Curhat Toprak Razgatlioglu: Pernah Pikirkan Berhenti Balapan Sebelum Tampil di MotoGP
Roda2makassar.com – Pembalap asal Turki, Toprak Razgatlioglu, baru-baru ini membagikan kisah emosional mengenai perjalanan kariernya. Di tengah musim debut yang penuh tantangan di kelas utama MotoGP, Razgatlioglu mengungkapkan bahwa situasi sulit yang dialaminya saat ini mengingatkannya pada momen terkelam dalam kariernya tahun 2018 lalu, saat ia sempat mempertimbangkan untuk berhenti balapan.
Perjalanan seorang juara dunia tidak selalu mulus. Sebelum mengantongi tiga gelar juara dunia WorldSBK dan puluhan kemenangan podium, Razgatlioglu harus melewati fase keraguan terhadap potensi dirinya sendiri.
Masa-Masa Sulit Debut WorldSBK 2018
Pada tahun 2018, saat pertama kali melangkah ke kejuaraan WorldSBK bersama Kawasaki, Razgatlioglu berjuang keras hanya untuk menembus papan atas. Ia kerap kali harus puas finis di luar sepuluh besar.
“Terakhir kali saya memikirkan hal ini adalah pada tahun 2018, ketika saya pindah ke Superbike, tahun pertama bersama Kawasaki,” ungkap Razgatlioglu saat berada di Red Bull Ring.
Ia menambahkan bahwa hasil finis di posisi ke-9, ke-10, hingga ke-12 sempat membuatnya kehilangan rasa percaya diri. Keraguan tersebut memuncak hingga timbul niat untuk mundur dari dunia balap profesional karena merasa potensinya sudah maksimal di level tersebut.
Namun, titik balik kariernya terjadi saat ia berhasil menembus podium di Donington Park. Kejutan tersebut mengembalikan kepercayaan dirinya, hingga akhirnya ia mengoleksi 78 kemenangan balapan dan 3 gelar juara dunia WorldSBK.
Tantangan Baru di MotoGP bersama Yamaha
Kini, beralih ke MotoGP bersama tim Prima Pramac Yamaha, Razgatlioglu kembali dihadapkan pada kurva pembelajaran yang tajam. Menurutnya, beradaptasi di MotoGP jauh lebih sulit secara mental karena statusnya saat ini adalah seorang pemenang dan juara dunia.
Beberapa kendala utama yang dihadapi Razgatlioglu di MotoGP antara lain:
-
Adaptasi Mesin V4 Baru: Menyesuaikan diri dengan karakteristik motor Yamaha di musim transisi.
-
Gaya Balap & Ban Michelin: Kesulitan memaksimalkan potensi ban belakang tipe soft (lunak) saat kualifikasi dan awal balapan, meskipun mampu menjaga kecepatan baik saat menggunakan ban medium.
Memahami Batasan Ban Michelin Jadi Kunci Utama
Meskipun hasil balapannya sejauh ini belum menembus posisi 10 besar, Razgatlioglu tetap fokus mencari solusi. Masalah terbesar yang dihadapinya adalah memahami batasan cengkeraman (grip) ban Michelin.
Dengan sisa putaran balapan yang ada sebelum regulasi baru diberlakukan, pembalap asal Turki ini bertekad untuk terus belajar demi mencapai target finis di jajaran 10 besar MotoGP.
