Review Toyota Agya 2014 Setelah Pemakaian 2 Tahun

Roda2makassar.com – Halo bossku semua, blog sederhana ini memang tak melulu membahas roda 2 saja, namun kadang membahas hal-hal yang tak ada kaitannya dengan dunia otomotif tapi kali ini R2M tetap akan menyajikan artikel yang masih relevan yaitu mengenai roda 4 yaitu review Toyota Agya 2014 yang R2M miliki sekarang.

Mobil Agya 2014 TRD yang banyak dikenal masyarakat sebagai pengikat buras ini sudah 2 tahun lebih menemani R2M dan keluarga wara-wiri kemana-mana, jalur terjauh sih baru sebatas Enrekang sampai Toraja, kewilayah selatan baru sebatas Bone, namun jalurnya boleh dibilang cukup banyak yang ekstrim dan menantang, paling seru adalah naik ke objek Wisata Pango-Pango Toraja dalam keadaan berkabut dan hujan gerimis, banyak mobil RWD lain yang takut sampai di pusat objek, namun mobil ini mampu naik walau sesekali ban depan mengalami spin.

Sebelumnya ada 2 mobil yang pernah R2M pelihara yang pertama adalah Suzuki Aerio 2001 dengan masa pakai sekitar 3 tahun dan yang kedua adalah Suzuki Karimun Kotak  2005 yang menemani lebih dari 3 tahunan, mobil ini juga sudah menjelajah cukup jauh hingga ke Batu Tumongga Toraja.

Kita kembali ke topik pembahasan bosku tentang mobil Agya ini, hadir sebagai LCGC ternyata memang realitanya ini adalah mobil low cost, lebih 2 tahun pemakaian R2M hanya sebatas isi bensin tentunya dan mengganti oli plus filter oli, yang paling mahal sampai saat ini adalah mengganti ban sepasang sekitar 700ribuan.

Konsumsi BBM sangat mudah dipantau lewat info di speedometer, dalam kota paling irit adalah 16 km/liter dan luar kota semisal pulang kampung bisa sampai 20-23 km/liter tergantung muatan yang dibawa, jarak sekitar 500an km PP cuma menghabiskan premium sekitar 250ribuan itupun masih ada tersisa, dibanding Karko dulu harus siapkan dana 400ribuan hanya untuk BBM saja.

Soal kenyamanan, tidak usah saya bahas, karena mobil low cost yahh dapatnya juga penilaian yang rendah, shock yang terlalu lembut serta limbung sangat mengganggu, bahkan saat berpapasan dengan mobil lain pun mobil ini pasti akan goyang, mungkin karena bobot yang memang ringan.

Selama pemakaian lebih 2 tahun, alhamdulillah diusinya yang sudah 5 tahun lebih masih memiliki performa yang bagus, AC dingin, mesin masih halus walau tak sehalus Agya baru, odometer sekarang sudah mencapai 80.000an atau garansi sudah lewat, dulu beli saat masih 60ribuan dengan kondisi yang cukup bagus.

Kesimpulan sementara untuk Toyota Agya ini adalah bintang 3 dari 5 bintang buat penilaian, itu untuk R2M dengan 2 orang anak, entah nanti kalau sudah bertambah, kelebihan utamanya adalah konsumsi bahan bakar, mesin yang cukup powerful namun sisi kelemahan sudah diuraikan diatas yaitu gejala limbung dan shock yang terlalu empuk.

Next, sepertinya harus upgrade shock belakang ke KYB Excel G seperti Karko dulu yang memang sangat terbukti kehandalannya dan 2 roda lagi yang siap-siap untuk diremajakan, ada yang ingin menyumbang? 😀

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.