Hati-Hati Penipuan Berkedok Undian Berhadiah di Mall Panakkukang

Pagi Reader sekalian.
Sedikit share nih tentang kejadian yang cukup meresahkan dan terpantau sudah seringkali dilaporkan oleh para korban namun katanya tidak ada tanggapan yang berarti dari pihak pengelola Mall.

Mall Panakkukang Makassar atau biasa disingkat MP merupakan pusat perbelanjaan terbesar di kota Makassar, posisinya berada di Jalan Boulevard Makassar yang membentang hingga kejalan Pengayoman, inilah yang menyebabkan para pencari korban memilih mall ini sebagai tempat yang strategis dan mumpuni untuk menggaet pelanggan.

Berikut adalah curahan hati salah satu korban yang dishare di laman FB Info Kejadian Kota Makassar (IKKM) serta kronologi penipuan yang dilakukan oleh salah satu Stand yang katanya menjual peralatan rumah tangga namun dengan harga selangit tapi diiming-imingi mobil serta barabg-barang lainnya.

HATI-HATI! PENIPUAN BERKEDOK UNDIAN BERHADIAH ELEKTRONIK
DI MALL PANAKUKANG (DEPAN GRAMEDIA)
1 Januari 2017
Bismillahirramanirrahim.
Sudah sekian lama saya mendengar orang-orang yang merasa ditipu oleh Sales-sales yang banyak berkeliaran di mall-mall. Tidak pernah terpikirkan kalau suatu hari, Bapak saya akan mengalaminya sendiri.
KRONOLOGI:
1. Pada 30 Oktober 2016, Bapak ke Gramedia Mall Panakukkang untuk membelikan anak saya komik. Sepulang dari situ, di bagian agak depan sebelum eskalator, tiba-tiba Bapak didatangi oleh beberapa orang sales yang menawarkan hadiah (setiap saya ditawari seperti ini, saya langsung menolak. Tidak masuk akal sekali menurut saya).
Tetapi hari itu Bapak cuma sendiri. Bujukan oleh beberap orang sekaligus untuk masuk ke sebuah konter berwarna Hijau di samping Kopi Tiam itu, tidak bisa ditolaknya. Di dalam, telah menunggu beberapa orang staf toko itu. Dengan sangat meyakinkan, Bapak dibujuk untuk menarik undian yang katanya ‘sangat sulit bisa menangnya’. Sesuai dugaan, Bapak saya menang, dapat kupon VIP bahkan. Seluruh orang-orang yang ada di dalam ruangan seperti kaget dan memberi selamat (hanya ada staf Toko Hijau). Bapak dijelaskan bahwa telah dapat hadiah kompor elektrik model terbaru(ada yang memperagakan) dan AC portabel senilai lebih dari 12 juta. Selain itu juga, karena kupon Bapak VIP, Bapak dijanjikan akan diikutkan ke undian nasional yang berhadiah mobil (katanya sudah 95% dapat. WOW)
Awalnya Bapak diminta membayar senilai barang itu (12 jutaan). Katanya harga itu sudah sangat murah. Tetapi Bapak menolak. Untuk mendapatkan hadiah barang itu, Bapak diwajibkan membayar 1 juta rupiah. Selain itu, dengan alasan untuk ungkapan rasa syukur, Bapak diminta memberi 500 ribu rupiah (dalam kondisi pikiran normal, mustahil sekali menyetujui hal ini). Mereka berjanji akan menjualkan barang tersebut dalam pameran FIKTIF dan akan menelpon.
2. Kondisi Bapak yang cuma sendiri di ruangan sempit dan dikeliling beberapa orang dengan gaya meyakinkan, sepertinya membuatnya tidak dapat berpikir jernih. Dengan mudahnya Bapak digiring ke ATM untuk menarik uang tersebut. Ada 2 orang laki-laki yang terus mendampingi, bahkan saat di depan mesin.( Yang saya bisa syukuri adalah, Bapak tidak sampai terperdaya untuk menarik lebih dari itu. Tidak terbayangkan hal lebih buruk yang bisa terjadi). Begitu kembali ke Toko Hijau itu, Bapak diberi kuitansi berisi pembayaran 1 juta (500ribu lainnya tidak tertulis) dan janji akan segera ditelpon begitu pameran selesai dan barang terjual.
3. Saya begitu mendengar cerita Bapak, langsung tidak percaya dan mengajak kembali ke toko itu. Tetapi Bapak bilang akan menunggu dulu karena para Sale-sales itu hebat sekali meyakinkan Bapak. Setelah bolak-balik menelpon staf mereka yang bernama ALFIAN (no telpon ada di kami) dan terus dijanji dan dijanji, akhirnya pada tanggal 1 Januari 2017, saya dan suami putuskan mengantar Bapak ke toko itu untuk menuntut pengembalian.
4. Sesuai dugaan awal, segala sesuatu seperti telah diatur rapih sekali. Saat kami (Bapak, saya, suami dan anak2) datang dengan wajah kesal, kami ditahan di depan pintu kantor Hijau. Di dalam sedang duduk 2 ibu-ibu agak tua (saya yakin itu calon korban). Staf perempuan itu bertanya sambil berdiri menghalangi pintu. Begitu mendengar bahwa kami datang untuk mencari Alfian dan menuntut pengembalian uang, dengan tenang dia memanggil seorang staf laki-laki Buncit yang berdiri di depan Kopi Tiam sambil memegang kertas penawaran ke orang-orang yang lewat. Seperti sudah sangat terbiasa, dia langsung mengajak kami berjalan ke Toko lainnya di depan Carrefour (bayangkan jauhnya..) sambil bertanya dengan sopan sekali kronologis yang terjadi.
5. Sampai di Toko Ungu di depan Carrefour, kami diminta duduk. Saat kami bercerita tentang kejadiannya, mereka awalnya berkelit. Staf bernama Alfian katanya sudah lama dipecat karena sudah banyak korbannya (padahal salah seorang staf mereka awalnya bilang ke staf yang lain “Eh, pergi cari dulu itu Alfian”). Mereka tidak mau mengembalikan uangnya. Namun, sudah tidak ada kompromi buat kami. Suami saya langsung marah dan menuntut tanggung jawab mereka selaku perusahaan. Mereka lalu menawarkan pembatalan , tetapi hanya bersedia membayar 1 juta sesuai kuitansi. Mereka terus berkelit dengan bermacam alasan.
6. Akhirnya setelah mereka bersedia membayar 1 juta, kami kembali digiring ke Toko Hijau di depan Gramedia itu. Katanya blanko pembayaran dan uang ada di sana. Suami saya dan Bapak diajak masuk ke dalam ruangan belakang Toko Hijau itu. Menurut suami saya, di dalam ruangan sempit itu sudah menunggu sekitar 10 orang laki-laki dan perempuan. Semua berdiri sambil menunduk, tetapi 2 laki-laki berdiri menutup pintu dari dalam. Di dalam Toko bagian luar, ada 4 orang laki-laki. Ada 2 yang terus menerus memantau ke arah pintu belakang. 2 lainnya termasuk laki-laki Buncit yang mengantar kami ke Carrefour, berjaga-jaga di depan pintu Toko.
7. Sejak awal saya sudah curiga dan memilih untuk berdiri menunggu di luar Toko Hijau. Lama sekali saya harus menunggu. Mungkin lebih 20 menit. Saya sangat kuatir karena jika melihat gelagat waspada 4 orang yang ada di luar saja, entah apa yang terjadi di dalam. Saat saya memfoto-foto Toko itu, Bapak buncit itu menghardik dan mengancam akan memecahkan hp saya. Luar biasa sekali… Saya memilih untuk menghindar dan berdiri agak jauh.
8. Tidak berapa lama, suami dan Bapak saya keluar diiringi entah berapa laki-laki. Saat keluar dari Toko, 4 laki-laki terus memepet suami saya dan Bapak. Wajah mereka yang tadinya menunduk, saat keluar berubah menjadi garang (saya ngeri jika membayangkannya). Saya segera memberitahu suami saya bahwa Bapak Buncit itu mengancam saya. Suami saya langsung marah dan menegur. Tiba-tiba saja lebih dari 4 orang laki-laki mengerumuni suami saya.
9. Andai ini terjadi di suatu tempat yang sepi, mungkin masuk akal saja. Tetapi ini terjadi di tengah ramainya pengunjung MP di awal tahun. Kami langsung berteriak memanggil satpam yang untungnya segera datang. Setelah mereka menjadi pusat perhatian orang-orang yang sedang lalu lalang di situ, akhirnya mereka hanya berdiri dan menunjukkan wajah mengancam.
10. Saat beberapa orang bertanya ke kami apa yang terjadi, kami bilang bahwa Toko Hijau itu telah menipu kami. Penjual makanan dan minuman yang ada di dekat situ lalu berkata pelan, “Memang begitu Pak. Penipu itu…”. Nah lho… Kami langsung pergi saja. Tidak ada gunanya menghadapi orang-orang itu. Mereka hanya suruhan dari sebuah Toko yang memiliki sistem penjualan yang ajaib.

