Kenapa Suzuki, Kenapa GSX dan Kenapa Tipe S ?

Malam pembaca sekalian.
Alhmadulillah beberapa hari yang lalu R2M akhirnya meminang salah satu motor baru buat menemani aktifitas seharian yang sebelumnya diemban dengan berat oleh satu-satunya motor R2M yaitu Honda Beat Fi 2014 yang sepertinya sudah mulai layak juga untuk diregenerasi.

Sesuai dengan judul diatas pasti semua sudah menebak bahwa motor tersebut adalah Suzuki GSX S 150 yang sedang hangat-hangatnya dibicarakan diberbagai media otomotif tanah air maupun mancanegara, bahkan beberapa orang dari luar negeri rela untuk merogoh kocek lebih dalam demi memboyong motor rakitan asli Indonesia melalui tangan-tangan ahil para karyawan PT. Suzuki Indonesia Sales.

Lantas kenapa harus memilih motor ini? Apakah Cuma ikut-ikutan dengan yang lainnya? Tentu tidak, dengan harga 25,4 juta OTR Makassar, R2M kira alasan itu tak layak untuk jadi jawaban. Lantas apa dong alasannya, berikut penjabarannya dan mudah-mudahan mudah untuk dicerna dan difahami. 😀 😀

Suzuki, brand yang sebenarnya sudah cukup lama menemani R2M, tahun 2005 disinggahi bebek Smash 110 versi kedua yang merupakan motor teririt yang pernah R2M pakai bahkan lebih irit dari si Supra, namun naas, diambil paksa oleh leasing karena memang motor bermasalah 😀 :D, tapi dari situ R2M sudah bisa merasakan rasa yang beda dengan merek-merek lain ditanah air.

Awal tahun 2013 kembali Suzuki datang di Garasi, namun kali ini dalam bentuk roda 4, Suzuki Aerio 2003 dengan umur yang sudah 10 tahun namun R2M masih bisa merasakan kenyamanan Sedan Hatcback ini plus dengan kualitas material dan body khas Suzuki.

Lanjut lagi, akhir tahun 2014, si Suzuki Oreo akhirnya dilengserkan oleh mobil lain namun masih sedarah yaitu Suzuki Karimun kotak tahun 2005 yang setia menemani hingga kini dan membuat R2M menyadari ternyata jiwa ini terlahir sepertinya sebagai Suzuki Lovers. 😀 😀

Lanjut kepertanyaan kedua, kenapa harus GSX? Tak banyak babibu, dibanding yang lainnya, pricing strategi GSX memang sangat berpengaruh besar, paling murah, paling bertenaga (power to weigh ratio) dan paling mempesona :D, dikala yang lain sudah berjamur di jalan raya, GSX bisa dibilang masih jadi pusat perhatian, karena jarang serta model yang anti mainstream.

Pertanyaan terakhir, kenapa harus tipe S? kalau dijabarkan dengan panjang lebar, pasti beberapa halaman akan muncul hingga pembaca akan menutup dengan paksa browser mereka akibat bosan melihat tulisan ini. 😀

Semua serba 0, tank pun 0 😀 😀

Yang pertama dan yang utama adalah riding style, sudah mencoba kedua tipe GSX ini namun rasanya memang umur tak bisa dibohongi, style tipe R sudah tidak bersahabat bagi R2M, :D. Kemudian selanjutnya masih mengenai harga yang lebih murah namun power sama tanpa downgrade mesin, kualitas sama, model ngak kalah mentereng serta jangan lupa walau non fairing justru tipe S juga memiliki banyak kelebihan dibanding tipe R seperti Standar Tengah, kick starter, footstep depan yang bisa terlipat, serta tuas perseneling yang lengkap sampai kebelakang, kesemuanya itu tidak dimiliki oleh tipe R.

R2M pun pertama kali jatuh cinta langsung dengan tipe ini, shrud yang memanjang kedepan ala KTM Duke makin membuat R2M memimpikan motor ini dan dari sekian warna tipe S yang ada, pastinya Biru khas Suzuki lah yang memang pantas untuk masuk kegarasi menemani si Beat Fi yang kebetulan juga berwarna biru.

Dan akhirnya sampailah pada akhir artikel, dimana si Beat biru mendapatkan teman GSX S biru dan Si Mumun juga mendapatkan teman sesama Suzuki.

Nama belum ada, kira-kira bagusnya apa yah? 😀 😀  ada ide?

Baca juga

Advertisements

4 thoughts on “Kenapa Suzuki, Kenapa GSX dan Kenapa Tipe S ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *