KTM Berulah Lagi! Pedro Acosta Ngamuk Motornya Mati di Lap Terakhir MotoGP Brno 2026
Roda2makassar.com – Nasib sial kembali menimpa pembalap andalan Red Bull KTM Factory Racing, Pedro Acosta. Impiannya untuk mengamankan poin krusial di MotoGP Brno 2026 harus buyar secara dramatis di lap terakhir. Bukan karena blunder atau ditabrak pembalap lain, melainkan karena motor KTM RC16 miliknya mendadak mati total di tikungan pertama.
Kegagalan finis (DNF) ini menjadi puncak kegeraman sang rookie sensasional. Acosta menilai masalah keandalan mesin pabrikan Austria tersebut sudah berada di tahap yang mengkhawatirkan dan menuntut jawaban segera dari pihak manajemen.
Kronologi Drama Lap Terakhir: Taktik Cerdas yang Sia-Sia
Sepanjang balapan di Sirkuit Brno, Acosta sebenarnya tampil sangat cerdas. Menyadari motornya belum mampu mengimbangi kecepatan murni Aprilia dan Ducati, Acosta dan tim harus memutar otak demi menjaga temperatur dan tekanan ban depan.
Ia sengaja melorot dari posisi keempat ke posisi kelima demi memanfaatkan slipstream di belakang Fabio Di Giannantonio agar tekanan ban depannya naik. Namun, strategi itu sempat goyah saat Di Giannantonio menjauh, memaksa Acosta tertahan di belakang Joan Mir.
“Target kami adalah naik ke posisi ketiga, dan kami berada di posisi kelima. Saya sempat sengaja membiarkan Diggia dan Joan Mir lewat agar bisa membuntuti mereka dari jarak dekat untuk menaikkan tekanan ban. Posisi saya sudah sangat ideal, tapi balapannya justru kelebihan satu lap bagi saya,” ungkap Acosta dengan nada getir.
Sialnya, tepat saat ia bersiap mengunci posisi kelima di lap pamungkas, motor RC16 miliknya kehilangan daya dan mati total.
Masalah Berulang, Acosta: “Saatnya KTM Memberi Jawaban!”
Yang membuat pembalap muda Spanyol ini habis kesabaran adalah fakta bahwa ini bukan kali pertama motornya mengalami kendala teknis serupa. Pada sesi latihan bebas hari Jumat, ia juga mendapati masalah mekanis yang identik.
Bahkan, jika ditarik ke belakang, masalah keandalan KTM telah menjadi momok sejak seri Catalunya, di mana kerusakan motor Acosta sempat memicu kecelakaan parah yang melibatkan Alex Marquez.
Meskipun kecewa, Acosta mencoba tetap tenang karena tahu kegagalan ini murni masalah mekanis, bukan kesalahannya sebagai pembalap.
“Sekarang saya bahkan tidak merasa kecewa. Saya tidak melakukan kesalahan apa pun, karena hal ini berada di luar kendali saya. Tapi sekarang, saatnya KTM memberikan beberapa jawaban. Mereka harus mengirim semuanya kembali ke pabrik dan menganalisis mengapa masalah keandalan ini terus-menerus terjadi,” tegas Acosta.
Menatap Sisa Musim MotoGP 2026
Akibat kegagalan di Brno ini, Acosta harus kehilangan poin penting dalam persaingan papan atas klasemen. Penggemar kini tinggal menunggu bagaimana respons cepat dari jajaran bos KTM untuk membenahi masalah internal ini sebelum seri berikutnya dimulai.
Jika masalah reliability ini tidak segera diselesaikan, bukan tidak mungkin frustrasi Acosta akan berbuntut panjang pada masa depannya bersama tim oranye tersebut.

