Wuling, Terjepit Antara Jialing dan Xiaomi

Roda2makassar.com- Pagi pembaca sekalian Wuling yang masuk ke Indonesia memang terbilang cukup mengagetkan, gimana tidak, tak tanggung-tanggung SAIC General Motor Wuling atau SGMW, perusahaan yang berada dibawah kendali General Motor ini jor-joran dalam menanamkan modal di Indonesia berupa pabrik perakitan di Cikarang seluas 60 hektar denggan total investasi hampir 700 juta dolar AS.

Wuling Makassar

Tak hanya itu, gerakan kebeberapa daerah juga sangat gencar, ini terbukti dengan waktu yang hanya sekitar sebulan, dealer-dealer di daerah sudah bermunculan, bahkan sudah sampai ke Indonesia timur seperti Makassar dan Kendari dengan fasilitas yang juga sudah lengkap meliputi Sales, Service dan Sparepart.

Lantas gimana kiprahnya hingga akhir tahun ini? berikut sedikit opini dari R2M. 1 Dekade lalu, memang otomotif Cina tercoreng oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab, sebut saja merek-merek kenamaan dulu seperti Jialing, Jianse, Hokkaido, Lifan, Loncin, dan masih bnyak  kenapa R2M sebut tak bertanggung jawab, karena mereka dalam hal ini perusahaan otomotif roda 2, hanya memasarkan atau menjual produk mereka, tanpa ada pelayanan aftersales, ada sih beberapa merek yang menyediakan tempat servis resmi, namun lama kelamaan karena dukungan pastinya dari pabrikan di Cina yang lepas tangan, membuat motor-motor mereka akhirnya jadi penghuni timbangan besi.

Apakah berefek hingga ke Wuling? Pastinya sangat berefek, generasi 1 dekade yang lalu itu adalah mereka yang sekarang sudah tergolong mapan atau sudah berada digolongan berumur 30-40 tahun yang saat ini sudah menjadikan mobil sebagai alat transportasi mereka. Sedikit banyaknya, mindset otomotif Cina pada kala itu masih terbawa hingga sekarang ini.

Tapi Wuling jangan kecewa dulu, beberapa tahun ini nilai plus dari produk Cina tertolong oleh 1 brand yang cukup fenomenal, harga murah dengan kualitas diatas rata-rata, siapa lagi kalau bukan XIAOMI. Yup, ponsel cerdas serta beberapa perangkat dari Cina ini sudah terbukti ketangguhannya, walau tanpa promosi, endorse, bintang iklan sana sini, Xiaomi jadi calon raja baru Ponsel tanah air karena kualitasnya.

Apakah akan berdampak juga ke Wuling, pastinya, walau dari dunia yang berbeda namun Made in China tertolong oleh Xiaomi ini bahkan dibeberapa forum R2M sering melihat para pembaca membandingkan Wuling ini dengan Xiaomi, yahh karena mereka sama-sama made in China.

Lantas siapakah yang paling berpengaruh dari Jialing atau Xiaomi ini? kita lihat saja kedepannya, apakah masyarakat masih terkontaminasi oleh Jialing, atau sudah terupdate oleh Xiaomi. Waktulah yang akan menjawab. 😀 😀

Baca juga

Advertisements

Opini, Citra Otomotif Cina Terpengaruh Oleh Roda Duanya

Siang pembaca sekalian.
Kita bahas sedikit tentang dunia otomotif Cina yang akhir-akhir ini kembali mencuat dengan akan hadirnya salah satu perusahaan otomotif roda empat negeri tirai bambu ini yang katanya sudah menyiapkan berbagai stragegi khusus untuk masuk kepasar Indonesia.

Siapa lagi kalau bukan WULING, berkolaborasi dengan SAIC dan General Motors(SGMW), Wuling akan siap mendobrak pasar roda 4 tanah air dengan menyasar segmen MPV yang memang merupakan segmen gemuk ditanah air ini, bahkan SGMW sudah menyiapkan 50 dealer yang tersebar diseluruh tanah air demi menunjang sales dan aftersales dari mobil-mobil mereka nantinya.

Wuling Hongguang

Memang belum dijual, dan modelnyapun belum dipublish namun bocoran-bocoran di internet tentang mobil mereka yakni tipe Hongguang lah yang bakal dipasarkan dan merupakan mobil terlaris di dunia saat ini.

Langkah SGMW motor Indonesia ini memang terbilang cukup meyakinkan namun ada sedikit kendala yang menurut R2M cukup menganggu para produsen mobil dari Cina ini, masih ingat ketika pasar otomotif tanah air diserbu oleh duplikasi motor Jepang oleh Cina dengan puluhan merek? awal krisi ekonomi tahun 1998 sampai tahun 2005, mereka merecoki pasar roda 2 dengan motor murah namun dengan kualitas seadanya.

Citra atau image otomatis turun dan membuat masyarakat kurang respect dengan merek cina, dianggap kloningan, Copy Paste, penjiplak, melanggar hak cipta, sudah melekat dengan motor mereka hingga akhirnya sekarang tinggal 3 atau 4 merek yang masih bertahan dengan memasuki segmen-segmen yang tidak digarap motor Jepang.

Lantas, untuk roda empat sendiri bagaimana? yup, image ini pastinya akan ikut juga, maklum, masih dalam 1 kategori yaitu Otomotif, beda perkara dengan produk diluar otomotif semisal handphone yang memang segmennya lebih luas dan dengan harga yang hanya jutaan rupiah saja, sedang mobil atau roda empat adalah segmen para masyarakat kelas menengah keatas dengan tingkat proteksi investasi mereka lebih tinggi apalagi dengan produk diatas 100jutaan seperti mobil.

Dan yang terakhir, mereka yang merasakan serbuan motor Cina dulu, adalah mereka yang sedang ingin memiliki mobil sekarang, anggaplah umur 18-20 dulu, sekarang sudah 31-35 tahun sekarang.

Yah, itulah sedikit analisa R2M tentang dampak keboborokan roda2 mereka dulu terhadap rencana pabrikan Cina masuk ke pasar roda 4 tanah air, dan jangan lupa juga kasus Chery yang akhirnya gulung tikar beberapa tahun lalu,