Launching Teaching Factory dan Laboratorium Baru, Honda Dukung Penuh SMK Binaan

Roda2makassar.com – Astra Motor selaku main dealer sepeda motor Honda untuk wilayah SulSelBarTra dan Ambon senantiasa ingin andil bagian dalam pengembangan sumber daya manusia khususnya di bidang Pendidikan teknis sepeda motor serta tenaga pengajar SMK melalui program Teaching Factory. Bertempat di SMK Tri Tunggal 45’ pada Sabtu (11/01), launching program Teaching Factory dan kelas Industri ini juga dibarengi dengan peresmian laboratorium service sepeda motor baru

Acara ini turut dihadiri Manajemen Astra Motor Makassar, Pelaksana Tugas Kadisdik Sulsel H. Asri Sahrun Said, dan Kepala Sekolah SMK Tri Tunggal Aharuddin.

Astra Motor Makassar juga menghadirkan promo spesial gratis service dan diskon spare parts untuk 200 unit sepeda motor Honda.

Manager Technical Service and Department Astra Motor Makassar Nindyatama mengatakan Kerja sama yang terjalin apik antara Honda dan SMK sejauh ini adalah bentuk komitmen perusahaan untuk mencetak SDM yang siap bersaing di dunia kerja.

“Bersama-sama SMK Binaan, Astra Motor juga mengukir prestasi dengan setiap tahunnya rutin masuk di 10 besar kontes Guru dan Siswa SMK Binaas Nasional. Puncaknya, kami berhasil meraih prestasi yaitu Juara 1 kategori guru tingkat Nasional pada tahun 2019 kemarin”, ujar Nindya.

Nindyatama menambahkan bahwa Saat ini SMK Binaan Honda sudah tersebar di wilayah cakupan Astra Motor Makassar sejumlah 20. Di Sulsel : 13 SMK Binaan, Sulbar : 1 SMK , Sultra : 6 SMK , serta di Ambon : 1 SMK. “Harapan kami, di masa yang akan datang program SMK Binaan ini akan terus berkembang dan terus mencetak SDM unggul di Indonesia, Bersama Honda SMK Bisa!”, pungkasnya.

Kepala Sekolah SMK Tri Tunggal H. Aharuddin menjelaskan teaching factory ini merupakan agenda rutin. Industri dibawa masuk agar selaras dengan kurikulum sekolah, tujuannya agar program yang berjalan bias link and match. Karena itu kami melakukan terobosan baru dengan dibantu stakeholders terkhusus Honda melalui Astra Motor Makassar.

“Banyaknya lulusan SMK yang nganggur karena program yang tidak link and match, hanya link saja. Kami sudah mencoba membahas kurikulum bersama Industri, Honda akan menjamin kualitas sarana serta kurikulum siswa dan guru. Tahun ini secara khusus kami buat program 70% anak-anak di industry dan 30% di kelas. Hasilnya semenjak kerjasama dengan Honda hamper di tiap bengkel resmi AHASS ada siswa kami di sana. Itu semua tidak akan berjalan tanpa adanya bantuan dari Honda”, ungkap Aharuddin.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.