Antara Bajo, bajoe dan Labuan Bajo

Roda2makassar.com – Halo bossku semua, mungkin ada yang sering mendengar ketiga kata yang saya sebutkan diatas dan mungkin juga sudah mengenal lebih dalam tentang hal-hal tersebut namun tak apa kita akan membahas perbedaan dari 3 kata tersebut.

Bajo, Bajoe dan Labuhan Bajo, ketiganya sebenarnya memiliki 3 kata yang sama yaitu Bajo, secara singkat Bajo adalah sebuah nama suku yang bermukim dilaut, pernah menonton film Galon Aqua Man? Tapi jangan beranggapan mereka didalam laut, orang Bajo hidupnya dipermukaan, Kalau belum nonoton filemnya, selamat, anda seperti saya.

Lantas bagaimana dengan kata kedua yaitu Bajoe? Bajoe ini adalah sebuah kecamatan di kabupaten Bone Sulawesi Selatan yang dihuni oleh Suku Bajo namun sudah melebur dengan orang Bugis Bone sehingga kadang mereka menganggap diri mereka juga adalah suku Bugis, dialek Bugis memang sering menambahkan E pada akhir kata mereka sehingga kata Bajo ini akhirnya berubah jadi Bajoe.

Selanjutnya adalah Labuan Bajo, sebuah pulau yang kaya dengan tempat wisata, menurut wikipedia Labuan Bajo itu adalah sebuah desa dari 9 desa dan kelurahan yang berada di kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Asal mula penamaan Labuan Bajo sendiri menurut sejarah adalah karena Mbajo, sebutan oleh masyarakat setempat kepada Suku Bajo, merupakan tempat berlabuhnya para pedagang dari Bugis Makassar yang kebanyakan adalah merupakan Suku Bajo, hingga akhirnya masyarakat menyebut tempat ini jadi Labuan Bajo atau persinggahan orang Bajo.

Dari ketiga kata atau tempat ini mungkin yang paling terkenal seantero nusantara sendiri adalah Labuan Bajo ini sendiri, tempat yang dikelilingi oleh objek wisata seperti Pantai Pede, Pantai Gorontalo, Puncak Waringin, Gua Batu Cermin, dan beberapa objek wisata pantai di pulau-pulau sekitar Labuan Bajo, seperti; Wae Cicu, Pulau Bidadari, Batu Gosok/Kanawa, dan yang paling terkenal adalah Taman Nasional Komodo.

Kita kutip lagi dari wikipedia, Taman Nasional Komodo terletak di daerah administrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur dan taman nasional ini juga sangat dekat dengan kepulauan Sumbawa provinsi Nusa Tenggara Barat.

Pulau Komodo

Taman nasional Komodo sendiri tiga pulau besar yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar serta beberapa pulau kecil dengan Wilayah darat taman nasional ini adalah 603 km² dan wilayah total adalah 1817 km² termasuk lautannya.

Awal mula taman nasional ini didirikan untuk melindungi spesies endemik pulau ini sendiri yaitu komodo dan habitatnya. Di sana terdapat 277 spesies hewan yang merupakan perpaduan hewan yang berasal dari Asia dan Australia, yang terdiri dari 32 spesies mamalia, 128 spesies burung, dan 37 spesies reptilia. Bersama dengan komodo, setidaknya 25 spesies hewan darat dan burung termasuk hewan yang dilindungi.

Selain itu, di kawasan ini terdapat pula terumbu karang. Setidaknya terdapat 253 spesies karang pembentuk terumbu yang ditemukan di sana, dengan sekitar 1.000 spesies ikan. Keindahan terumbu ini menarik minat wisatawan asing untuk berenang atau menyelam di perairan ini.

Pada 11 November 2011 lalu, New 7 Wonders mengumumkan pemenang sementara, dan Taman Nasional Komodo masuk kedalam nominasi pemenang tersebut bersama dengan, Hutan Amazon, Teluk Halong, Air Terjun Iguazu, Pulau Jeju, Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa, dan Table Mountain, dan alhasil Taman Nasional Komodo mendapatkan suara terbanyak.

Selain taman Nasional Komodo, di Labuan Bajo juga terkenal objek wisata Gili Lawa Darat, posisinya masih berada didalam kawasan Taman Nasional Komodo, Gili Lawa Darat merupakan perbukitan lanskap yang sangat indah. Topografinya berupa padang savana yang berundak-undak dikelilingi oleh lautan Flores yang sangat biru. Di sini ada beberapa puncak yang saling menyambung.

Gili Lawa Darat

Memang indahnya Labuan Bajo bakal lebih seru kalau kalian langsung saja berkunjung kesana, kalau cuma melihat foto-foto dari internet, itu hanya akan menambah penasaran akan keindahan alamnya.

Bajo, Bajoe dan Labuan Bajo, bagi saya sendiri, ketiga kata /tempat ini tinggal menyisakan Labuan Bajo yang belum pernah dikunjungi atau dinikmati, sekarang lagi nabung nih untuk bisa kesana mumpung ada promo paket wisata Labuan Bajo, kalau suku Bajo sudah sering melihat di pesisir sulawesi, sedang Bajoe sendiri sering saya lewati ketika akan menyebrang ke Kolaka Sulawesi Tenggara ketika mudik atau liburan ke kampung halaman Istri Tercinta.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.