak berlatih di gym dengan dibantu trainer pribadi. Kamu harus menemukan pelatihan yang tepat untuk menghindari cedera, dan dia banyak membantu saya. Saya melakukannya pagi dan siang hari dalam beberapa hari,” kata Dimas Ekky. Pebalap berusia 23 tahun ini tahu betul pentingnya pelatihan yang benar untuk meraih tujuan.cev dimas

Dimas Ekky sudah menemukan cara untuk dapat lebih menikmati pelatihan fisiknya. “Saya melatih ketahanan dengan berlari jarak jauh. Saya bergabung dengan sebuah klub lari di Jakarta dan sejak itu saya seirng mengikuti kejuaraan berlari. Saya sudah mengikuti lomba lari 5, 10 dan 20 kilometer dan saya sudah menyelesaikan lomba lari marathon dan triathlon. Dengan mereka saya tidak hanya latihan, tapi juga mendapatkan kesenangan”. Dimas Ekky mengaku bakal mengikuti kompetisi tersebut untuk melatih ketahanan, hanya saja saat ini dia fokus di kejuaraan Moto2 Eropa.

Andi Gilang dan Dimas Ekky terus melatih fisik untuk mengejar mimpinya di dunia balap motor dan meraih juara dunia di masa mendatang. Para pebalap Astra Honda Racing Team ini sudah menemukan langkah yang tepat dan dengan kerja kerasnya, sudah mendekatkan diri ke mimpinya. Saat ini, mereka masih harus bertarung untuk meningkatkan prestasinya di Moto3 Junior Wolrd Championship dan di Moto2 Kejuaraan Eropa.

Astra Honda Racing Team Mendulang Sukses Besar di ARRC sentul 2016

Pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) Gerry Salim dan Muhammad Febriansyah sukses membuat lagu Indonesia Raya tiga kali di ajang Asia Road Racing Championship (ARRC) di Sentul International Circuit (6-7/8), Bogor setelah meraih podium pertama di kelas supersport 600 CC dan kelas Asia Dream Cum (ADC).

Gerry Salim berhasil meraih posisi pertama sekaligus di dua race kelas Supersports 600cc diikuti oleh Dimas Ekky yang  meraih podium kedua di race pertama dan podium ketiga di race kedua. Prestasi gemilang tim AHRT ini semakin sempurna dengan podium pertama di kelas ADC yang dipersembahkan oleh Muhammad Febriansyah.arrc sentul

Dominasi kuat pebalap tanah air binaan AHRT ini terlihat sejak sesi latihan (5/8) dan kualifikasi (6/8) serta saat balap berlangsung (6-7/8). Tampil di hadapan pecinta balap Tanah Air dan bermodal hasil gemilang pada ajang balap ketahanan di Suzuka sepekan sebelumnya membuat semangat juang mereka begitu besar.

Pada sesi kualifikasi, dua posisi terdepan dapat diamankan oleh pebalap Supersports 600cc Gerry Salim dan Dimas Ekky. Gerry Salim bahkan berhasil memecahkan rekor waktu terbaik di Sentul International Circuit dengan catatan waktu 1.29.630 saat kualifikasi. Sementara itu, di kelas ADC, Muhammad Febriansyah atau Ferry dan Yaasiin Gabriel Somma juga mampu tampil baik di posisi kedua dan kelima.

Pada race pertama, balapan pertama dan kedua kelas Supersports 600cc pun berlangsung ketat. Mendapat tekanan dari pebalap lain, Dimas maupun Gerry baru mampu meraih posisi terdepan di 5 lap terakhir. Bahkan satu lap menjelang finish, duet AHRT sempat diovertaking oleh Zaqhwan dari Malaysia. Tapi, dengan skill dan mental yang sudah terasah, Dimas dan Gerry mampu melakukan manuver berani di tiga tikungan sebelum bendera finish dikibarkan. Gerry pun finish di posisi pertama disusul oleh Dimas Ekky Pratama.

Race kedua juga berlangsung seru dan ketat bagi pebalap AHRT kelas Supersports 600cc. Meski terus ditempel ketat oleh lawannya, Gerry mampu menjaga ritme dan mengamankan posisi pertama dari awal lap dan akhirnya finish di posisi pertama serta diikuti kembali oleh rekan setimnya Dimas Ekky di posisi ketiga.arrc sentul2

“Bangga, haru dan senang bisa meraih podium tertinggi di dua race sekaligus pada seri keempat ARRC. Meskipun ini tahun pertama saya di ARRC, namun dukungan tim AHRT dan masyarakat Indonesia sangat membantu saya bisa memberikan penampilan terbaik disepanjang balap. Terima kasih untuk masyarakat Indonesia yang telah mendukung kami. Kemenangan ini saya persembahkan untuk tim dan bangsa Indonesia,” ujar Gerry Salim.

Ferry pun tidak mau kalah dengan seniornya di kelas Supersports 600cc. Walaupun sempat kesulitan di 5 lap awal race pertama, namun Ferry mampu membayarnya di lap terakhir dengan mengovertaking pebalap di depannya dan finsih di posisi pertama. Sementara itu, Yaasiin berhasil menyelesaikan balap di posisi 5. Indonesia Raya pun kembali berkumandang di Sentul International Circuit untuk ketiga kalinya.arrc sentul4

Pada race kedua, Ferry dan Yaasiin kembali bertarung ketat di rombongan terdepan sejak awal balap. Namun keberuntungan belum berpihak pada kedua pebalap tersebut. Yaasiin finish di posisi kelima dan Ferry di posisi kesembilan.

GM Marketing & Planning Analysis PT Astra Honda Motor (AHM) Agustinus Indraputra mengatakan kemenangan ini adalah kemenangan bangsa. Melalui podium di ARRC seri keempat ini, pebalap Indonesia kembali membuktikan konsistensi dan kelasnya di balap internasional.

“Terima kasih kepada pebalap muda Indonesia atas prestasi yang telah diberikan kepada tim terlebih bangsa ini. Konsistensi atas hasil gemilang di setiap race yang dihasilkan oleh tim dan pebalap AHRT merupakan kebanggaan bagi Honda dan Indonesia. Dukungan ini akan terus kami berikan sampai pebalap Indonesia mampu meraih kelas balap tertinggi, MotoGP,” ujar Indraputra.arrc sentul3

Saat ini ARRC 2016 yang diikuti oleh pebalap dari 12 negara yaitu Malaysia, Jepang, Indonesia, Australia, Thailand, India, China, Filipina, Srilangka, Singapore, Taipei, Vietnam menyisakan dua seri, dari total 6 seri yang digelar tahun ini. Seri selanjutnya akan dilaksanakan di India pada 1 & 2 Oktober dan seri pamungkas pada 3 & 4 Desember di Thailand.‎