Produk jepang mulai di tinggalkan, berganti China, Korsel dan Dalam negeri

Maaf, maaf, artikel kali ini agak mengecoh judulnya. πŸ˜€
kita bahas sedikit diluar dunia otomotif. jadi, dunia apa dong, dunia lain??
ato dunia malam?? πŸ˜€

Langsung saja, kali ini saya bahas sedikit tentang dunia olahraga, terutama bulu tangkis dengan mengambil tema dari sisi BRAND-BRAND yang mulai menjamur sekitar 5-6 tahun belakangan. Mungkin brand yang langusung mengingatkan kita tentang dunia bulu tangkis atau badminton adalah YONEX asal Jepang, betul kan?

“LOGO MIRIP KNALPOT ASAL MALAYSIA YY Pang” πŸ˜€ πŸ˜€

kemudian ditambah mindset kitaΒ  karena ini adalah brand yang menjadi sponsor utama para pemain PBSI Selama hampir 40 tahun, tapi sekarang peraturan sponsor oleh PBSI dilonggarkan dari yang awalnya Kolektif Sponsor menjadi individula sponsor, dan atlet dengan mudah mendapatkan sponsor pribadi dari brand lain dengan jumlah kontrak yang jauh lebih tinggi.

Sebelumnya, merek Jepang ini memang menguasai dunia badminton, sekarang muncul kompetitor asal China, Korsel dan dari dalam negeri sendiri.
oke, kita bahas one by one.

Mulai dari china yang sekarang menguasai hampir semua lini dalam olahraga badminton.
Tim china sendiri (PBSI nya china) dalam setiap event pasti memakai produk apparel dari negara mereka sendiri. LI-NING, lining sendiri merupakan nama dari seorang atlit senam china yang kemudian membuat perusahaan alat alat olahraga.

.
Pasti yang sering nonton Badminton sering melihat logo ini. dengan dominasi warna kuning merah pada tiap produknya.(warna lain juga ada).

Brand ini tidak hanya membuat apparel untuk badminton saja, sepak bola, atletik, bahkan basket juga ada, bhkan lining beberapa bulan yang lalu berhasil mengikat kontrak dengan tim Indonesian warriors dan Satria Muda Britama di ajang basket ball.

Lanjut, dari produk negeri Korea ada VICTOR.
Hampir sama dengan Pasukan Dari China, para atlet badminton dari negeri ginseng ini rata-rata menggunakan produk ini.

Dengan warna kebesaran biru.

Dari produk dalam negeri sendiri bagaimana??
setidaknya ada 2 brand yang naik daun sejak tahun 2005-2006
yaitu FLYPOWER yang didirikan oleh Haryanto arbi dan ASTEC yang didirikan oleh pasangan Alan budikusuma dan Susi Susanti.

dari produk-produk dalam negeri ini sendiri, beberapa jenis masih di buat di CHINA terutama RAKET. Kedua brand lokal ini masih di dibuat di negeri China.

Jadi, pemain pemain PBSI di pelatnas sendiri pake apa??
nih ane kutip dari kompasiana.com

Kini kita tak akan lagi menjumpai jersey dengan logo sponsor yang sama di setiap pertandingan Timnas Bulutangkis Indonesia. Kontrak individu membuat senar raket para pemain bergambar logo yang berbeda-beda. Seragam pemain Timnas pun menjadi lebih beraneka warna. Tontowi Ahmad-Lilyana Natsir akan mengenakan seragam dan perlengkapan pertandingan berlogo β€œV” dari Victor. Hendra-Ahsan masih akan mengusung logo β€œYY” Yonex, sementara pemain tunggal seperti Simon Santoso dan Sony Dwi Kuncoro akan berseragam Li-Ning. Angga-Rian akan mengenakan Flypower dan Hayom Rumbaka akan membawa logo Astec. Lukhi Apri berseragam Babolat sementara Hanna Ramadini mengikat kontrak dengan Reinforce Speed. Keunikan ada pada pasangan ganda campuran Muhammad Rijal-Debby Susanto karena keduanya disponsori apparel yang berbeda. Debby membawa logo Li-Ning sementara Rijal berseragam Yonex. Para pemain lain pun akan mengenakan seragam dan perlengkapan dari sponsor mereka masing-masing. Begitupun para pelatih kini memiliki sponsor individu. Christian Hadinata, Nova Widianto, dan Richard Mainaky adalah tiga dari sejumlah pelatih yang disponsori oleh Yonex. Sementara Liang Chiu Sia diikat kontrak oleh Victor.

Silahkan dikomentarin gan, yang tertipu judul angkat jempolnya,, πŸ˜€

Advertisements

8 thoughts on “Produk jepang mulai di tinggalkan, berganti China, Korsel dan Dalam negeri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *