Pebalap Asal Bulukumba Ini Resmi Membalap Semusim di GP Moto2 2020

Roda2makassar.com – Pembinaan balap berjenjang yang dilakukan PT Astra Honda Motor (AHM) terus menunjukkan prestasi membanggakan. Salah satu pebalap binaan Astra Honda Racing Team, Andi Farid Izdihar (Andi Gilang), akan menjadi wakil Indonesia di Grand Prix (GP) Moto2 semusim penuh pada 2020 mendatang, bergabung bersama Honda Team Asia (HTA).

Bersama Andi Gilang dan awhin Sanjaya

Sebelumnya, HTA mengumumkan resmi line up pebalap mereka yang akan berlaga pada GP Moto2 dan Moto3, bertepatan dengan GP Thailand 2019, beberapa waktu lalu. Namun, pengumuman itu menyisakan satu slot pebalap di tubuh tim GP Moto2. Bergabungnya Andi Gilang menjadi kesempatan emas putra bangsa unjuk prestasi di ajang balap tingkat dunia ini.

Andi Gilang dipilih sebagai pebalap andalan HTA mewakili bakat-bakat balap terbaik para pebalap di belahan bumi Asia. Bersama pebalap asal Thailand, Somkiat Chantra, Andi akan berjuang tak hanya membawa kebanggaan untuk negara masing-masing, tetapi juga mengemban misi untuk mengukir prestasi sebagai bintang dari Asia.

Lahir di Bulukumba, Sulawesi Selatan, 22 tahun lalu, Andi merupakan salah satu lulusan pertama Astra Honda Racing School (AHRS), ajang yang dibentuk AHM sebagai pijakan awal pembinaan balap berjenjang. Sejak lepas dari pembinaan awal tersebut, deretan prestasi Andi terus terukir.

Setelah lulus dari AHRS pada 2010, Andi digembleng pada ajang Asia Dream Cup pada 2014 dan langsung meraih posisi ke-6 di akhir musim. Tahun berikutnya, dirinya terjun di beberapa ajang. Di Asia Talent Cup, Andi mampu menjadi juara di seri Qatar. Lalu, dia juga tergabung dalam tim kejuaraan balap ketahanan, Suzuka 4Hours Endurance Race dan finish di posisi ke-2.

Pada 2016, Andi semakin meningkatkan prestasinya di Asia Talent Cup dengan mengamankan posisi ketiga klasemen. Pada tahun tersebut, Andi mengawali debut Eropa dengan mengikuti ajang FIM CEV Moto3 Junior World Championship hingga tahun 2017.

Saat ini, Andi berkonsentrasi menyelesaikan musim balap Asia Road Racing Championship kelas Supersport 600, dan masih berjuang dengan bertengger di posisi ke-5 klasemen. Juli lalu, dia juga ikut berlaga di ajang bergengsi, Suzuka 8 Hours Endurance World Championship.

Di ajang CEV Moto2 World Championship, Andi sudah melahap tiga seri melalui wildcard dengan hasil yang tidak mengecewakan, yakni di Catalunya, Jerez, dan Albacete. Wildcard Andi tersisa satu untuk digunakan pada seri terakhir di Valencia, November 2019. Dia juga sudah pernah mencicipi atmosfer ketat balapan kelas dunia saat menggantikan Dimas Ekky Pratama di Honda Team Asia pada GP Moto2 2019 di sirkuit Misano, Italia.

Andi Gilang

Andy Wijaya, Deputy GM Marketing Planning and Analysis AHM mengatakan pencapaian Andi Gilang menembus kancah balap dunia menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan program penjenjangan balapan terstruktur yang dilakukan perusahaan, demi mencetak prestasi yang membawa harum bangsa Indonesia.

”Selamat untuk Andi Gilang, lulusan pertama AHRS yang mampu menembus balap Grand Prix. Usaha keras dan tekad kuat dari semua pihak membuahkan hasil yang baik. Semoga Andi Gilang mampu konsisten, berjuang dengan mental juara hingga menginspirasi pebalap Indonesia lainnya untuk mencapai mimpi berlaga di kancah dunia,” ucap Andy.

Baginya, kesempatan emas berlaga di GP Moto2 semusim penuh akan dimanfaatkannya sebagai salah satu tangga untuk mencapai mimpi tertinggi, yakni berlaga di ajang paling bergengsi, MotoGP. Andi sadar, bahwa perjuangan di level lebih tinggi tidak akan mudah.

”Alhamdulillah, saya bersyukur dan sangat termotivasi. Saya pasti akan selalu berusaha memberikan yang terbaik pada pengalaman berlomba semusim penuh di GP Moto2. Sebisa mungkin saya berupaya meraih poin, sembari berlatih sebaik mungkin,” kata Andi.

Pada tahun pertamanya di GP Moto2, Andi menargetkan cepat beradaptasi dan memberikan performa terbaiknya untuk mencetak banyak poin untuk memberi kebanggaan untuk Indonesia.

Advertisements

Pebalap Sulawesi Bakal Berlaga di Grand Prix Moto2 Aragon Pekan Ini

Roda2makassar.com – Pembinaan balap berjenjang yang dilakukan PT Astra Honda Motor (AHM) sejak 9 tahun silam terus membuahkan hasil yang membanggakan. Dua dari angkatan pertama Astra Honda Racing School (AHRS) sebagai fondasi awal pembinaan, Andi Farid Izdihar (Andi Gilang) dan Gerry Salim siap tampil di Grand Prix Moto2.

Andi berlomba di GP Moto2 Misano World Circuit Marco Simoncelli, Italia, akhir pekan ini, dan Gerry akan bertarung di Motorland Aragon, Spanyol, seri berikutnya. Keduanya tampil menggantikan pebalap yang pernah ditempa dalam Astra Honda Racing Team (AHRT), Dimas Ekky Pratama.

Bergabung dengan Honda Team Asia, pebalap asal Bulukumba, Sulawesi Selatan ini  mendapat kesempatan emas untuk mewujudkan mimpi, mewakili Indonesia bersaing di level elite kompetisi balap motor, sebagai tujuan utama program pembinaan balap berjenjang.

“Saya sangat senang dan bahagia bisa ikut balapan World Championship untuk kali pertama, dan tentu saja ini menjadi motivasi besar buat saya. Saya akan melakukan yang terbaik untuk Indonesia dan untuk orang-orang yang selalu mendukung saya,” ujar Andi.

Sementara Gerry, akan tampil kedua kalinya di arena balap kelas dunia setelah Juni lalu pebalap asal Surabaya itu sudah mencicipi motor GP Moto3, di Mugello, Italia. Saat itu dia menggantikan pebalap Jepang yang cedera, dan berhasil finish di posisi cukup baik pada penampilan perdana. Tampil di Aragon akan dimanfaatkan semakimal mungkin untuk membuktikan kemampuannya.

“Terima kasih untuk Astra Honda Racing Team dan Honda Team Asia yang sudah memberikan keasempatan saya untuk merasakan atmosfer balap Grand Prix kelas Moto2 di Aragon. Saya sudah mengenal sirkuit Aragon. Setidaknya, itu menjadi bekal untuk tampil maksimal di kesempatan yang diberikan kepada saya, agar bisa membanggakan Indonesia. Mohon doa dan dukungannya,” kata Gerry.

Dari Asia untuk Dunia

Gilang dan rekannya satu angkatan di AHRS, Gerry, menjadi tolak ukur keberhasilan AHM membina pebalap berbakat dari Tanah Air. Berdua sempat mendapat sentuhan mentor pebalap legendaris Jepang, Noboru Ueda.

Bersama Andi Gilang dan awhin Sanjaya

Setelah menyelesaikan progran AHRS, Andi Gilang ikut Kejuaraan Nasional bersama Honda Golden Team, hingga 2013, lalu bersama Astra Motor Racing Team pada Kejuaraan Nasional 2014, serta sejak 2015 menjadi bagian Astra Honda Racing Team dan bersaing di beberapa kejuaraan Asia dan Eropa. Musim ini, pebalap 22 tahun ini sudah membalap di Asia Road Racing Championship dan FIM CEV.

Gilang menunjukkan potensinya di sirkuit Eropa, saat turun secara reguler selama beberapa musim di FIM CEV. Pebalap Indonesia ini tercatat dua kali finish lima besar yakni di kelas Moto3 Albacete 2017 dan di kelas Moto2 Barcelona-Catalunya 2019. Kini, Andi punya kesempatan menjalani debut di grand prix, berbagi paddock dengan idolanya, Marc Marquez.

Sementara itu, sejak dibina oleh AHM, deretan prestasi Gerry luar biasa. Berbagai prestasi di tingkat Asia sudah digenggamnya, termasuk menjadi kampiun pada ajang Asia Road Racing Championship 2017. Saat ini, Gerry menduduki posisi ke-17 pada klasemen sementara CEV Moto2 European Championship dengan total 10 poin bersama Astra Honda Racing Team. Kesempatan Gerry untuk menambah pundi-pundi poin masih terbuka lebar, karena ajang tersebut masih menyisakan empat balapan hingga musim berakhir.

Deputy GM Marketing Planning & Analysis AHM Andy Wijaya, mengatakan penampilan Andi Gilang di GP San Marino dan Gerry Salom di GP Aragon menjadi momen berharga untuk mewujudkan target pembinaan balap berjenjang AHM untuk mengantar pebalapnya bersaing di level World Championship.

“Kami meyakini, penampilan Andi Gilang dan Gerry Salim di ajang World GP akan menjadi inspirasi para pebalap Indonesia lainnya untuk memberikan yang terbaik dan mengharumkan nama Bangsa. Kami akan terus membina para pebalap berbakat Tanah Air untuk mengejar mimpi tampil di ajang tertinggi seperti Andi dan Gerry,” ucap Andy.

Mario dan Gerry Awali Musim Baru Astra Honda Racing Team di FIM CEV

Roda2makassar.com – FIM CEV International Championship kembali digelar tahun ini sebagai salah satu ajang balap bergengsi dunia. Astra Honda Racing Team (AHRT) siap mengejar prestasi demi nama baik bangsa Indonesia dengan mengirimkan Mario Suryo Aji dan Gerry Salim. Mereka masing-masing turun pada persaingan Moto3 Junior World Championship dan Moto2 European Championship.

Sirkuit Estoril di Portugal, yang pernah menjadi tuan rumah balapan MotoGP World Championship hingga 2012, akhir pekan ini akan menjadi tempat berlangsungnya putaran pembuka FIM CEV Repsol 2019. Tahun ini adalah kali kelima secara beruntun AHRT ambil bagian, demi mengembangkan potensi para pebalap binaan sekaligus menjadi pijakan menuju MotoGP.

Di kelas Moto3, Mario Suryo Aji siap membuktikan kemampuannya. Tahun lalu, pebalap 15 tahun binaan PT Astra Honda Motor (AHM) itu turun pada persaingan Asia Talent Cup. Mario keluar sebagai pemenang saat membalap di Sepang International Circuit, dan meraih posisi kelima klasemen pebalap pada akhir musim.

Tahun ini adalah kesempatan pertamanya membalap di luar region Asia, dengan harapan mendapatkan hasil maksimal sejak seri pertama. ”Saya akan memanfaatkan dengan baik kesempatan ini dengan persiapan maksimal, mulai dari latihan fisik hingga latihan dengan motor. Saat tes di Estoril, kami mendapatkan hasil positif. Sekarang saya yakin bisa bersaing dengan para pebalap di grup depan saat balapan pertama akhir pekan ini,” kata Mario.

Sementara itu, Gerry Salim yang akan ditemani Andi Farid Izdihar (Andi Gilang) pada beberapa balapan musim ini, mewakili AHRT dan Indonesia di kelas Moto2. Gerry yang menginjak usia 21 tahun, sudah membalap di FIM CEV pada musim 2018 di kelas Moto3. Salah satu catatan manis dalam karier balapnya adalah menjadi juara kelas Asia Production 250cc Asia Road Racing Championship 2017.

“Saya akan membalap di kelas Moto2 tahun ini di FIM CEV. Tidak sabar rasanya menantikan balapan pertama, karena ini akan menjadi pengalaman luar biasa sekaligus kesempatan besar dalam karier balap saya. Pekan lalu, saat tes di Estoril Circuit, saya mendapat feeling baik dengan motor Moto2. Adaptasi dengan motor terus saya lakukan demi memberikan yang terbaik,” ujar Gerry.

FIM CEV International Championship merupakan tahapan akhir pembinaan balap berjenjang yang dilakukan AHM sebelum beranjak ke ajang Grand Prix (GP). Seperti yang sudah ditunjukkan Dimas Ekky Pratama dengan keikutsertaannya di GP Moto2 World Championship. Dia kini menjadi satu-satunya wakil Indonesia di grid World Championship 2019.

Sejak tahun-tahun pertama program pembinaan balap berjenjang ini dibentuk, para pebalap Astra Honda sudah ikut berbagai kejuaraan internasional bergengsi, mulai Asia Dream Cup, Asia Talent Cup, Asia Road Racing Championship, hingga balapan ketahanan Suzuka 8 Hours. Lalu pada 2015, AHM memutuskan untuk ikut FIM CEV, yang dinilai sebagai awalan menuju World Championship.

Putaran pembuka FIM CEV 2019 akan melombakan tiga balapan, Minggu (7/4/2019). Dua balapan CEV Moto2 akan start pukul 12.00 dan 15.00 waktu setempat (18.00 WIB dan 21.00 WIB). Sementara satu race Moto3 akan berlangsung pada pukul 13.00 waktu setempat (19.00 WIB). Ketiga balapan tersebut bisa disaksikan secara langsung lewat channel YouTube.

4 Pebalap Astra Honda Kibarkan Merah Putih di Seri Perdana ARRC 2019

Roda2makassar.com – Empat pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) berhasil mengibarkan bendera Merah Putih setelah menyelesaikan jalannya balapan di dua race seri perdana Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019 di Sepang International Circuit, Malaysia (9-10/3). Tiga podium diraih di kelas Asian Production 250 (AP250) dan satu podium di kelas Supersport 600 (SS600) diiringi pengibaran bendera kebanggaan bangsa, Merah Putih. Pada  balapan pertama (9/3), Lucky Hendriansya berhasil meraih podium pertama dan podium ketiga diisi oleh Irfan Ardiansyah pada kelas AP250. Sementara itu pada balapan kedua (10/3), Awhin Sanjaya berhasil meneruskan tren berkibarnya bendera Merah Putih oleh pebalap AHRT dengan menapaki podium ketiga di kelas AP250 dan Andi “Gilang” Farid Izdihar berhasil menapaki podium kedua di kelas SS600.

Para pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) ini mampu menunjukkan kemampuan bersaingnya yang mumpuni sejak sesi kualifikasi (9/3). Mengisi jajaran lima besar, Irfan Ardiansyah memulai jalannya balapan menempati posisi kedua dengan catatan waktu terbaik 2:24.888 pada sesi kualifikasi. Awhin Sanjaya yang memulai balapan pada posisi keempat memiliki catatan waktu terbaik 2:25.300, serta Lucky Hendriansya yang berada di posisi lima dengan catatan waktu terbaik 2:25.448.

Pada balapan pertama seri Sepang ARRC 2019 kelas AP250 yang digelar pada hari yang sama, ketiga pebalap AHRT melakukan start yang cukup mulus. Irfan langsung mengisi posisi pertama, namun saat memasuki tikungan pertama bannya mengalami slide sehingga harus tercecer di posisi lima. Lucky dan Awhin yang berada di grup depan pun langsung berusaha menyodok di posisi tiga besar.

Setelah melewati beberapa pebalap, Lucky berhasil menempati posisi pertama saat balap memasuki lap ke 3. Perjuangan Lucky dalam mempertahankan posisi semakin diuji, aksi overtake yang tak dapat dihindarkan. Perjuangannya pun berbuah manis, pada tikungan terakhir Lucky berhasil memanfaatkan momentum dengan menyalip pebalap saingannya. Pemuda asal Sidrap ini berhasil meraih podium pertama, sementara itu Irfan berhasil meraih podium ketiga dan Awhin harus puas mengisi posisi empat.

Balapan kedua kelas AP250 yang digelar pada hari minggu (10/3) berlangsung sengit. Saat balapan dimulai Lucky, Awhin, dan Irfan berusaha untuk berada di rombongan terdepan. Namun sayang untuk Irfan, ketika memasuki tikungan pertama, dirinya harus terjatuh dan tidak bisa melanjutkan jalannya balapan.

Lucky yang merangsak di posisi depan, dapat mempertahankan posisinya hingga lap keenam. Saat memasuki lap ke tujuh, dirinya melakukan kesalahan sehingga tercecer di posisi tiga. Perjuangan Lucky di posisi tiga besar terhenti, ketika dirinya terjatuh saat jalannya balapan memasuki lap terakhir.

Awhin yang saat lap terakhir berada di posisi empat, langsung menggantikan posisi Lucky yang terjatuh. Atas hasil tersebut, pemuda asal Bulukumba – Sulawesi Selatan ini berhasil finis di posisi ketiga dengan catatan waktu 19:44.845. Meskipun masih dibekap cidera bahu, perjuangan pantang menyerah dari Awhin patut diapresiasi pada seri pembuka ini.

“Saat balapan, start saya berjalan mulus. Tetapi, pada lap kedua, saya mulai tertinggal dari rombongan depan dan saya membalap sendirian di posisi keempat. Pada lap terakhir, Lucky yang ada di depan saya terjatuh dan saya bisa menyelesaikan balapan di posisi ketiga. Saya sangat senang dengan hasil ini karena kondisi fisik saya belum fit. Bahu saya masih terasa sangat sakit, dan saya harus pintar mengatur ritme balapan. Saya berterima kasih kepada keluarga, tim, dan masyarakat Indonesia yang selalu mendukung dan mendoakan saya,” ujar Awhin.

Supersports600

Pada balapan pertama kelas Supersport 600 (SS600), Andi Gilang yang start di posisi keenam berhasil menempati posisi keempat di lap awal. Memasuki akhir lap keempat saat dirinya sedang bersaing masuk di posisi tiga besar, Gilang terjatuh dan mengalami high side. Lalu Rheza Danica yang beru merasakan atmosfer balap di Sepang memulai jalannya balapan dari posisi ke 11. Rheza berhasil finis di urutan ke delapan.

Jalannya balap kedua berlangsung lebih sengit. Gilang langsung melaju di grup depan dengan menempati posisi keempat. Aksi salingovertake antar pebalap di grup depan kerap terjadi, namun Gilang dapat mengambil momentum dan mengisi posisi kedua. Jatuhnya Gilang di race pertama membuat dirinya lebih hati-hati dan berusaha untuk menjaga fokusnya dalam memperbaiki ritme. Gilang pun berhasil finis di posisi kedua dengan catatan waktu 21:59.138. Sementara itu, Rheza harus puas finis di posisi 10.

“Saya sangat senang bisa mendapatkan posisi kedua di podium. Saya melupakan semua yang terjadi kemarin dan berusaha mendapatkan kembali kepercayaan diri saya. Setelah sesi pemanasan pagi tadi, saya sudah berpikir bahwa balapan hari ini akan sulit karena saya belum fit 100 persen. Bahu dan jari saya masih terasa sakit. Saat memulai balapan, saya berusaha untuk konsentrasi dan menjaga kecepatan, serta terus berjuang. Akhirnya, saya bisa finis di posisi kedua, dan saya sangat senang. Terima kasih kepapa keluarga, tim, dan masyarakat Indonesia yang selalu mendukung dan mendoakan saya. Pada putaran berikutnya, saya akan datang dengan lebih kuat dan terus berjuang,” ujar Gilang.

Direktur Pemasaran AHM, Thomas Wijaya yang menyaksikan langsung jalannya balapan mengatakan prestasi yang didapatkan oleh pebalap AHRT pada seri pembuka di awal 2019 ini merupakan suatu kebanggaan. Pebalap-pebalap Astra Honda mampu menunjukkan performa yang luar biasa. Hasil juara pada dua tahun berturut turut pada kelas AP250 dan pengalaman pebalap di kelas SS600 menjadi motivasi tersendiri bagi mereka untuk mencetak prestasi lebih tinggi lagi.

“Hasil membanggakan yang diraih pebalap-pebalap kami tentu tidak terlepas dari kemampuan balap dan solidnya kerjasama tim. Sinergi antara keduanya dapat mewujudkan performa balap terbaik. Dukungan dari masyarakat juga menambah energi para pebalap binaan AHM dalam memberikan prestasi di berbagai ajang balap Internasional,” ujar Thomas.

ARRC 2019 Dimulai Hari ini, Pebalap Astra Honda Incar Gelar Juara Umum

Roda2makassar.com – Halo bossku, Pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) siap melakoni persaingan sengit di tahun 2019 pada kompetisi balap bergengsi, Asia Road Racing Championship (ARRC). Lima pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang turun di kelas Asia Production 250 (AP250) dan Supersports 600 (SS600) bertekad mempertahankan prestasi juara umum AP250 yang diraih selama dua tahun berturut-turut, serta mengukir prestasi lebih tinggi di kelas SS600.

Andi Gilang

Pada kelas AP250, Awhin Sanjaya bersama Irfan Ardiansyah serta Lucky Hendriansya yang tahun lalu berkompetisi di ajang Asia Talent Cup (ATC), akan berusaha mendominasi podium sepanjang gelaran ARRC untuk meraih juara umum di kelas AP250. Sementara itu pada kelas SS600, AHRT menurunkan Andi “Gilang” Farid Izdihar bersama dengan juara AP250 musim lalu, Rheza Danica Ahrens. Kedua pebalap ini akan berusaha menapaki podium juara ARRC kelas SS600.

Gelaran perdana ARRC akan dihelat di Sepang International Circuit, Malaysia (9-10/3). Sebelumnya, para pebalap ARRC menjalani tes pra musim yang berlangsung di Sepang International Circuit (5-6/3).

Irfan dan Lucky

Lucky yang merupakan jebolan Astra Honda Racing School tahun 2016 menunjukkan performa yang kompetitif pada tes pra musim. Performa total control dari Honda CBR250RR dan pengalaman melintas di sirkuit Sepang saat bersaing di ajang ATC menjadi bekal positif untuk pemuda asal Sidrap ini. Lucky pun konsisten dalam memperbaiki catatan waktu  terbaiknya pada tiap sesi, hingga saat sesi latihan keempat, Lucky dapat meraih posisi pertama dengan catatan waktu terbaik 2:26.283.

“Saya memiliki cukup banyak pengalaman di Sepang, saat di ATC tahun lalu. Saya paham beberapa tikungan yang jadi nilai plus saya. Dengan persiapan fisik, juga kesiapan mental, saya bertekad bisa mendapat cerita manis di awal pengalaman saya di kelas AP250 ini,” ujar Lucky.

Pebalap binaan AHM lainnya, Awhin Sanjaya yang kembali dipercaya untuk turun di kelas AP 250 pada musim ini berusaha untuk mencari setting terbaiknya pada sesi pre test. Awhin berhasil menempati posisi keempat dan mencetak catatan waktu terbaik 2:28.421 pada pre test hari pertama.

“Persaingan dikelas AP250 tahun ini saya yakini akan berlangsung ketat. Saya sudah persiapkan fisik dan mental untuk menghadapinya. Saya fokus untuk memanfaatkan sesi latihan bebas agar menemukan setting yang tepat sehingga bisa menjadi modal yang bagus untuk hadapi balap dan merebut podium di putaran awal ini. Mohon doa dan dukungannya,” ujar Awhin.

Sementara itu, Irfan Ardiansyah yang musim ini turun di kelas AP 250 turut memberikan hasil positif pada sesi pre tes di hari kedua dengan terus memperoleh catatan waktu terbaik 2:27.423.

SS600

Reza Dhanica

Pada hasil tes pra musim ARRC, dua pebalap AHRT berhasil membuktikan kesiapannya. Andi Gilang yang telah memiliki pengalaman di kelas ini, terus memperbaiki catatan waktu terbaiknya dan konsisten mengisi posisi 5 besar dengan raihan catatan waktu terbaik 2:11.553. Sementara itu Rheza Danica yang melakukan penyesuaian dengan Honda CBR600RR, memerlukan proses untuk terus mendapatkan performa terbaiknya. Meski belum maksimal, Rheza dapat meraih catatan waktu terbaik 2:12.599.

“Ini pengalaman pertama saya di Sepang dan juga pertama kalinya balap di kelas supersport di ARRC. Saya sudah pelajari berbagai informasi yang berguna bagi saya, termasuk belajar dari balapn-balapan sebelumnya, serta berdiskusi intens dengan Gilang yang sudah memiliki pengalaman. Saya akan berusaha tampil kompetitif seperti saat di kelas AP250 tahun lalu,” ujar Rheza.

Kualifikasi dan balap pertama akan diadakan pada Sabtu, 9 Maret dan balap kedua pada Minggu, 10 Maret. Jalannya balapan dapat disaksikan oleh pecinta balap Tanah Air pada akun resmi ARRC di media sosial, Facebook.

Ajang balap ARRC 2018 sendiri akan diselenggarakan sebanyak 7 seri dimana masing-masing seri akan menghelat 2 kali balapan. Seri pertama akan diadakan di Malaysia (2-3/3), selanjutnya di Australia (27-28/4), Thailand (1-2/6), Jepang (29-30/6), Korea Selatan (10-11/10), Malaysia (21-22/9) dan terakhir di Thailand (30/11-1/12).

5 Pebalap motor Kelas Dunia Asal Sulsel Dijamu Gubernur Nurdin Abdullah, Siapa Saja Mereka?

Roda2makassar.com – Halo bossku semua, Hari kamis kemarin, 14 Februari 2019, ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Subhan Aksa mendapat undangan spesial dari Gubernur Terpilih Sulawesi Selatan Periode 2019-2024 yaitu Bapak Prof. Dr. Ir. Nurdin Abdullah di kantor Gubernur Jl. Urip Sumoharjo Makassar.

Nurdin Abdullah sendiri memang selama ini selalu mengamati dunia otomotif tanah air khususnya roda 2 dimana bibit-bibit berbakat tanah air banyak lahir dari provinsi Sulawesi Selatan dan tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Ketua IMI Sulsel Subhan Aksa akhirnya 5 pebalap asal Sulsel yang sudah mengharumkan nama Indonesia dikancah balap roda 2 dunia.

Kelima pebalap tersebut pasti sudah tidak asing lagi bagi para pecinta otomotif roda 2 terutama balap motor, adapun mereka ada yang pertama Andi Farid Izdihar atau sering disapa Andi Gilang asal Bulukumba, pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) yang sudah berkompetisi sampai ke level asia bahkan Eropa.

Andi Gilang podium 1

Pebalap kedua adalah Awhin Sanjaya asal Masamba Luwu Utara, pebalap yang sekampung dengan penyanyi dangdut Evi Masamba ini merupakan Junior dari Andi Gilang di Team AHRT, sudah melanglang buana dilevel Asia dan tahun kemarin berhasil finish di posisi 4 terbaik di Asia Road Race Champinship 2018 kelas AP 250.

Yang ketiga adalah Andi muhammad Fadly atau biasa dipanggil AM. Fadli, pebalap muda asal Wajo ini bernaung di tim Kawasaki Manual Tech dan bertarung bersama Awhin sanjaya di kelas AP. 250 ARRC, dia berhasil finish ke 5 dibawah Awhin pada klasemen akhir.

Siapa lagi, ini dia yang ke empat, Agung Fahrul Didu asal juga asal Wajo Sengkang, pebalap yang identik dengan Santri ini memang merupakan jebolan pesantren dan kembali ke dunia balap setelah beberapa tahun mondok, menggebrak langsung di seri Sentul ARRC kelas UB150 dengan jatah wild card dan langsung Podium 1 dirace 1 dan podium 2 dirace 2, kiprah yang sangat mengejutkan untuk seorang pebalap wild card.

Terakhir atau yang kelima adalah Lucky Hendriansah atau sering dipanggil Lucky Kaddi asal Sidrap, tahun kemarin turun balap diajang Asia Talent Cup, sebuah ajang yang dibuat oleh HRC untuk menjaring pebalap-pebalap hebat asia untuk diorbitkan nantinya oleh HRC sendiri, tahun ini Lucky Kaddi akan menggeber Honda CBR 250RR bersama tim AHRT di kelas AP250 ARRC 2019.

Kelimanya disambut dengan hangat dan penuh rasa sukur oleh bapak Nurdin Abdullah, selain itu Bapak Gubernur pun berencana akan membangun sirkuit di kawasan Sudiang Makassar untuk mengembangkan bakat-bakat putra sulsel.