GEGER! MotoGP Larang Teknologi Ini Mulai GP Assen!
Roda2makassar.com – Komisi Grand Prix baru saja mengetok palu untuk memberlakukan aturan baru MotoGP yang dipastikan akan mengubah peta persaingan musim ini secara drastis. Tidak tanggung-tanggung, tiga regulasi besar langsung diumumkan, termasuk penghapusan salah satu teknologi paling kontroversial di grid yang berlaku efektif mulai akhir pekan ini di GP Assen, Belanda.
Langkah mendadak ini diambil demi merespons isu keselamatan pembalap yang kian mengkhawatirkan. Apa saja poin-poin krusial dalam regulasi anyar ini? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.
1. Front Holeshot Device Resmi Dilarang Mulai GP Assen
Kabar paling mengejutkan adalah dihapusnya sistem penurun bagian depan motor (front ride-height/holeshot device) secara instan. Sedianya, perangkat ini baru akan dilarang total pada akhir musim nanti. Namun, menyusul serangkaian insiden berbahaya di tikungan pertama pada sirkuit Catalunya dan Balaton Park, otoritas MotoGP memilih mempercepat larangan ini demi keselamatan.
Meski teknologi ini sangat membantu akselerasi motor dan mencegah wheelie (roda depan terangkat), perangkat ini membutuhkan pengereman yang sangat keras untuk bisa dinonaktifkan kembali. Proses pengereman mendadak inilah yang kerap menjebak pembalap di posisi belakang dan memicu kecelakaan beruntun.
Para pembalap sendiri dilaporkan sudah mulai melakukan simulasi start tanpa komponen ini pada sesi latihan di Sirkuit Brno pekan lalu.
2. Jarak Grid Start Diperlebar untuk Hindari Senggolan
Selain urusan teknologi motor, aturan baru MotoGP juga menyasar tata letak grid demi meminimalisir risiko kecelakaan masal di tikungan pertama (Turn 1). Regulasi ini akan mulai diterapkan pada gelaran GP Jerman di pertengahan Juli mendatang.
Meskipun format barisan 3×3 (tiga pembalap per baris) tetap dipertahankan, jarak vertikal antar-baris kini diperlebar:
-
Jarak Lama: 3 meter antar-baris (total 9 meter untuk rentang grid).
-
Jarak Baru: 4 meter antar-baris (total 12 meter untuk rentang grid).
Dengan perubahan ini, persaingan di sesi kualifikasi dipastikan akan semakin sengit karena posisi start terdepan menjadi jauh lebih diuntungkan untuk melepaskan diri dari kerumunan.
3. Kiamat Bagi Ducati? Pembatasan 6 Motor Mulai 2028
Poin ketiga yang tidak kalah menghebohkan adalah pembatasan jumlah motor untuk setiap pabrikan di grid. Mulai musim 2028, MotoGP secara resmi membatasi satu pabrikan hanya boleh menyuplai maksimal enam motor saja. Artinya, sebuah pabrikan hanya diizinkan memiliki satu tim pabrikan utama dan maksimal dua tim satelit.
Aturan ini jelas menjadi pukulan telak bagi Ducati, yang saat ini menjadi satu-satunya pabrikan dominan dengan pasokan motor terbanyak di grid. Regulasi ini sengaja dirancang untuk menciptakan keseimbangan kompetisi yang lebih adil antar-pabrikan di masa depan.
Catatan Redaksi: Berdasarkan laporan dari Crash.net, aturan pembatasan enam motor per pabrikan ini akan berlaku dengan syarat kompetisi masih diikuti oleh minimal lima pabrikan aktif.
Bagaimana pendapat Anda mengenai aturan baru MotoGP ini? Apakah langkah mempercepat pelarangan teknologi ini akan membuat balapan menjadi lebih aman, atau justru merugikan tim-tim raksasa seperti Ducati? Letakkan komentar Anda di bawah!