POIN PENTING:
1. Bagaimana sebuah Toko yang terbuka seperti itu, terletak di Mall besar, dapat dibiarkan melakukan modus penipuan bertahun-tahun dengan korban yang entah sudah berapa puluh atau bahkan ratus orang?
2. Ini bukan pertama kali terjadi. Sudah banyak korbannya dan kami bisa membuktikannya. Ada istri teman suami saya yang diperdaya membayar 11 juta rupiah. Untung pada hari itu juga, teman suami datang dan mengamuk di Toko Hijau itu.
3. Bisa dibayangkan jika yang tertipu adalah orang-orang yang dengan susah payah mengumpulkan uangnya lalu diperdaya oleh toko sejenis Toko Hijau… Dan, berapa banyak korban yang seperti ini?
4. Apakah kita hanya boleh mendiamkan hal ini dengan dalih bahwa uang kita sudah dikembalikan sesuai kuitansi?
5. Apa tidak ada jalan untuk menutup toko sejenis agar korban tidak lebih banyak?

PERKEMBANGAN:
1. Untuk kejadian hari ini, saya punya banyak foto-foto, termasuk staf-staf toko Hijau dan Ungu tersebut. Kami juga punya rekaman suara yang bisa menjadi bukti. Suami saya dan temannya yang istrinya pernah tertipu berencana akan mempermasalahkan ini lebih lanjut karena semua kuitansi masih tersimpan.
2. 2 jam setelah kejadian, Bapak saya menelpon. Ternyata setelah pulang ke rumah, Beliau pergi ke Kantor Polsek yang berada 500m dari MP. Dari penuturan polisi, bukan cuma sekali ada laporan yang sama. Pak Polisi yang baik segera menelpon ke Toko Hijau dan menuntut pengembalian sisa uang 500 ribu. Hanya berselang 10 menit, staf dari Toko Hijau datang membawa uang yang dimaksud. Bapak saya menegaskan bahwa bukan masalah uang itu, tetapi yang menjadi persoalan adalah berapa orang yang telah dan akan menjadi korban dari Toko yang jahat seperti itu? Pak Polisi berkata bahwa tidak ada wewenang menutup Toko seperti itu karena tidak ada laporan resmi dari masyarakat.
3. Pengembalian uang dianggap menjadi solusi oleh Toko tersebut. Tetapi, berapa persen korban yang berhasil menuntut dan mendapat pengembalian uang? Sistem yang sangat rapi yang sengaja membuat kami dipingpong jauh dan intimidasi luar biasa dari belasan staf yang tiba-tiba saja telah menunggu di dalam toko, bisa membuat sebagian orang memilih menyerah.

Note: Di jaman seperti sekarang, apakah masih bisa membiarkan sistem penjualan dengan modus seperti ini? Semua memang sepertinya telah diatur rapih dan licin, tetapi apakah tidak ada celah buat kita konsumen untuk menutup Toko yang semacam ini?
Saya berharap dan berdoa agar tidak ada lagi korban-korban seperti Bapak saya dan entah berapa orang lainnya. Untuk itu, semoga semua yang membaca postingan ini bisa lebih berhati-hati. Kita tidak tahu kapan saat kita lengah dan dimanfaatkan oleh orang-orang jahat seperti ini…. Astagfirullah…penipuan penipuan3

Waduh, cukup panjang juga yah kronologisnya dan memang saat ini yang merupakan libur panjang, pengunjung Mall pun makin membludak dan berasal dari berbagai daerah.

Semoga bermantaat.

Advertisements

12 thoughts on “Hati-Hati Penipuan Berkedok Undian Berhadiah di Mall Panakkukang

  1. Bener, dulu saya dan teman sempat di tarik sales stand itu..lucu sih,setelah saya pelajari,stand semacam ini tersebar luas. Yang pertama dulu teman saya sempat tertipu di Balikpapan Centre,dengan modus yg sama,uang raib dah..pas kerja di makassar,eh ketemu lagi,ngegemesin sih.. Ceritanya kemaren pulang kerja,masih pake seragam kerja trus rencana mau ke stand e*ger.. Eh malah dikeroyok sales,setelah itu disuruh ke stand ijo tuh,terus dilakukan pengundian, eeh beneran temen ane dapet,ane kagak..waktu itu kita berdua di jaga masing masing 1 sales..kalo saya karena gak dapet cuman diajak ngobrol..tetapi,ane ngerasa ini pengalih perhatian,karena waktu itu ane udah mau narik temen ane biar cepet pergi..tapi dengan berwajah *purapura* bego temen ane gak mau pergi,karena pengen tau modusnya seperti apa..betul,temen ane kalau gak salah dapat undian yang barangnya ada di jakarta#gilelundro..dengan harga hadiah yg lumayan besar,keren..waktu itu singkat cerita karena ane dijauhkan oleh sales lainnya ane nungguin sambil di ajak #terpaksa ngobrol basa basi..setelah 5-10 menitan nunggu akhirnya kelar tu obrolan dengan wajah sales kesel.. Setelah ane tanya temen ane,ternyata temen ane disuruh dengan pemaksaan secara halus untuk bayar tanda jadi 1,5 juta… Dengan meyakinkan kalo temen ane dapet hadiah tersebut..dibujuk terus dan dibilang sampai minta seikhlasnya aja untuk tanda jadi karena temen ane tetep gak mau bayar dengan nilai 1,5 jta…karena tetep gak nyerah membujuk akhirnya kata kata salesnya dibalik,karena yakin dapat hadiah,eeh sama temen ane malah minta minjem tu sales 1,5 malah mau dikasih lebih jika yakin dapet..dengan itu akhirnya nyerah tu sales..kemudian ane berdua ke e*ger,eeeh setelah kelar urusan di e*ger trus mau pulang dan lewat stand ijo tu,ehhh ditawarin sama sales brosur lagi..hag,pas mau ditarik,eh mas sales yg gagal nego tadi liat,disuruh ngelepasin??dikira ayam apa???…hati hati,parkir aja bayar,nah mau ada undian dapet enak gratis cepet???beli teh ichitan kalo mau…haaag

  2. Hari ini saya jga baru kena,, trss klo mau ngebatalin bisa gakk yaa,, klo misalnya saya gakk bayar ,, bakalan di tagih gakk yaa,, binggung nehh

    • Itu uang km. Selama g pake perjanjian materai sah aja tuh. Mendink skali2 aja tmn yg baxak kesana terus teriakin deh penipu. Biar tuh stand hijau di keroyok smua. Org mkz kok mau coba2 ditipu

  3. Hahahaha sy juga pernah di depan Carrefour MP di stand/toko ungu untung ane lebih pintar dari mereka wkwkwk. Kronologisnya : pas ane keluar dari Carrefour MP habis belanja bulanan ada yg narik2 pas lihat terxta ada sales yg nawarin undian hehehehe ane ikutin aja dolo maux apa pas sampai di stand/ toko ungu mereka berikan undian berupa amplop yg harus ane pilih pas sdh pilih mereka mengucapkan selamat pak Anda mendapatkan kupon undian VIV dengan total hadiah 150 JT plus dapat kompor elektrik dan AC portable sama kayak modus yg diatas tadi katax untuk mendapatkan hadiah tersebut ane harus bayar sebesar 15 juta rupiah hahahaha jadi selanjutnya sy bilang ga ada uang sebanyak itu eh terus di paksa pakai bahasa marketing ini itulah akhirnya mereka bilang kalau gitu DP 1 JT dulu terus ane bilang ga punya cash terus dipaksa narik di ATM jadi ane bilang mau narik di ATM lanati 2 MP eh mereka ngikut sampai ke ATM sampai 7 org pas sampai lantai dua ane jelasin ke mereka gini bro n mbak bro sy tau kerjaan kalian sprti apa dri penjelasan kalian ga ada yg masuk akal kalau kalian ttp maksa jangan salahkan sy kalau kalian ini hari ga bakal sampai rumah kalian sy ini tggalx di jl Adiyaksah ane bisa kerahkan org untuk hajar kalian hahahaha mereka langsung kabur bur bur bur terus ane ketawa lihat mereka aku boongin

  4. Wadooooohhh, and jg kena dong dgn modus yg sama, sdh bayar 2,2jt. Janjinya tgl 28 jan ini mau ada pameran baru uang aku dibalikin. Pdhal aku dari daerah yg jauh, sdh siap2 mau ke makassar jemput hadiah2 ak tuh, baru browsing internet dpt postingan ini. Untung sj sy blm berangkat ke makassar, kebayang aja klu sdh tiba trus dapetin klu mrk cuman nipu. Yaaa udah, mending ikhlasin duit 2,2jt itu aja deh, trus doain semoga mrk semua kena batunya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *