Seri Kedua CEV Moto3, Andi Gilang Target Naik Podium

Andi “Gilang” Farid Izdihar akan melakoni lanjutan seri kedua Moto3 CEV Junior World Championship di lintasan yang juga akan digunakan para pebalap MotoGP melakukan aksi-aksi hebatnya, yaitu Sirkuit Le Mans, Perancis pada akhir minggu ini (20-21/5). Di sirkuit ini, Andi Gilang akan berusaha mengulang kembali aksi terbaiknya untuk memberikan kebanggaan bagi bangsa Indonesia.

Andi Gilang pada Seri 1 Albacete

Sirkuit Le Mans bukanlah lintasan yang mudah bagi pebalap. Dominasi tikungan membuat sirkuit ini berkarakteristik stop and go. Banyaknya pengereman dan tuntutan akselerasi untuk cepat keluar dari tikungan membutuhkan setelan motor yang tepat dan sangat menguji konsentrasi serta fisik. Selain itu Andi Gilang juga harus mewaspadai faktor perubahan cuaca yang biasa terjadi di Le Mans.

Menaklukkan tantangan seri kedua CEV Moto3 Junior World Championship tidaklah mudah. Namun Andi Gilang telah memperlihatkan kemampuan balap yang tangguh saat mengawali musim balap CEV International Championship. Pada seri pertama di Albacete, Spanyol, satu-satunya pebalap Indonesia di kelas ini mengawali balap dengan start kurang memuaskan. Tapi Andi Gilang berhasil membayarnya dengan finish di posisi ke 5. Perolehan 11 poin di Albacete menjadi modal kuat bagi Andi Gilang di klasemen sementara CEV Moto3 Junior World Championship.  Atmosfer dari MotoGP juga akan menjadi pengalaman berharga yang bisa dipelajari oleh Andi Gilang selama CEV Moto3 Junior World Championship berlangsung.

“Bagi saya, balapan ini istimewa. Saya bersemangat karena jadwal balapan berbarengan dengan kejuaraan dunia MotoGP. Saya juga senang akan balapan di sirkuit historis seperti Le Mans. Ini akan menjadi pengalaman yang positif. Seri ini juga akan penuh dengan tantangan, karena kami hanya punya dua sesi pada Jumat. Meski hanya ada sedikit waktu untuk beradaptasi dengan sirkuit, tapi saya akan berusaha untuk mencetak hasil terbaik akhir pekan ini,” ujar Andi Gilang.

Andi Gilang pada seri 1 albacete

GM Marketing Planning & Analysis Division PT Astra Honda Motor Agustinus Indraputra mengatakan komitmen AHM adalah membawa pebalap Indonesia mencetak sejarah baru dan menjadi kebanggaan bagi bangsa. Dukungan ini akan terus kami lakukan sampai mereka mampu menapak ke MotoGP.

“Kami telah menemani dan mengetahui bagaimana perjuangan Andi Gilang untuk sampai pada tahap ini. Tidaklah mudah untuk bisa berada di panggung yang sama dengan para pebalap MotoGP dan atmosfer ini akan menjadi pengalaman bagus untuk Andi Gilang. Kami optimis hasil latihan Andi Gilang dapat memberikan yang terbaik pada seri kedua CEV Motor3 Junior World Championship dan menjadi kebanggaan bangsa,” ujar Indraputra.

CEV International Championship akan digelar sebanyak 8 seri untuk Moto3 Junior World Championship yang diikuti Andi Gilang dan 7 seri untuk Moto2 European Championship yang diikuti Dimas Ekky Pratama. Seri pertama telah digelar di Albacete (30/4), dilanjutkan Le Mans (20/5) khusus kelas Moto3, Barcelona (18/6), Valencia (9/7), Estoril (23/7), Jerez (17/9), Aragon (8/10) dan Valencia (19/11).

Iklan

CEV Moto3 Albacete 2017, Start Grid 11, Andi Gilang Finish Ke 5 Bro

Pagi Pembaca Sekalian.
FIM CEV International kelas Moto3 European Championship 2017 di Albacete, Minggu (30/4/2017) telah berlangsung dan ada salah satu rider Indonesia yang berjuang di kelas ini,yaitu Andi Gilang yang merupakan anak bimbingan tim Astra Honda Racing, walau Start dari posisi ke-11, awal race Gilang turun dan tercecer di barisan belakang. Pada Lap 2, ia berada pada posisi ke-16. Akan tetapi, pembalap Astra Honda Racing Team (AHRT) itu tak menyerah begitu saja. Satu-persatu rivalnya mulai dipangkas jarak dan didekati.

Pada lap ke4, Andi Gilang telah naik ke posisi ke-10. posisi ini Cukup lama dia tempati, setidaknya hingga pertengahan balapan. Namun posisinya lalu terdongkrak naik, ketika dua pembalap Asia Talent Team: Somkiat Chantra dan Kazuki Masaki kecelakaan pada Lap 14.

Satu lap kemudian, Gilang naik ke posisi keenam dan ia pun mulai memburu Apiwat Wongthananon, pembalap Thailand yang berada di depannya.

Tepat pada lap terakhir, Gilang berduel sengit melawan Brunopalazzese Ieraci dan Sergio Garcia. Ia akhirnya mampu mengalahkan dua rivalnya di garis finis. Sedangkan, Wongthananon harus puas finis kedelapan.

Jeremy Alcoba keluar sebagai pemenang pada seri perdana kali ini usai mengalahkan Makar Yurchenko dalam pertarungan ketat hingga lap terakhir. Dan podium ketiga ditempati Jaume Masia.

Dengan hasil ini, Gilang berada di peringkat kelima dengan torehan 11 poin dalam klasemen sementara. Seri kedua CEV Moto3 akan digelar di Le Mans pada 20 Mei mendatang, berbarengan dengan jadwal MotoGP Perancis.

Dimas Ekky dan Andi Gilang Targetkan Start Dari Baris Terdepan di Seri Perdana CEV

Dua pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT), Dimas Ekky Pratama dan Andi Farid Izdihar atau Andi Gilang, bertekad memulai seri perdana CEV International Championship 2017 dari baris terdepan di sirkuit Albacete, Spanyol (29-30/5). Untuk mewujudkan tekadnya ini, dua pebalap muda ini semakin giat memperkuat persiapan fisik dan pematangan skill balap.

Gelaran CEV International Championship menjadi momen penting bagi pebalap Indonesia binaan PT Astra Honda Motor (AHM) seiring dengan tekad kuat Dimas Ekky Pratama yang akan bertarung di kelas Moto2 CEV European Championship dan Andi Gilang di kelas Moto3 CEV Junior World Championship. Keduanya bertekad mempersembahkan podium perdana bagi Indonesia dengan memulai start dari baris terdepan.

Pertempuran pebalap-pebalap terbaik dari negara-negara lintas benua akan dimulai di sirkuit Albacete, Spanyol yang merupakan sirkuit terpendek yang digunakan sepanjang gelaran CEV International Championship. Kendati jaraknya hanya 3.550 meter, sirkuit ini menghadirkan tantangan kombinasi tikungan cepat dan lambat yang tidak mudah.

Menghadapi seri perdana tersebut, Dimas Ekky dan Andi Gilang mempelajari secara detail setiap tantangan di lintasan dan tikungan yang akan dihadapi saat balapan di sirkuit Albacete, Spanyol. Beragam latihan khusus dijalani baik di dalam sirkuit maupun di trek khusus untuk memperkuat performa dan ketahanan fisik, pengendalian motor di berbagai kondisi sirkuit, serta skill balap menghadapi ketatnya persaingan dengan pebalap negara lain yang didominasi pebalap Eropa.

“Saya bersemangat sekali untuk menaklukkan sirkuit Albacete pada gelaran perdana CEV International Championship tahun ini. Berbekal pengalaman tahun lalu di mana saya dapat finish keenam di sirkuit ini dan beragam latihan intens yang saya jalani tahun ini di Eropa, saya optimis dapat mencetak prestasi lebih baik lagi minggu ini,” ujar Dimas Ekky.

“Saya bertekad mengulang kesuksesan balapan di sirkuit ini dengan start dari posisi kedua. Tentunya tetap tak mudah mengingat kompetisi di kelas CEV Moto3 Junior World Championship sangat ketat. Perbedaan sepersekian detik sangat berpengaruh pada posisi setiap pebalap. Saya akan berusaha sekuat tenaga mempersembahkan debut balapan yang membanggakan untuk Indonesia di benua Eropa ini,” ujar Andi Gilang.

General Manager Marketing Planning and Analysis Division AHM Agustinus Indraputra mengatakan kedua pebalap Indonesia binaannya saat ini tengah menjalani program pelatihan fisik dan teknis secara intens di Eropa untuk memaksimalkan performa dan ketahanan balapnya. Dukungan AHM untuk mengantarkan prestasi pebalap Indonesia akan terus ditingkatkan seiring peningkatan kompetensi para pebalap Tanah Air.

“Dimas Ekky dan Andi Gilang merupakan dua pebalap terbaik Indonesia yang siap mengharumkan nama bangsa di benua Eropa. Kami berharap dukungan berupa latihan secara intens di Eropa menjelang balapan dapat semakin memaksimalkan performa mereka menghadapi seri perdana CEV International Championship,” ujar Indraputra.

Margono T, Andi Gilang dan koji Sugita

Dimas Ekky dan Andi Gilang merupakan pembalap berpengalaman dalam ajang balap CEV International Championship. Tahun lalu, Dimas Ekky start dari posisi ke-8 kelas CEV Moto2 European Championship dan berhasil finish pada posisi ke-6 dengan catatan waktu 31.28:611 detik.  Sementara Andi Gilang berhasil memulai balapan dari posisi kedua CEV Moto3 Junior World Championship. Namun sayang pada lap ke-14, pebalap asal Bulukumba, Sulawesi Selatan ini harus mengakhiri balapan karena terjatuh. Melalui program pelatihan intensif yang dilakukan tahun ini, dua pebalap Indonesia ini akan tampil maksimal dan meningkatkan prestasi balapnya di sirkuit Albacete, Spanyol.

Gelaran seri perdana CEV International Championship Moto2 European Championship dan Moto3 Junior World Championship akan dilehat pada tanggal 30 April 2017 mulai pukul 17:45 WIB  di sirkuit Circuito de Albacete, Spanyol.

Dimas Ekky dan Andi Gilang Siap Kibarkan Merah Putih di Balap Eropa

Pebalap Indonesia yang tergabung dalam Astra Honda Racing Team (AHRT), Dimas Ekky Pratama dan Andi Farid Izdihar atau yang biasanya dikenal sebagai Andi Gilang, melanjutkan kiprahnya menghadapi musim kompetisi berkelas dunia untuk berlaga bersama puluhan pebalap terbaik lintas benua dalam ajang balap CEV International Championship 2017. Keduanya bertekad meraih podium dan mengibarkan bendera Merah Putih kebanggaan bangsa untuk pertama kalinya di sirkuit benua Eropa.

Dimas Ekky

Dua pebalap yang diturunkan PT Astra Honda Motor (AHM) ini merupakan satu-satunya pebalap Indonesia di setiap kelas yang diikuti. Dimas Ekky Pratama akan bertarung di kelas CEV Moto2 European Championship sementara Andi Gilang bersiap menghadapi ketatnya persaingan di kelas CEV Moto3 Junior World Championship. CEV International Championship menjadi ajang balap penting bagi keduanya sebelum bisa bertanding di ajang balap tertinggi MotoGP yang telah mencetak pebalap kelas dunia seperti Marc Marquez.

Untuk bisa berlaga di musim ini melawan pebalap-pebalap tangguh Eropa dan negara-negara lain, Dimas Ekky dan Andi Gilang menempa diri selama 5 bulan di Barcelona, Spanyol. Keduanya menjalani serangkaian program latihan fisik dan teknik balap secara intens menyesuaikan kebiasaan para pebalap internasional. Program latihan fisik difokuskan untuk meningkatkan endurance, keseimbangan dan menjaga kebugaran selama kompetisi. Sedangkan untuk memperdalam teknik balap, Dimas Ekky dan Andi Gilang akan berlatih secara intens di lintasan sirkuit Eropa yang digunakan untuk kompetisi CEV International Championship maupun kejuaraan balap MotoGP. Pencetak pebalap tangguh MotoGP, Alberto Puig, juga turun langsung untuk mendampingi Andi Gilang dalam CEV Moto3 Junior World Championship agar dapat mencetak prestasi membanggakan. Alberto Puig merupakan mantan pembalap GP500 yang turut berperan mencetak pebalap-pebalap MotoGP, seperti Dani Pedrosa.

Andi Gilang

General Manager Marketing Planning & Analysis Division AHM Agustinus Indraputra menyatakan komitmen kuatnya dalam mendukung prestasi anak bangsa di dunia balap hingga ke ajang balap tertinggi MotoGP. Saat ini, dua pebalap binaannya Dimas Ekky dan Andi Gilang telah menapaki jenjang balap tertinggi yang pernah diikuti pebalap Indonesia, yaitu CEV International Championship. Harapannya, seluruh masyarakat Indonesia dapat segera melihat langsung aksi pebalap Indonesia bersama pebalap-pebalap terbaik dunia dalam ajang balap tertinggi, MotoGP.

“Kami akan memastikan perjuangan putra bangsa melaju di arena balap MotoGP tidak hanya berhenti sekedar mimpi. Kami akan terus dukung prestasi-prestasi pebalap berbakat Tanah Air untuk menjadi kebanggaan bangsa di berbagai ajang balap internasional melalui program penjenjangan balap AHM yang secara konsisten digelar. Dimas Ekky dan Andi Gilang telah berhasil menaklukkan berbagai tahapan penjenjangan balap tersebut dan tinggal selangkah lagi menuju MotoGP. Kami harap perjuangan keduanya berlanjut dengan prestasi membanggakan di CEV International Championship tahun ini,” ujar Indraputra.

Berbekal pengalaman membalap di CEV International Championship tahun lalu, Dimas Ekky dan Andi Gilang bertekad meningkatkan prestasi balapnya. Di kelas CEV Moto2 European Championship tahun lalu, Dimas Ekky berhasil melipatgandakan prestasinya dibanding tahun sebelumnya dengan finish 5 besar di dua seri yaitu di sirkuit Jerez, Spanyol dan Portimao, Portugal. Bersaing dengan pebalap yang didominasi berasal dari negara Eropa, tahun lalu Dimas Ekky mampu menempati posisi 7 besar kelasemen akhir dengan poin 66.

“Saya belajar banyak dari pengalaman dua tahun di CEV Moto2 European Championship. Tahun ini fokus saya memperbaiki semua kekurangan pada balapan sebelumnya dengan memperkuat pemahaman terkait karakter sirkuit dan kekuatan fisik menghadapi tangguhnya lawan-lawan balap saya yang tentunya juga akan semakin meningkat skill balapnya tahun ini. Mohon dukungan seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Dimas Ekky.

Pebalap muda Andi Gilang pun telah berhasil menunjukan potensinya pada keikutsertaan pertamanya di CEV Moto3 Junior World Championship tahun lalu. Saat balapan di sirkuit Albacete, Spanyol, Gilang mampu mencatat waktu kedua tercepat saat kualifikasi dan memulai start dari barisan terdepan. Sayang sekali, Gilang terjatuh di lap terakhir saat berjuang di barisan depan dan membuatnya kehilangan poin yang sudah di depan mata. Tidak patah semangat, Gilang pun akhirnya mampu mendapatkan poin pertamanya di sirkuit Portimao, Portugal dengan menyelesaikan balap pada posisi ke 12.

“Saya tak akan lupa semangat dan kebanggaan luar biasa saat bisa mulai balapan dari baris terdepan di posisi kedua. Sayang saat itu saya tidak bisa finish. Namun momen itu menjadi pemacu semangat tertinggi saya untuk mengulangnya kembali tahun ini dan tentunya dapat finish di podium. Saya ingin mempersembahkan bendera Merah Putih pertama kalinya untuk Indonesia. Saya akan berjuang lebih keras lagi di musim balap tahun ini,”ujar Andi Gilang.

CEV International Championship akan digelar sebanyak 7 seri untuk CEV Moto2 European Championship dan 8 seri untuk CEV Moto3 Junior World Championship yang akan diadakan pada Albacete (30/4), Le Mans (20/5) untuk kelas Moto3, Barcelona (18/6), Valencia (9/7), Estoril (23/7), Jerez (17/9), Aragon (8/10) dan Valencia (19/11).

Baca juga

Nyaris Juara Umum, Andi Gilang Harus Puas Juara 3 ATC Tahun Ini

Assalamualikum dan selamat hari Senin buat yang merayakan.
Seri terakhir Shell Advance Asia Talent Cup 2016 akhirnya berakhir Minggu kemarin, race pertama saat hari Sabtu berhasil menempatkan Andi Farid Izdihar alias Andi Gilang sebagai juara pertama Race 1 Seri Sepang Malaysia 2016.atc-sepang2

Posisi klasemen sebelum race ke 2 memang sangat dekat, Ai Ogura memimpin dengan selisih 6 point dari Andi Gilang, dan selisih 19 point dengan Yamanaka serta 20 Point dari Somkiat Chantra. Artinya ada 4 pebalap yang masih bisa memperebutkan posisi juara.fb_img_1476715080083.jpgAwal race yang mulus perlahan-lahan mulai sengit, Andi Gilang dominan memimpin di 10 lap terakhir, dan kesempatan juara datang pada 9 sisa lap, Ai Ogura jatuh dan tak bisa melanjutkan balapan. Naas bagi Gerry Salim, harus jatuh juga di 7 Lap sisa dan Somkiat Chantra memimpin didepan.

Pada posisi ini, Andi Gilang hanya butuh juara 3 untuk mengunci juara dunia dan petaka itupun muncul ketika 2 lap tersisa, kehilangan grid ban belakang membuat Andi Gilang Crash dan tidak bisa melanjutkan balapan, terlihat memegang tangan kanan sehabis jatuh.andi-gilang-jatuhJatuhnya Ai Ogura dan Andi Gilang memberikan untung besar bagi pebalap Thailand Somkiat Chantra yang akhirnya finish diposisi pertama sekaligus menjadi juara umum tahun ini, diikuti oleh Ai Ogura dan Andi Gilang diposisi ke 3 klasemen akhir.

Hasil positif memang sangat terlihat dari perjuangan Andi Gilang selama 3 tahun pagelaran ATC ini, tahun 2014 finish diposisi 21, 2015 di posisi 9 dan tahun ini bisa finish diposisi ke 3.

Selanjutnya menurut R2M, inilah waktunya untuk naik level selanjutnya yaitu moto3, pengalaman diberbagai ajang sudah sangat banyak, prestasi pun sudah terukir, kini tinggal menunggu waktu untuk AHRT memasukkannya ke ajang Motogp. fb_img_1476715036567.jpgTetap Semangat Andi Farid Izdihar.

Andi Gilang dan Gerry Salim Optimis Capai Hasil Terbaik di Seri Terakhir ATC Pekan Ini

Pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT), Andi Farid Izdihar (Andi Gilang) dan Gerry Salim akan menghadapi seri pamungkas Asia Talent Cup 2016 (ATC) pada akhir pekan ini (29-30/10). Keduanya bertekad merebut posisi puncak untuk menjadi kebanggaan bagi bangsa.

Seri terakhir yang akan dilaksanakan di Sepang International Circuit tersebut akan menjadi pertarungan yang sangat ketat sepanjang gelaran ATC mengingat saat ini setiap pebalap di 5 besar klasmen sementara berpeluang meraih gelar juara ATC 2016. Andi Gilang dan Gerry Salim pun bertekad akan berjuang keras dari awal balap di Sepang nanti.atc1

Berbekal jejak prestasi 3 podium yaitu podium pertama dan 2 podium ketiga di seri ketiga ATC yang juga dihelat di Sepang International Circuit ini, Andi Gilang dan Gerry Salim optimis mampu mengulangi sukses tersebut dengan merebut puncak podium.

“Meskipun sangat berat, namun saya akan berusaha tidak menyia-nyiakan peluang ini. Saya bertekad menjadi pebalap pertama Indonesia yang meraih gelar juara ATC. Selain seri terakhir sebagai penentuan gelar juara, saya dan Gerry juga punya catatan bagus di seri Sepang sebelumnya. Saya bertekad menjadi juara seperti Marc Marquez yang sudah merebut gelar juara dunia MotoGP 2016,” ujar Andi Gilang.

Senada dengan rekan setimnya, Gerry Salim pun menatap optimis seri terakhir ATC ini.

“Kemarin saya dan Gilang juga bertemu dan diberi semangat oleh pebalap idola kami, Marc Marquez. Ini menjadi penyemangat juga buat kami mendapatkan hasil terbaik di Sepang. Meskipun tangan saya baru saja operasi akibat patah saat balap di ARRC India, tidak menjadi penghalang buat saya,” ujar Gerry Salim.

GM Marketing Planning & Analysis Division PT Astra Honda Motor (AHM) mengatakan tekad para generasi muda bangsa tersebut dalam memberikan gelar juara untuk Indonesia patut diapresiasi dan didukung.atc2

“Kami mohon dukungan dari masyarakat Indonesia sehingga pada seri terakhir ini, Andi Gilang dan Gerry Salim mampu maksimalkan pengalaman serta kemampuan terbaiknya demi meraih gelar juara dan mempersembahkan kebanggaan bagi Indonesia,” ujar Indraputra.

Selain itu, pebalap muda Indonesia lainnya Irfan Ardiansyah, Alif Utama dan Dwiki Suparta juga akan turut berjuang menaklukan sirkuit sepanjang 5.543 km ini untuk mendapatkan pengalaman terbaik.

Pertarungan pertama akan diadakan pada hari Sabtu (20/10) dan akan mencapai puncaknya pada minggu (21/10). Kedua balap tersebut akan diadakan pada jam 15:30 WIB. Sebelum itu para pebalap akan menjalain sesi latihan dan kualifikasi pada Jumat (28/10).

Berikut Klasemen Sementara Asia Talent Cup.

NO NAT RIDERS POINTS
1 JPN Ai Ogura 160
2 THA Somkiat Chantra 153
3 JPN Ryusei Yamanaka 144
4 INA Andi Izdihar 142
5 INA Gerry Salim 136
6 JPN Yuki Kunii 119

Hasil Race Asia Talent Cup Montegi 2016, Andi Gilang dan Gery Salim Harus Berjuang Ekstra

Pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT), Andi Farid Izdihar (Andi Gilang) dan Gerry Salim berhasil menuntaskan balapan di Sirkuit Twin Ring Motegi, Jepang dengan hasil positif. Keduanya terus berjuang meraih posisi pemimpin klasemen sementara dengan raihan poin di Asia Talent Cup (ATC) 2016 seri kelima ini.atc-montegi1

Meskipun hanya meraih posisi lima dan enam besar di (ATC) seri kelima ini, namun perbedaan poin dengan pimpinan klasmen sementara saat ini hanya berjarak 18 dan 24 poin. Andi Gilang dan Gerry Salim pun masih berpeluang meraih gelar juara ATC di seri terakhir Malaysia dua minggu mendatang. Saat ini Andi Gilang mengoleksi poin 142 dan Gerry Salim 136 poin.

Pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) berhasil memulai seri di Twin Ring Motegi dengan baik. Andi Gilang mampu meraih start di posisi kelima dan Gerry Salim dengan jari tangannya yang patah berhasil meraih posisi ketujuh. Namun sayang, pada balap pertama Andi Gilang dan Gerry Salim justru belum berhasil memaksimalkan peluang. Andi Gilang yang sempat bertarung di posisi tiga besar pun harus puas finish di posisi kelima. Sedangkan Gerry Salim di posisi kesepuluh.atc-montegi2

Balapan kedua berjalan semakin ketat, senggolan antar pebalap di lintasan pun semakin sering terjadi. Andi Gilang pun sempat bersenggolan dengan riders lain. Kondisi kurang beruntung kembali dialami Andi Gilang. Sempat memimpin balap di awal-awal lap, Andi Gilang pada akhirnya hanya mampu finish di posisi ketujuh dikarenakan temperature mesin yang berubah di pertengahan lap.

“Evaluasi dari race pertama kemarin sebenarnya sudah ada kemajuan terkait aerodynamic. Terbukti sudah memimpin di awal-awal lap, tetapi beberapa lap setelahnya temperature mesin naik dari batasan normal dan performa menjadi tidak maksimal. Saya harus bekerja lebih keras lagi di seri terakhir nanti agar bisa jadi Juara. Terima kasih team dan mekanik,” ujar Andi Gilang.

Lain halnya dengan Gerry Salim. Kendati kondisi tangan belum membaik, semangat juang Gerry Salim tetap tinggi. Dia meyakinkan dokter bahwa dirinya mampu turun balap dan hal ini ditunjukkan dengan kegigihannya pada balapan pertama maupun kedua. Bahkan pada balap kedua, Gerry Salim perlahan mampu masuk dan turut berebut posisi terbaik di grup terdepan. Hasilnya, dengan tangan cidera, dia pun berhasil mengamankan posisi keenam di balap kedua.atc-montegi3

“Pada race kedua, saya sudah hampir bisa podium dan fight dengan grup terdepan. Finish dengan hasil poin sudah cukup bagi saya karena awalnya tidak boleh balap oleh team dokter. Saya akan berusaha revocery dengan cepat agar bisa tampil maksimal di seri terakhir, Malaysia. Terima kasih untuk tim dan mekanik yang selalu support.”

GM Marketing Planning & Analysis Division PT Astra Honda Motor (AHM) Agustinus Indraputra mengatakan perjuangan para pebalap muda Indonesia masih akan berlanjut sampai seri terakhir di Malaysia dua minggu mendatang. AHM berharap mereka mampu mengikuti jejak pebalap idolanya, Marc Marquez yang baru saja mengunci gelar juara MotoGP musim 2016 di Motegi.

“Kami berterima kasih pada pebalap AHRT yang telah bekerja keras. Kami harap hasil ini mampu menjadi motivasi dan modal untuk menjuarai balap ATC di seri terakhir. AHM melalui AHRT akan selalu mendukung kerja keras mereka. Kami bertekad membawa generasi muda bangsa menjadi pebalap yang mampu membawa kebanggaan bagi Indonesia. Seperti layaknya Marc Marquez yang berhasil menjuarai MotoGP tahun ini,” tutup Indraputra.